Elaine Widjaja memimpin Tim Indonesia dengan Lee Jihyun dari Korea membawa negaranya memuncaki posisi teratas pada ajang Queen Sirikit Cup.

Masters Course di Laguna National Golf and Resort di Singapura terbukti menjadi medan yang benar-benar menguji Tim Indonesia, yang berlaga pada ajang Queen Sirikit Cup ke-42 pada pekan ini. Elaine Widjaja, Rayi Geulis Zullandari, dan Bianca Naomi Amina Laksono harus berjuang keras untuk bisa bersaing dengan 12 negara Asia Pasifik lainnya.

Kombinasi ketiga srikandi Indonesia ini saat ini masih menempatkan Indonesia satu tempat lebih baik daripada tim juru kunci, Myanmar.

Pada putaran pertama yang berlangsung hari ini, Elaine Widjaja menempati posisi yang lebih baik ketimbang Rayi maupun Bianca. Bermain dari hole 1, Elaine harus menorehkan empat bogey di hole 3, 5, 6, dan 9. Meski kemudian meraih birdie pertamanya di hole 11, ia mesti kembali mencatatkan tiga bogey dalam lima hole berikutnya, lalu harus mengakhiri putaran pertama dengan bogey di hole terakhir. Kartu skornya masih diselamatkan oleh birdie yang ia raih di hole 17.

 

Rayi Geulis Zullandari, Round 1 Queen Sirikit Cup 2022.
Skor 80 menempatkan Rayi Geulis Zullandari di posisi T31 bersama Bianca dan dua pegolf lainnya. Foto: Queen Sirikit Cup.

 

Skor 6-over 78 milik pegolf asal Jawa Tengah itu, untuk sementara, menempatkannya di posisi T28, terpaut 14 stroke atas pegolf Korea Lee Jihyun, yang memuncaki klasemen. Meski demikian, permainan Elaine masih jauh lebih baik ketimbang kedua rekannya yang lain. Baik Rayi, maupun Bianca harus menorehkan skor 80 pada putaran pertama masing-masing.

Bagi Rayi, hole 8 par 3 di Laguna National ini meninggalkan catatan yang mengecewakan. Pasalnya, di hole itu ia harus menorehkan quadrupple bogey. Dengan empat bogey lainnya, dua di sembilan hole pertama dan dua di sembilan hole terakhir, juara Kejuaraan Nasional Golf Junior ini harus bermain 8-over.

Nasib Bianca, Juara Intercollegiate Golf Series Seri 1 ini juga setali tiga uang. Selain triple bogey di hole 14 par 4, ia masih harus menuai lima bogey lagi untuk menempatkannya berbagi peringkat dengan Rayi dan dua pegolf lainnya di peringkat 31.

Dengan torehan 14-over 158, Tim indonesia praktis hanya unggul 13 stroke dari Myanmar, namun justru ketingggalan dua stroke dari Filipina yang kini menghuni peringkat 12.

 

Bianca Naomi Amina Laksono, Round 1 Queen Sirikit Cup 2022.
Juara Intercollegiate Golf Series Seri 1 Bianca Naomi Amina Laksono masih harus berjuang meraih birdie pertamanya di Singapura. Foto: Queen Sirikit Cup.

 

Korea Pimpin Putaran Pertama
Sementara itu, Lee Jihyun dari Korea mengawali ajang ini dengan catatan yang mengagumkan. Pegolf peringkat 56 pada World Amateur Golf Ranking ini menorehkan delapan birdie dengan dua bogey di bawah cuaca panas.

Permainannya yang memukau ini membuatnya memegang keunggulan empat stroke atas duo Jepang, pemegang gelar Women’s Amateur Asia-Pacific 2021 Mizuki Hashimoto dan Tezuka Ayaka, pegolf Singapura Shannon Tan, Kim Minbyeon pegolf Korea lainnya, dan pegolf Selandia Baru Fiona Xu.

Bersama Kim, yang menorehkan skor 2-under 70, Lee membawa Korea memuncaki papan klasemen dengan skor total 8-under. Jepang menempel di posisi kedua dengan catatan 4-under 140.

”Saya merasa cukup puas dengan permainan hari ini. Saya berkata pada diri sendiri untuk ke lapangan dan meraih birdie sebanyak mungkin. Saya gembira bisa melakukannya. Bukan perkara mudah karena cuacanya sangat panas, dan Anda harus tetap fokus,” tutur Lee yang kerap membuka payungnya untuk mengatasi cuaca panas di Singapura.

 

Lee Jihyun, Round 1 Queen Sirikit Cup 2022.
Permainan gemilang Lee Jihyun ikut membawa Korea memuncaki posisi teratas individu dan tim. Foto: Queen Sirikit Cup.

 

Hashimoto mengungkapkan hal senada, ”Hari ini benar-benar panas, dan saya mesti sering meminum minuman isotonik secara berkala. Rasanya sih saya main oke di lapangan ini, dan saya yakin bisa main lebih baik lagi dalam putaran-putaran berikutnya.

Tan, yang mengusung bendera tuan rumah juga tampil solid. Meski hanya menorehkan dua birdie, ia berhasil menghindari satu bogey pun sepanjang 18 hole pertamanya. ”Putaran yang bagus, saya tidak mendapat satu bogey pun, dan saya tahu lapangan ini dengan baik. Bisa dibilang saya punya keuntungan ketimbang pemain lain karena lebih mengenal lapangan ini, dan saya tahu cara mengatasi panas dan kelembapan ini dengan lebih baik,” tutur Tan, pegolf berperingkat 79 pada World Amateur Golf Ranking ini.

Sementara itu, pegolf China Taipei Ting Hsuan Huang mencatatkan hole-in-one di hole 12 par 3. Menggunakan 9-iron, ia berhasil memasukkan bola dengan satu pukulan di hole sepanjang 123 meter itu. Skor 1-over 73 yang ia bukukan membawanya berada di peringkat T11.