Sempat mempertimbangkan untuk mundur, Tom Kim mencatatkan finis terbaiknya dalam seluruh partisipasinya pada ajang Major dengan finis T2 pada The Open Championship.

Sebulan setelah finis sepuluh besar pada ajang U.S. Open, Tom Kim kembali memperbaiki catatan penampilannya pada ajang Major. Skor 4-under 67 yang ia torehkan pada hari Minggu (24/7) membantunya menuntaskan The Open Championship dengan berbagi tempat kedua dengan Sepp Straka, Jason Day, dan Jon Rahm dengan skor total 7-under 277.

Permainannya pada putaran final itu memang luar biasa dan membuat semua orang mungkin tidak yakin bahwa ia bermain dalam kondisi cedera. Sempat mengawali dengan dua bogey berturut-turut di dua hole pertamanya, Kim mencatatkan empat birdie dengan satu eagle untuk melejit ke jajaran atas klasemen.

Pemegang dua gelar PGA TOUR ini sempat mengalami cedera setelah membukukan skor 74 pada putaran pertamanya di Royal Liverpool. Sebuah insiden terjadi ketika ia pulang dari lapangan, di mana kakinya terpeleset setelah menginjak lumpur dan menyebabkan kakinya tidak hanya lecet, tapi juga membuatnya sulit berjalan.

Uniknya, dalam kondisi kaki yang demikian pula Kim memastikan melangkah ke putaran akhir pekan dengan mencatatkan skor 68 pada putaran kedua dan ketiga.

 

Tom Kim, Round 4 The Open Championship 2023.
Kondisi lapangan yang basah sempat membuat Tom Kim khawatir kembali terpeleset dan memperburuk cedera kakinya. Foto: The R&A.

 

”Saya nyaris memutuskan mundur dan tidak bermain hari ini (Jumat), lekas pulang dan ke dokter karena lukanya lumayan. Tapi tim saya mendorong saya agar terus bermain. Dan persis itulah yang saya lakukan. Pelatih kebugaran saya memberi tahu kalau kondisi kaki saya masih memungkinkan untuk terus bertanding,” jelas Kim, yang kemudian bermain dengan ekspektasi yang rendah. ”Kalau hal ini terjadi pekan lalu di Renaissance (pada Genesis Scottish Open), saya tidak akan bermain (di sini) sama sekali.”

Dalam putaran final yang diwarnai oleh angin dan hujan, Kim melanjutkan perjuangannya dan memulai hari terakhir dengan dua bogey. Bogey di hole pertama terjadi setelah pukulan tee-nya masuk ke rough, sementara di hole 2 justru pukulan keduanya yang berakhir di rough. Dua putt untuk bogey di kedua hole tersebut tidak mematahkan semangatnya, terlebih lantaran ia pun pernah menciptakan keajaiban dengan memenangkan gelar PGA TOUR keduanya—pada Wyndham Championship 2022—setelah mencatatkan quadrupple bogey di hole pertama.

Lalu permainannya mulai terlihat kembali setelah birdie di hole 4 berlanjut dengan eagle di hole 5, di mana pukulan approach-nya menyisakan jarak sekitar 3,6 meter, yang sukses ia masukkan dalam satu percobaan. Dan birdie di hole 9 menempatkan Kim di posisi 5-under. Harapannya untuk setidaknya finis sendirian di tempat kedua memang gagal ia wujudkan. Setelah menambah birdie dari hole 11 dan 15, ia hanya bisa bermain even par di tiga hole terakhirnya. Namun, penampilannya ini sudah cukup untuk memperbaiki prestasinya pada ajang The Open setelah di Royal St George tahun lalu ia hanya finis di posisi T47.

”Kondisi cedera saya sebenarnya malah jauh lebih baik hari ini. Saya melepas gipsum dan meliat kondisinya yang ternyata jauh lebih baik. Tim saya dan tim medis telah berjuang luar biasa untuk melindungi kaki saya,” ujar Kim.

 

Shubhankar Sharma, Round 4 The Open Championship 2023.
Meski hanya mencatatkan satu birdie, Shubhankar Sharma menjadi satu-satunya pegolf yang bermain tanpa bogey pada putaran final di Royal Liverpool. Foto: The R&A.

 

”Tentunya ketika memainkan hole-hole terakhir pada ajang Major ketika sedang main bagus, adrenalin pasti makin memacu dan memastikan Anda tetap fokus. Agak bagus juga bisa sedikit melupakan cedera ini …. Saya pikir permainan hari ini menjadi yang terbaik dalam tiga hari terakhir, jadi saya merasa lega.”

Penampilan memukau dengan dua kemenangan tahun lalu terbukti menciptakan harapan-harapan yang tidak tanggung dan Kim mengakui hal ini. Itu sebabnya, ia sempat mengalami periode yang menyulitkan, yang cukup terlihat dari penampilannya dalam empat turnamen ketika ia gagal lolos cut.

”Rasanya Anda mesti selalu bermain seperti itu. Memainkan lapangan-lapangan baru, banyak belajar, jadi semua itu membuat saya merasa agak frustrasi,” jelas Kim.

”Saya benar-benar harus melihat konteksnya dan terus berlatih keras supaya bisa bermain dengan lebih baik. Saya sudah mencurahkan perhatian untuk berlatih pada tahun ini, berusaha mendapatkan sensasi bersaing dalam ajang-ajang besar dan menyenangkan bisa mulai memetik buahnya.”

 

Brian Harman, Juara The Open Championship 2023.
Brian Harman menuntaskan paceklik gelar sejak 2017 dengan menjuarai The Open Championship 2023 untuk gelar Major pertama dalam kariernya. Foto: The R&A.

 

Meski akhirnya tidak menjadi wakil Asia terbaik pada gelaran The Open kali ini, Shubhankar Sharma masih bisa berbangga. Ia menjadi satu-satunya pegolf yang bermain tanpa bogey pada putaran final yang brutal di Royal Liverpool itu.

Pegolf India yang telah menjuarai dua gelar kolaborasi DP World Tour dan Asian Tour ini harus bermain ekstra sabar untuk akhirnya bisa mencatatkan satu-satunya birdie di kartu skornya. Setelah bermain even par dalam 13 hole pertamanya, pegolf yang baru genap berusia 27 tahun pada 21 Juli lalu ini sukses memasukkan putt birdie dari jarak 4,2 meter di hole 14 sehingga memberinya skor total 5-under 279 dan finis T8, memperbaiki dua penampilannya terdahulu ketika finis T51 pada 2018 dan 2019. Ini berarti ia berhak tampil pada The Open edisi ke-152 yang akan digelar di Royal Troon tahun 2024 yang akan datang.

Penampilan Sharma ini sekaligus memperbaiki prestasi terbaik yang pernah dibukukan oleh pegolf India. Prestasi terbaik sebelumnya ditorehkan Jyoti Randhawa ketika ia finis T27 pada The Open 2004.

Adapun Juara Masters 2021 Hideki Matsuyama menuntaskan The Open kali ini dengan finis T13 setelah bermain dengan skor total 3-under 281, sementara Im Sungjae (1-under 283) mencatatkan finis terbaiknya sejak mengikuti The Open pada tahun 2019 dengan finis di posisi T20. Rekan senegara Im, An Byeonghun, juga mencatatkan finis terbaiknya pada The Open dengan berada di posisi T23 dengan skor total even par 284. Satu wakil Asia lainnya, Rikuya Hoshino finis di posisi T60 dengan skor total 291.

Brian Harman memastikan mengakhiri paceklik gelarnya sejak 2017 dengan memanfaatkan keunggulan lima stroke ketika memulai putaran final dan meraih gelar Major pertamanya dengan keunggulan enam stroke setelah mencatatkan empat birdie dan tiga bogey.