Scott Vincent meraih kemenangan besar setelah mengejar ketertinggalan tujuh stroke dan menjuarai Gateway to The Open Mizuno Open.

Pegolf asal Zimbabwe menampilkan salah satu kebangkitan mengangumkan dalam sejarah JGTO untuk menjuarai Gateway to The Open Mizuno Open sebagai gelar JGTO ketiga dalam kariernya. Kemenangannya hari ini sekaligus memberinya tiket untuk mengikuti The Open Championship ke-150 sebagai debutnya dalam ajang Major.

Vincent memulai putaran final tadi dengan tertinggal tujuh stroke, namun berhasil membukukan 7-under 65 berkat permainan tanpa bogey dengan satu eagle dan lima birdie. Skor tersebut sekaligus memaksa pegolf Australia Anthony Quayle untuk melakoni babak play-off. Vincent kemudian memastikan kemenangannya dengan par di hole play-off kedua di JFE Setonaikai Golf Club.

Putaran final kali ini jelas bakal menjadi momen yang ingin dilupakan oleh Quayle. Pasalnya ia memulai putaran final dengan keunggulan empat stroke. Dan dalam 18 hole terakhirnya tadi ia hanya bisa bermain even par 72 setelah menorehkan tiga birdie dan tiga bogey.

Ia sebenarnya masih bisa mempertahankan keunggulan satu stroke dengan sisa dua hole. Namun, bogey ketiganya hari itu, yang terjadi di hole 17, membuatnya harus membayar mahal kesalahan tersebut. Skor total 12-under 276 itu berhasil disamai oleh Vincent sehingga memaksa keduanya harus melanjutkan pertarungan. Dan setelah keduanya sama-sama bermain par di hole 18 par 5, Vincent memastikan kemenangannya dengan par di hole play-off kedua.

”Tiap pekan saya tidak ingin terlalu khawatir soal ekspektasi,” tutur Vincent, yang menjuarai dua gelar JGTO pertamanya lewat ajang ANA Open dan Sansan KBC Augusta tahun lalu. ”Saya hanya fokus untuk melakoni rutinitas saya dan berusaha menciptakan peluang terbaik. Dan ini salah satu pekan yang berhasil buat saya.

”Saya tidak tahu posisi saya ketika saya melangkah ke hole 18 dan ketika menyadarinya saya sudah berada di tempat kedua. Bisa ikut play-off dan memenangkannya jelas cukup luar biasa dan sulit dipercaya!”

”Sudah menjadi target saya …  untuk mengikuti salah satu ajang Major. Jadi, keberhasilan ini sangat spesial dan saya sangat senang.” — Scott Vincent.

Ia juga layak merasa gembira lantaran salah satu targetnya pada tahun ini, yaitu mengikuti ajang Major, akhirnya terpenuhi.

”Ini memang sudah menjadi target saya, memulai tahun ini dengan berusaha untuk mengikuti salah satu ajang Major. Saya gagal pada hari Senin (dalam US Open Sectional Qualifying di Jepang), tapi saya bisa memastikannya hari ini. Jadi, keberhasilan ini sangat spesial dan saya sangat senang.”

Meskipun gagal mewujudkan kemenangan perdananya, Quayle tetap memastikan tempatnya di St. Andrews sebagai debut Major dalam kariernya.

”Pasti akan menyenangkan (bisa bertanding pada The Open), saat ini saya tidak memikirkannya, tapi saya pasti menantikannya,” ujarnya singkat.

Kegagalan kali ini menjadi yang kedua kalinya bagi Quayle untuk meraih kemenangan. Sebelumnya, ia sempat berada di puncak klasemen pada ajang Casio World Open 2019, namun akhirnya harus finis di tempat ketiga.

Rekan senegara Quayle, Brad Kennedy, menuntaskan pekan ini dengan berada di tempat ketiga setelah bermain dengan skor 70. Adapun Justin De Los Santos dari Filipina menempati peringkat keempat setelah menuntaskan putaran final dengan skor 68. Dengan finis di empat besar, keduanya juga berhak mengikuti ajang The Open.