Danny Masrin, Syukrizal, George Gandranata, dan Peter Gunawan melanjutkan perjuangan Indonesia dalam dua putaran akhir BNI Ciputra Golfpreneur Tournament.
Level kompetisi skala Asian Development Tour yang kian meningkat membuat persaingan menuju dua putaran final pada ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament pekan ini menjadi lebih berat. Kemarin (24/8) batas cut-off ditentukan pada 2-under sehingga hanya ada empat wakil Merah Putih yang bisa melangkah ke dua putaran akhir.
Untuk sementara Indonesia dipimpin oleh Danny Masrin, yang kemarin menorehkan skor 2-under 70 dan mengoleksi total 7-under 137 serta berada di posisi T11. Ia terpaut enam stroke dari duo pemuncak klasemen Yuvraj Singh Sandhu (64) dari India dan pegolf China Taipei Ho Yu-cheng (65).
Bermain pada pagi hari dari hole 10, Danny tak segera menemukan momentumnya. Sejumlah putt-nya gagal mencapai lubang lantaran embun pada pagi hari membuat permukaan green tidak cukup licin. Akibatnya, ia harus puas bermain 1-over di sembilan hole pertamanya berkat dua bogey dengan satu birdie.
Tidak ingin membuyarkan target bermain di bawah 70 dalam tiap putarannya, Danny berhasil bangkit dan menciptakan tiga birdie, termasuk di hole terakhirnya.
”Di hole 8 itu putt birdie saya meleset dari jarak kurang dari semeteran, sayang sih (putt itu gagal masuk), jadi bisa finis birdie di hole 9 itu rasanya membuat finis hari ini menjadi lebih baik,” ujar Danny.
Menyinggung rencana permainannya pada hari ini, Danny mengungkapkan, ”Mungkin tergantung posisi pin. Dua hari pertama ini posisinya tidak begitu sulit, masih oke. Ada yang memungkinkan untuk main agresif, ada juga yang harus main aman,” jelasnya.
”Buat saya, supaya bisa main bagus di lapangan ini adalah mengejar (birdie) di hole-hole par 5, main even par di hole-hole par 3, dan mencari birdie di beberapa hole par 4. Kalau bisa mengikuti rencana permainan seperti itu, 5-6-under pasti bisa didapatkan, ….”
”Tapi, buat saya, supaya bisa main bagus di lapangan ini adalah mengejar (birdie) di hole-hole par 5, main even par di hole-hole par 3, dan mencari birdie di beberapa hole par 4. Kalau bisa mengikuti rencana permainan seperti itu, 5-6-under pasti bisa didapatkan, kalau speed di green juga bisa bagus.”
Syukrizal (69) dan George Gandranata (70) sama-sama menempati peringkat 18 bersama delapan pegolf lainnya, termasuk juara edisi 2016 asal Swedia Oscar Zetterwall (69).
Adapun atlet Ciputra Golfpreneur Foundation Peter Gunawan akan melakoni debutnya bermain dalam dua putaran akhir BNI Ciputra Golfpreneur Tournament.
Pegolf yang belum lama ini menjuarai gelar profesional pertamanya pada sirkuit Indonesian Tourism Golf Pro Series di Labersa Golf, Riau ini kembali menorehkan skor 71.

Bermain even par di sembilan hole pertama dengan kombinasi dua bogey dan eagle di hole 6 par 4 pendek, pegolf yang sempat mendapat status pada Alps Tour di Eropa ini membukukan dua bogey lagi di sembilan hole terakhirnya, namun berhasil memastikan tempatnya pada dua hari terakhir berkat tiga birdie, termasuk di hole terakhir.
Ho sempat berada sendirian di puncak klasemen setelah menuntaskan putaran kedua dengan bermain tanpa bogey dengan kombinasi lima birdie dan eagle. Skor 65 itu membuatnya mengumpulkan skor total 131 dalam dua putaran.
”Hari ini saya memenuhi 14 green in regulation dan total melakukan 27 putt, cukup bagus untuk bisa membuat 7-under,” tutur pegolf China Taipei, yang juga merupakan penggemar berat klub basket L.A. Lakers ini.
”Saya pikir di lapangan ini pukulan kedua sangatlah penting dengan fairway yang lebar seperti ini, jadi Anda punya peluang untuk bisa melakukan pukulan kedua dari posisi yang lebih baik sehingga pukulan kedua menjadi sangat penting.”
Selang beberapa jam kemudian, Sandhu menyamai raihan Ho. Pegolf yang juga merupakan teman baik dari bintang golf asal India Shubhankar Sharma ini bahkan membukukan skor terendah putaran kedua dengan 8-under 64.

Enam birdie di sembilan hole pertama membuatnya melejit ke jajaran atas klasemen. Ia bahkan melangkah lebih jauh dengan 8-under berkat eagle di hole 13. Meski mendapat bogey di hole 14, ia masih bisa menambah satu birdie lagi di hole 16 untuk mencatatkan skor total 13-under.
”Posisi pin di green ada di tempat-tempat yang cukup menantang, dan skor Anda bisa runyam hanya dengan satu pukulan dan kehilangan beberapa pukulan. Jadi, Anda mesti benar-benar fokus,” jelas Sandhu, merujuk pada bogey yang ia peroleh di hole 14 itu.
Sandhu mengaku terpacu oleh keberhasilan sejumlah pegolf India yang mencatatkan sejumlah sukses di seluruh dunia belakangan ini, termasuk Sharma, sahabatnya, yang belum lama ini finis di lima besar pada ajang The Open Championship.
”Secara keseluruhan, saya rasa para pemain ini sungguh menginspirasi saya untuk bermain makin dan makin baik, dan sebagai pegolf India bisa bertanding pekan ini hingga hari terakhir nanti, saya akan berjuang semaksimal mungkin untuk (menang dan) mengibarkan bendera India dan memastikan segalanya mendukung saya untuk mewujudkannya!” tandasnya.
Live scoring dan pairing pada putaran ketiga dapat diakses melalui halaman www.gtscore.com/adtciputra/public.


