Rayhan Abdul Latief mencatatkan hasil terbaik bagi Indonesia pada putaran pertama Asia-Pacific Amateur Championship 2022.

Kelima wakil Indonesia berjuang keras menghadapi beratnya tantangan di Amata Spring Country Club dalam gelaran Asia-Pacific Amateur Championship pekan ini. Dalam 18 hole pertama hari ini, Rayhan Abdul Latief memimpin skuad Merah Putih dalam perburuan meraih tampuk kehormatan pada kompetisi amatir papan atas di Asia Pasifik ini.

Tampil untuk pertama kalinya pada ajang amatir paling prestisius di Asia Pasifik ini, Rayhan membukukan skor even par 72. Skor ini membawanya ke posisi T41, tujuh stroke di belakang pimpinan klasemen sementara saat ini asal China, Jin Bo.

Bermain di lapangan yang diakui sebagai salah satu lapangan tersulit, Rayhan menunjukkan kesabarannya untuk menciptakan kesempatan, terutama setelah tak kunjung mencatatkan birdie di sembilan hole pertamanya. Alih-alih, ia malah mendapat bogey di hole 16, yang merupakan hole ketujuhnya hari ini.

Upayanya untuk mengincar momentum mulai terlihat ketika akhirnya menuai birdie pertamanya di hole 4. Namun, ia malah harus menuai bogey di hole 5 par 3.

Pegolf berusia 16 tahun ini sebenarnya berpeluang bermain under pada hari pertama. Eagle yang ia raih di salah satu hole tersulit hari itu, yaitu hole 7 par 5 membantunya mencatatkan skor 1-under. Akan tetapi, ia terpaksa kembali menorehkan bogey di hole terakhirnya, yaitu hole 9 sehingga menuntaskan 18 hole pertama dengan even par.

Skor tersebut satu stroke lebih baik daripada Jonathan Xavier Hartono. Pegolf yang bersama Rayhan ikut membela Tim Internasional pada Junior Presidents Cup bulan September 2022 lalu ini harus berjibaku untuk menorehkan skor 73 pada putaran pertamanya. Ia bahkan harus bermaina 3-over dalam empat hole pertamanya lantaran tiga kali berturut-turut mendapat bogey dari hole 2. Akan tetapi, pegolf yang akrab disapa Jojo ini mengikuti jejak Rayhan dan menciptakan eagle di hole 7 par 5.

”Pada akhirnya, ini skor 73 yang bagus.” — Jonathan Xavier Hartono.

”Saya mengawali permainan dengan buruk, sulit mengendalikan pukulan saya. Namun, akhirnya saya bisa melakukan pukulan tee yang sempurna. Hole 7 itu merupakan hole dogleg ke kanan dengan green yang sangat sulit. Permukaan di bagian depannya tinggi dan menurun ke belakang. Posisi pinnya juga berada di belakang,” jelas Jonathan menyinggung eagle yang ia raih di hole dengan green yang sempit itu.

”Saya berhasil melakukan pukulan sempurna dengan 4-iron dengan jarak sekitar 250 yard dan dibantu dorongan angin. Bolanya mendarat persis di bagian depan lalu bergulir ke belakang sekitar 3 meter.”

Meskipun tak lagi merasakan sakit setelah mengalami cedera leher, Jonathan masih belum bisa bermain sebebas sebelumnya. Ia kemudian menuntaskan sembilan hole terakhirnya dengan kombinasi tiga birdie dan tiga bogey.

”Pada akhirnya, ini skor 73 yang bagus,” tandas pegolf yang akan memulai putaran kedua besok dari peringkat T50 ini.

Adapun pemain debutan lainnya, Jordan Indra Marcello, Hayden Aldren Suhasim, dan Randy Arbenata Mohamad Bintang mencatatkan hasil yang beragam. Jordan menorehkan dua birdie dan lima bogey untuk skor 3-over 75. Hayden bermain satu stroke di belakang Jordan dengan skor 76 dengan kombinasi empat birdie, satu double bogey, dan dua birdie di hole 2 dan 6. Randy juga mencatatkan dua birdie, namun harus mendapat tujuh birdie dan satu double bogey.

Ketiga pemain ini pun harus memulai 18 hole kedua besok, masing-masing dari peringkat T63, T80, dan T97.