PGA TOUR memperkenalkan dua peluang keanggotaan melalui PGA TOUR University presented by Velocity Global.

Hari Senin (14/11) kemarin, PGA TOUR resmi mengumumkan bahwa para pegolf dari Divisi I akan memiliki dua kesempatan untuk meraih keanggotaan pada PGA TOUR lewat PGA TOUR University presented by Velocity Global. Penyesuaian terhadap persyaratan ini telah disetujui dalam pertemuan Dewan Kebijakan dan perubahan ini segera berlaku. Dengan demikian pemain yang mencapai No.1 pada PGA TOUR University akan mendapatkan keanggotaan PGA TOUR pada akhir ajang stroke play NCAA D-I National Championship 2023.

Pegolf yang mencapai status No.1 pada peringkat akhir PGA TOUR University Velocity Global tidak hanya mendapat keanggotaan PGA TOUR, tapi juga berhak untuk tampil pada seluruh ajang PGA TOUR setelah gelaran NCAA Championship. Velocity Global Ranking akan menyertakan para pegolf senior yang memenuhi kriteria.

Sementara itu, para pegolf junior, mahasiswa tingkat dua, dan mahasiswa tingkat satu yang mencapai tolok ukur dalam golf kampus, amatir, dan profesional bisa meraih keanggotaan PGA TOUR melalui program baru yang disebut PGA TOUR University Accelerated. Begitu tolok ukurnya terpenuhi, pemain tersebut akan menjadi anggota PGA TOUR dan berhak tampil pada seluruh ajang terbuka yang diikuti oleh para pemain PGA TOUR, pada akhir NCAA Championship.

Dengan mengadopsi dua peluang keanggotaan ini, seluruh pegolf kampus Divisi I akan bersaing untuk meraih keanggotaan PGA TOUR, mulai dari turnamen pertama yang mereka ikuti sebagai mahasiswa tingkat satu.

”Sukses di level tertinggi golf kampus dan amatir telah terbukti menjadi indikator kuat terhadap potensi seorang pemain sebagai pegolf profesional,” ujar Komisioner PGA TOUR Jay Monahan. ”Dua kelas pertama dari alumni PGA TOUR University telah menunjukkan bahwa mereka siap bersaing dan segera menang, dan dua tambahan baru pada program ini kian memperkuat komitmen kami pada golf kampus dan akan memberi akses langsung ke PGA TOUR bagi bintang-bintang masa depan.”

Pemain yang mendapat keanggotaan PGA TOUR melalui PGA TOUR University juga akan mendapatkan poin resmi FedExCup dan bisa langsung menuju Final Stage Q-School PGA TOUR, yang menjamin keanggotaan pada Korn Ferry Tour, yang pada akhirnya memberi peluang meraih kartu PGA TOUR. Sejauh ini PGA TOUR belum menentukan ketentuan kelayakan untuk musim 2024 ke depan.

”Sukses di level tertinggi golf kampus dan amatir telah terbukti menjadi indikator kuat terhadap potensi seorang pemain sebagai pegolf profesional.” — Jay Monahan, Komisioner PGA TOUR.

Bagi Kelas 2023 PGA TOUR University Performance Benefit bagi pemain di peringkat 2-20 pada Velocity Global Ranking akan tetap sama, dengan Korn Ferry Tour menyediakan jalur ke PGA TOUR. Pemain yang finis di peringkat 2-5 akan langsung mendapat status anggota pada Korn Ferry Tour, sedangkan peringkat 6-10 mendapat keanggotaan kondisional. Selain itu, para pemain yang finis di peringkat 6-20 secara otomatis langsung menjadi anggota pada PGA TOUR Canada dan PGA TOUR Latinoamerica. Sedangkan mereka yang finis di posisi 1-5 akan langsung mengikuti Final Stage pada Q-School PGA TOUR, dan mereka yang finis di posisi 6-20 akan mengikuti Second Stage.

Pemain yang finis di posisi No.1 Velocity Global Ranking ialah pemain senior dengan rekor terbaik dalam dua tahun terakhir karier kampusnya. PGA TOUR University bekerja sama dengan World Amateur Golf Ranking untuk memeringkatkan para pemain berdasarkan performa rata-rata dalam turnamen-turnamen yang ia ikuti, termasuk kompetisi-kompetisi beregu pada Divisi I NCAA, turnamen-turnamen PGA TOUR, dan sejumlah ajang DP World Tour terpilih.

Jika PGA TOUR University diadakan sebelum 2020, para pemain yang bakal finis sebagai No.1 ialah Jon Rahm (2016), Collin Morikawa (2019), dan Sahith Theegala (2020). Pierceson Coody finis sebagai pemain No.1 pada Kelas 2022 PGA TOUR University, dan ia menjuarai ajang Korn Ferry Tour ketiganya pada bulan Juni.

Pemain No.1 ini akan berhak mengikuti sekitar 14 turnamen PGA TOUR tahun 2023, dimulai dari RBC Canadian Open 2023 (8-11 Juni 2023). Mahasiswa Texas Tech Ludvig Aberg kini berada di posisi No.1 pada Velocity Global Ranking, sekaligus No.1 menurut WAGR. Adapun mahasiswa North Carolina Austin Greaser di posisi No.2 Velocity Global Ranking dan No.5 pada WAGR.

PGA TOUR University Accelerated
Melalui PGA TOUR University Accelerated, para pegolf junior, mahasiswa tingkat satu dan tingkat dua bisa meraih keanggotaan pada PGA TOUR dan bisa layak untuk main penuh pada ajang PGA TOUR. Para pemain akan mendapat poin berdasarkan pencapaiannya pada ajang kampus, amatir, dan profesional. Mereka juga berhak meraih keanggotaan PGA TOUR jika mengemas minimal 20 poin pada akhir tahun ketiga mereka bertanding di level NCAA.

Poin akselerasi ini bisa mereka raih melalui sejumlah cara. Pertama, dengan menjuarai penghargaan golf kampus: Haskins Award (3 poin), Hogan Award (3 poin), D-I Nicklaus Award (3 poin), D-I Outstanding Freshman Award (2 poin).

 

Sahith Theegala.
Sahith Theegala menjadi satu dari hanya tiga pemain yang bisa meraih keanggotaan PGA TOUR jika perhitungan PGA TOUR University Accelerated dilakukan mulai 2010. Foto: Getty Images.

 

Yang kedua ialah dengan meraih peringkat terbaik pada WAGR. Pemain yang finis sebagai No.1 akan mendapat 5 poin; No.2 mendapat 4 poin; No.3 mendapat 3 poin; No.4 mendapat 2 poin; dan No.5 mendapat 1 poin.

Memenangkan turnamen juga menjadi cara lain untuk mendapat poin. Mereka akan mendapat 3 poin jika menjuarai D-I NCAA Individual, U.S. Amateur, dan The Amateur Championship. Mereka juga bisa meraih 2 poin jika menjurai Western Amateur, European Amateur, Latin America Amateur, dan Asia-Pacific Amateur.

Berkompetisi pada kompetisi beregu nasional juga akan memberi poin: Walker Cup (2 poin), Palmer Cup (1 poin), World Amateur Team Championship (1 poin).

Sementara tampil pada ajang PGA TOUR dan Major juga menjadi cara lain mendapat poin, dengan poin akan diakumulasi jika berhasil melakuakn pencapaian tertentu. Satu poin akan didapatkan jika berhasil lolos cut, dengan 1 poin tambahan diberikan jika finis 10 besar pada ajang resmi PGA TOUR. Satu poin otomatis mereka peroleh jika tampil pada keempat ajang Major, dengan 1 poin tambahan diberikan jika lolos cut. Lalu masih akan ada 2 poin tambahan jika finis di 20 besar.

Sebagai contoh, pemain yang finis di posisi 13 pada ajang Major akan mendapat total 4 poin lantaran ia tampil (1 poin), lolos cut (1 poin), dana menembus 20 besar (2 poin). Atau, jika finis di peringkat 7 pada ajang resmi PGA TOUR, ia akan mendapat 2 poin karena berhasil lolos cut (1 poin) dan masuk sepuluh besar (1 poin).

Hanya ada tiga pemain yang bisa meraih keanggotaan PGA TOUR jika perhitungan ini diterapkan sejak 2010. Mereka ialah Patrick Cantlay (2012), Justin Thomas (2013), dan Patrick Rodgers (2014). Saat ini dua pemain teratas pada Poin Akselerasi ini ialah junior dari Stanford Michael Thorbjornsen (12 poin) dan mahasiswa tingkat dua Vanderbilt Gordon Sargent (10 poin).