Chonlatit Chuenboonngam mewujudkan kemenangan pertamanya di panggung Asian Development Tour dengan menjuarai The 2nd Gunung Geulis Golf Invitational supported by Nomura.
Pegolf Thailand Chonlatit Chuenboonngam akhirnya memenangi gelar pertama di turnamen Asian Development Tour (ADT). Gelar itu didapatkan Cholatit pada ajang The 2nd Gunung Geulis Golf Invitational supported by Nomura, turnamen ADT yang berhadiah total US$100 ribu.
Kemenangan ini sekaligus menghapus kekecewaannya ketika tiga tahun lalu ia hanya finis di posisi keempat, ketika Gunung Geulis Golf Invitational supported by Nomura digelar untuk pertama kalinya..
Memimpin sejak putaran pertama, posisi Chonlatit tidak tergoyahkan di puncak klasemen. Pegolf berusia 24 tahun ini membukukan skor total 15-under 265 usai menutup putaran akhir dengan skor 2-under 68. Skor tersebut jelas tidak ia raih dengan mudah. Pasalnya, meski meraih enam birdie, ia juga mencatatkan satu double bogey dengan dua bogey. Beruntung skor tersebut cukup baginya untuk meraih kemenangan pertama ini, setelah tiga tahun bertualang di kompetisi ADT.
”Saya sangat senang bisa menang hari ini,” kata Chonlatit. ”Lapangan dan posisi pin hari ini sangat menyulitkan. Jika Anda bisa menjaga bola tetap di fairway, permainan akan lebih lancar. Namun, beberapa fairway sangat sempit. Saya hanya memainkannya satu demi satu pukulan, mencoba tidak berpikir banyak.”

Rekan senegaranya, Suttijet Kooratanapisan (272), berhasil menduduki peringkat kedua.
Adapun prestasi terbaik pegolf tuan rumah diukir oleh Jonathan Wijono yang berbagi posisi ketiga dengan pegolf Thailand Puwit Anupansuebsai. Sempat berada di posisi kedua dengan 8-under, pegolf asal Surabaya ini harus rela kehilangan satu pukulan akibat bogey di hole 17. Meski demikian, ini menjadi pencapaian terbaik kedua Jonathan dalam penampilan ketiga ADT musim ini. Posisi terbaiknya adalah runner up di OB Golf Invitational 2022 pada Juni lalu.
”Di sembilan hole pertama saya membuat beberapa kesalahan pukulan dari tee, yang berakhir dengan bogey di hole 7 dan 8. Namun, di sembilan hole terakhir saya berhasil memukul ke banyak fairway dan green, bisa meraih empat birdie di empat hole berturut-turut (hole 10-13). Sayangnya, di hole 17 saya harus dua putt. Secara keseluruhan dengan hasil pada putaran akhir ini, saya merasa cukup puas,” kata Jonathan yang sudah mengalihkan fokus untuk turnamen ADT pekan depan.


