Elaine Widjaja kembali ke Singapura dengan modal permainan yang lebih baik untuk bersaing pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific 2023, yang mulai bergulir Kamis (9/3) besok.
Sekitar tiga bulan silam, Elaine Widjaja menjadi bagian dari kontingen Indonesia yang bertanding di Siam Country Club, Thailand pada edisi ketiga Women’s Amateur Asia-Pacific. Bertanding dalam debutnya pada kompetisi paling prestisius bagi golf wanita di Asia Pasifik ini, pegolf asal Semarang itu hanya bisa bermain dalam dua putaran. Skor 73 dan 76 yang ia torehkan hanya terpaut satu stroke untuk melangkah ke dua putaran final.
Meskipun menjadi salah satu pegolf amatir terbaik di Indonesia, Elaine mengaku masih berjuang untuk mempertahankan konsistensi permainan. Ia sadar bahwa bermain solid dalam tiap putaran tidak hanya menjadi kunci untuk menikmati sebuah kompetisi secara penuh, tapi juga memberinya peluang untuk bersaing dan menyerap lebih banyak pengalaman.
Minimnya fasilitas di Semarang ikut mendorongnya pindah ke Jakarta. Keputusan ini juga menjadi langkah penting dalam perkembangan permainannya. Sebagai salah satu atlet yang bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation, pegolf remaja yang kini berusia 15 tahun ini bisa lebih mudah mengakses fasilitas berlatih di Damai Indah Golf sepulang sekolah.
Rutinitas latihannya ini ikut membantunya mengatasi salah satu aspek yang menjadi kelemahannya tahun 2022: jarak pukul. ”Perbedaan paling besar ada di jarak pukul saya. Women’s Amateur Asia-Pacific tahun lalu menyadarkan saya akan kekurangan saya itu,” ujar Elaine.

Akibat jarak pukul dari tee yang kurang, sering kali ia harus memainkan rescue untuk pukulan approach di hole-hole par 4, atau di hole-hole par 3 yang panjang.
Berbekal peningkatan kualitas permainan ini, Elaine sempat menorehkan prestasi yang membanggakan ketika mewakili Indonesia pada ajang Asia-Pacific Amateur Ladies Golf Team Championship, atau yang lebih dikenal sebagai Queen Sirikit Cup. Dari nomor individu, ia berhasil finis di peringkat 7, sekaligus membantu Indonesia mencatatkan prestasi menembus tiga besar, berbagi tempat ketiga dengan Jepang. Prestasi ini menjadi pencapaian terbaik Indonesia selama mengikuti ajang beregu ini. Sebelumnya, Indonesia hanya bisa mencapai peringkat 5, yaitu pada tahun 1983 dan 1996.
Kini Elaine menjadi salah satu bagian dari Tim Indonesia yang kembali mengikuti Women’s Amateur Asia-Pacific, yang kembali digelar di Singapura. Kali ini, bersama sahabatnya dan sesama atlet CGF, Sania Talita Wahyudi, Holly Victoria Halim, serta beberapa pemain yang lebih senior, seperti Patricia Walanda Sinolungan, Kristina Natalia Yoko, dan Meva Schmit, Elaine akan kembali menguji kualitas permainannya, kali ini di Singapore Island Country Club.
”Dari sisi jarak, hole-hole par 4 dan par 3 di Singapore Island Country Club ini tidak ada yang terlalu jauh sih,” tuturnya, ”tapi tantangannya ada di green yang very sloppy dan licin. Jadi, penting untuk mengatur pukulan approach supaya kalaupun meleset, bola bisa meleset di sisi bawah green supaya lebih mudah melakukan one-chip-one-putt.”
Dengan hadiah utama berupa spot undangan pada tiga ajang Major—The Chevron Championship, The Amundi Evian Championship, dan AIG Women’s Open—serta spot pada Augusta National Women’s Amateur dan Hana Financial Group Championship, kemenangan pada pekan ini jelas menjadi incaran bagi para pemain top yang berlaga di Singapura.
Akan tetapi, Elaine lebih bersikap realistis. Meskipun punya pengalaman mengesankan ketika menjuarai ajang amatir LLD International Amateur Championship di Singapura, baginya tampil dengan baik pada ajang sebesar ini bakal menjadi suatu pencapaian tersendiri.
”Saya ingin tampil dengan baik pada ajang besar ini dengan total bermain under. Dan saya juga ingin menjaga agar skor rata-rata saya tetap rendah,” tegasnya.
Sejak pertama kali digelar tahun 2018, prestasi terbaik yang pernah ditorehkan wakil Indonesia tercipta tahun 2021. Kala itu Ida Ayu Indira Melati Putri berhasil mencatatkan finis di peringkat T11 usai mengemas skor total 7-under 281. Rekan satu almlamaternya, Inez Beatrice Wanamarta, terpaut satu stroke di belakangnya dan finis di posisi T13.

Selain Elaine yang kembali tampil pada ajang bergengsi ini, empat wakil Indonesia lainnya juga kembali menikmati pengalaman berkompetisi di level regional ini. Dan seperti halnya Elaine, Sania Talita Wahyudi, Kristina Natalia Yoko, dan Patricia Sinolungan berniat untuk bisa melangkah ke putaran akhir pekan. Patricia, yang sempat finis di peringkat 6 pada Simone Asia Pacific Cup bulan Agustus 2022 lalu, menjadi pemain yang tak pernah absen pada ajang ini, namun belum sekalipun ia melangkah ke dua putaran final. Adapun Yoko, sapaan Kristina Natalia Yoko, juga belum pernah lolos cut ketika tampil pada tahun 2018 dan 2022.
Prospek lainnya datang dari pemain debutan, Holly Victoria Halim. Atlet yang sempat berlatih di bawah naungan CGF ini belakangan menampilkan sejumlah prestasi membanggakan. Selain finis di peringkat 16 pada Australian Master of the Amateurs, ia bermain penuh selama empat putaran pada ajang profesional campuran pria-wanita, TPS Victoria hosted by Geoff Ogilvy.
Adapun Meva menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menikmati empat putaran penuh pada edisi 2022 di Siam Country Club. Setelah finis T27, mahasiswi pada Kennesaw State University ini tentu berniat untuk tampil lebih baik untuk memperbaiki catatan penampilannya.
Dengan kondisi permainan yang tengah prima, keputusan Asia-Pacific Golf Confederation dan The R&A untuk mengembalikan Women’s Amateur Asia-Pacific ke jadwal semula pada bulan Maret ini tampaknya bakal memberi hasil yang positif bagi kubu Indonesia.


