Tony Finau kini mengincar gelar World Golf Championships pertama dalam kariernya. Dan ia berada dalam posisi yang ideal untuk mewujudkan hal tersebut pada WGC-HSBC Champions. Dengan skor 5-under 67 pada putaran kedua yang berlangsung hari ini (26/10), Finau kini memimpin tiga stroke dari tiga pesaing terdekatnya.

Bermain dalam kondisi lapangan yang sangat berat, Finau masih berhasil mencatatkan delapan birdie, termasuk mencatatkan birdie di keempat hole par 5. Ia mendapatkan double bogey di hole 11, lalu mendapat bogey di hole 13.

“Satu hal yang saya pelajari dari permainan ini ialah Anda harus menerima hasil yang bagus bersama dengan hasil yang buruk dan terus melangkah,” ujarnya.

Pegolf yang telah memiliki satu gelar PGA TOUR, ketika menjuarai Puerto Rico Open 2016, ini menyadari bahwa ia berada di posisi yang bagus untuk meraih gelar World Golf Championships pertama, sekaligus gelar PGA TOUR keduanya. Dan ia hanya punya satu rencana saat kembali ke lapangan besok.

“Saya pikir saya akan tetap berada di mode menyerang,” ujar Finau yang sadar bahwa keunggulan tiga stroke tidak cukup untuk mengamankan peluangnya menjadi juara, terutama dengan pemain seperti Justin Rose yang berhasil membalikkan ketertinggal delapan stroke pada tahun lalu, juga menjadi salah satu ancaman bagi Finau.

“Ada banyak pemain hebat di sini yang berusaha mengejar saya. Saya harus tetap dalam mode menyerang, terus membuat birdie dan membatasi kesalahan.” Itulah resep Finau untuk menikmati putaran akhir pekan besok.

Tapi ia juga memiliki satu hal yang membuatnya benar-benar bisa menimati pertandingan yang mulai memanas ini.

“Inilah salah satu hari ketika Anda bisa dengan mudah bermain 76 atau 77 dan harus bermain dari rough sepanjang hari dan memukul tiga bola masuk air, ….” – Patrick Reed

“Saya pikir saya selalu bermain dengan antusias kapan pun saya bermain. Antusiasme itu benar-benar membantu dan sangat terbukti pada pekan ini,” ujarnya.

Tiga nama kini mengincar posisi Finau tersebut. Selain rekan senegaranya yang merupakan juara The Masters 2018 Patrick Reed, dua bintang Ryder Cup Eropa asal Inggris, Tommy Fleetwood dan sang juara bertahan Justin Rose hanya berjarak 3 stroke dari Finau.

Sheshan International Golf Club memang menunjukkan taringnya dan membuat banyak pemain top menderita. Patrick Reed mengakui hal ini setelah pada hari kedua ini ia hanya bermain even par.

“Benar-benar hari yang berat. Inilah salah satu hari ketika Anda bisa dengan mudah bermain 76 atau 77 dan harus bermain dari rough sepanjang hari dan memukul tiga bola masuk air, dan Anda tahu, bisa bersusah payah bermain even par dan hanya berjarak tiga stroke (dari Finau) untuk memainkan putaran akhir pekan, saya puas dengan posisi saya ini,” ujar Reed.

Kondisi cuaca hari ini membuat Reed lebih sulit mengendalikan bolanya. Ia menyebut hal ini sebagai perbedaan terbesar yang ia alami ketimbang ketika bermain 8-under 64 pada hari pertama kemarin (25/10).

“Itu sebabnya, jalur bola saya tidak berada pada jalur yang semestinya sehingga sulit menilai seberapa jauh jarak pukulan itu. Rasanya hari ini angin tak berembus hanya dari satu arah, seperti halnya kemarin,” ujarnya lagi.

Tidak mengherankan jika pada putaran kedua ini hanya ada dua pemain yang sanggup bermain tanpa bogey. Salah satunya ialah Justin Rose, juara FedExCup 2018, yang juga merupakan juara bertahan yang juga berhasrat untuk kembali mengangkat trofi Old Tom Morris.

“Saya berusaha agar bisa tetap tajam secara mental dan rasanya hingga akhir putaran saya berusaha untuk memecut diri sendiri ….” – Justin Rose

“Sebenarnya, saya malah tidak sadar kalau saya main tanpa bogey sampai saya mengobrol dengan sejumlah reporter. Main tanpa bogey hari ini mungkin merupakan hal paling mengesankan dalam putaran kali ini,” kata Rose.

Rose juga mengakui bahwa dalam kondisi berangin seperti hari ini, siapa pun yang ingin menghindari skor besar mesti melakukan pukulan yang solid dan menghindari angin.

“Meskipun berat, ada beberapa hole yang dimainkan lebih berat daripada kemarin dan beberapa hole dimainkan lebih mudah,” sambung Rose. “Hole-hole par 5 dimainkan lebih mudah, terutama hole 8 dan hole 2, tapi saya sendiri menemukan momentum saya untuk mendapatkan birdie.

“Saya berusaha agar bisa tetap tajam secara mental dan rasanya hingga akhir putaran saya berusaha untuk memecut diri sendiri dan terus melangkah ke depan dan melakukan berbagai keputusan bagus dan swing yang bagus.”

Adapun Tommy Fleetwood kembali bermain dengan skor 4-under 68 untuk kedua kalinya dan meramaikan tempat kedua. Fleetwood tengah berupaya meraih gelar PGA TOUR pertamanya dan posisinya kali ini membuatnya masuk dalam persaingan dengan 36 hole tersisa.

“Kalau saya bisa main seperti hari ini, saya akan merasa sangat gembira apa pun hasilnya, apa pun skornya. Tony adalah pemain hebat dan dia layak mendapat gelar juara. Ia telah melakukan banyak hal tahun ini, jadi saya tidak akan segan mengakui kualitasya jika ia menang, tapi perjalanan masih panjang. Masih ada dua putaran lagi,” ujar Fleetwood, yang bersama Francesco Molinari menjadi pasangan tersukses dalam sejarah Ryder Cup, di mana keduanya memenangkan seluruh partai yang mereka mainkan.

Pada putaran kedua tadi, hanya ada dua nama yang berhasil bermain tanpa bogey. Selain sang juara bertahan Justin Rose, Kyle Stanley juga bermain tanpa bogey. Rose bermain dengan 5-under 67 dan Stanley membukukan 3-under 69. Pada hari pertama, Stanley juga berhasil main tanpa bogey dan menjadi satu-satunya pemain yang berhasil main tanpa bogey dalam 36 hole pertama pekan ini.

Leave a comment