R&A menegaskan bahwa perayaan edisi ke-150 The Open Championship harus dan akan menjadi sorotan utama pada pekan ini, termasuk ketika bola pertama dipukul hari Kamis (14/7).
Bagi masyarakat golf dunia, Masters Tournament mungkin menjadi ajang Major paling prestisius. Akan tetapi, The Open Championship akan selalu menjadi kejuaraan golf sejati. Inilah kejuaraan tertua dan terpanjang dalam sejarah olahraga golf. Dan melihat nuansa yang ia hadirkan tatkala pekan ini mulai berjalan, kita bisa melihat betapa absennya ajang ini pada tahun 2020 seakan menjadi berkat tersendiri bagi masyarakat golf.
Pandemi COVID-19 yang memaksa ajang ini absen dari kalender golf dunia menjadikan tahun 2022 ini menjadi edisi ke-150. Kembalinya The Open Championship ke Old Course di St. Andrews, lapangan yang disebut-sebut sebagai rumahnya golf, jelas menambah keistimewaan ajang ini. Dan kali ini, sejumlah nama yang menjadi magnet utama golf pun telah berada di St. Andrews. Tiger Woods, Rory McIlroy, bahkan Jack Nicklaus, yang sejak 2005 menolak ke St. Andrews, bahkan ikut merayakan edisi bersejarah ini—pemandangan inilah yang mungkin takkan bisa kita nikmati jika ajang ini tidak absen pada tahun 2020
R&A telah mempersiapkan edisi ke-150 dari jauh-jauh hari. Selain menghadirkan sejumlah pengalaman baru bagi para penggemar di seluruh dunia, mereka juga memastikan bahwa tidak ada yang lebih besar selain perhelatan ke-150 pada pekan ini. Dan sudah pasti tidak juga LIV Golf, yang menghadirkan kehebohan.
Celebration of Champions, termasuk Champions Dinner, yang mengawali pekan ini, menjadi sinyalemen kuat dari penekanan pentingnya gelaran The Open kali ini. Para jawara The Open banyak yang berpartisipasi, namun tidak Greg Norman. R&A memutuskan tidak mengundang Norman, juara tahun 1986.
”Kami menghubungi Greg Norman untuk memberi tahu dia bahwa kami memutuskan tidak mengundangnya untuk kesempatan ini. The Open ke-150 merupakan pencapaian yang teramat penting bagu golf dan kami ingin memastikan bahwa fokusnya tetap pada perayaan Kejuaraan ini dan warisannya. Sayangnya, kami tidak percaya kalau hal itu bakal terjadi jika Greg hadir,” komentar R&A.
”Keputusan ini dibuat murni untuk kepentingan R&A, The Open, … bukan untuk kepentingan Jay Monahan atau Keith Pelley .” — Eamon Lynch, Golf Week.
R&A jelas melihat sinyalemen kuat bahwa Norman hanya akan menggunakan edisi ke-150 ini untuk memperkuat profil LIV Golf ketika ia meminta spot untuk bisa bertanding di St. Andrews tahun ini. Permintaan tersebut jelas ditolak, mengingat dalam usia 67 tahun Norman telah melampaui batas hak untuk mengikuti kejuaraan ini—maksimal usia juara masa lalu yang berhak mendapat spot ialah 60 tahun.
Eamon Lynch dari Golf Week dengan sangat baik menyebut Sandy Lyle sebagai contoh terbaik dari juara masa lalu yang serius untuk kembali berkompetisi pada The Open. Juara tahun 1985 itu juga sangat memahami keistimewaan The Open tahun ini sehingga dalam usia 64 tahun ia menempuh jalur kualifikasi untuk mendapatkan haknya kembali ke St. Andrews sebagai kompetitor. Meskipun tidak berhasil, Lyle menempuh satu-satunya jalur yang ada.
R&A jelas peka akan potensi yang bakal timbul jika mengundang Norman pada pekan ini. Dan meskipun terkesan pro PGA TOUR dan DP World Tour—dua badan profesional yang memberikan skorsing dan sanksi bagi para anggotanya yang memilih beralih ke LIV Golf—Lynch berpendapat bahwa keputusan R&A ini sama sekali tidak menunjukkan keberpihakan atas konflik komersial yang timbul.
”Keputusan ini dibuat murni untuk kepentingan R&A, The Open, dan ajang-ajang yang ia sokong, bukan untuk kepentingan Jay Monahan (Komisioner PGA TOUR) atau Keith Pelley (Ketua Eksekutif DP World Tour),” tulisnya.
Jelas penyelenggaraan ke-150 The Open Championship ini bernilai lebih besar daripada kampanye yang mungkin dilakukan oleh Norman, jika ia hadir. R&A jelas memahami hal ini. Akan tetapi, R&A jelas tidak ingin membagi panggung ini selain untuk edisi bersejarah ini.


