Im Sungjae dan Kim Siwoo menorehkan finis terbaiknya selama mengikuti Farmers Insurance Open.

Im melakukan debutnya pada ajang Farmers Insurance Open ini pada tahun 2019 dan hanya finis di peringkat T52 setelah membukukan 4-under 284. Posisinya membaik setahun kemudian dengan finis di peringkat T36, namun menorehkan skor total yang sama, 284. Namun, ketika memperbaiki peringkatnya pada musim 2020-2021 lalu, Im hanya bermain dengan skor 3-under 285, meskipun finis di peringkat T32.

Melihat catatan tersebut, tidaklah salah jika menyebutkan performanya pekan ini luar biasa mengangumkan, meskipun akhirnya ia tidak meraih kemenangan. Luke List berhasil keluar sebagai pemenang dan meraih gelar PGA TOUR pertamanya setelah menaklukkan Will Zalatoris dalam babak play-off.

Pada putaran final kemarin (29/1), Im sempat mengawali dengan double bogey setelah pukulan approach-nya masuk ke bunker samping green, yang kemudian memaksanya melakukan tiga putt. Ia lekas bangkit dan berhasil memperbaiki kartu skornya dengan dua birdie di hole 6 dan 9.

”Untuk lapangan ini, kesabaran dan akurasi menjadi kunci untuk mendapatkan skor yang bagus,” ujarnya kemarin.

Sayangnya, permainannya di sembilan hole berikutnya juga tidak cukup untuk meramaikan persaingan. Sebuah bogey di hole 12, dan birdie di hole 13 dan 17 membuatnya hanya bisa menorehkan skor 1-under 71 di South Course Torrey Pines ini.

Meski akhirnya gagal mempertahankan persaingan meraih posisi puncak, toh finis T6 pekan ini tak hanya memberinya finis terbaik untuk pertama kalinya dalam empat turnamen yang ia mainkan. Namun, Im juga mewujudkan prestasi terbaiknya ini dengan skor total yang jauh lebih meyakinkan ketimbang dalam tiga partisipasi terakhirnya dalam ajang ini. Skor total 13-under 275 ini sekaligus menjadi skor terendah yang pernah ia bukukan untuk turnamen ini.

Meskipun akhirnya harus puas finis di peringkat T11, Kim Siwoo juga berhasil menorehkan finis terbaiknya pada ajang yang dimainkan di Torrey Pines ini. Tiga birdie dan dua bogey juga memberinya skor 71 untuk membukukan skor total 12-under 276. Permainan pemegang tiga gelar PGA TOUR ini juga jauh lebih baik daripada empat penampilannya terdahulu; baik ketika finis T18 dengan skor 2-over 290 pada tahun 2016, maupun ketika finis 8-under 280 di posisi T29 pada tahun 2019.

 

 

Adapun Hideki Matsuyama, yang baru saja menyamai rekor delapan kemenangan yang selama lebih dari satu dasawarsa dipegang oleh K.J. Choi, finis di peringkat T30 setelah membukukan skor 68.

Sedangkan Juara Indonesian Masters 2014 Anirban Lahiri masih berjuang untuk menampilkan konsistensi permainan yang sempat membawanya menjadi No.1 Asian Tour. Kemarin ia kembali membukukan skor 70 dan finis di peringkat T46.

List Raih Gelar Perdana, Zalatoris Masih Tunda Kemenangan
Luke List dan Will Zalatoris harus melanjutkan pertandingan ke babak play-off, setelah keduanya sama-sama membukukan skor total 15-under. List menampilkan permainan yang solid untuk memaksakan hole tambahan dengan skor 66, sementara Zalatoris hanya bermain 1-under 71.

Tak butuh waktu terlalu lama untuk memastikan pemenang. Birdie di hole tambahan pertama, yang dimainkan di hole 18 par 5, memberi kemenangan pertama bagi List. Kemenangan ini ia raih setelah memainkan 207 turnamen PGA TOUR sejak beralih profesional pada tahun 2007.

”Saya berusaha untuk memaksakan play-off. Ada begitu banyak pemain tangguh, Jon Rahm punya sejarah yang luar biasa di sini. Saya melihatnya membukukan birdie di hole 17 dan saya berpikir, nah ia melakukannya ’kan, ia bakal mendapat birdie lagi di hole 18. Saya tak melihatnya mendapat par, tapi saya berusaha menghindari kejaran mereka. Saya bermain luar biasa hari ini, jadi saya sangat gembira apapun hasilnya,” tutur List.

”Masih ada begitu banyak emosi yang berkelebat dalam benak saya, tapi bisa meraih kemenangan pertama jelas memberi rasa lega. Namun, saya merasa sangat gembira dengan betapa saya bisa tetap positif. Bisa masuk play-off dan melakukan pukulan tee yang bagus, dan kemudian mendapat posisi yang kurang begitu ideal, saya terus memberi tahu diri sendiri kalau saya masih bisa mendapat birdie dari sana dan saya bisa mewujudkannya dengan melakukan pukulan ketiga yang solid.”

Sementara itu, meskipun gagal meraih kemenangan pertamanya, Zalatoris mengaku tidak memiliki penyesalan sama sekali. ”Saya berpkir saya sudah bertarung habis-habisan sepanjang hari dan menangani diri saya dengan baik. Tentulah saya punya kesempatan, tapi inilah sifat dari olahraga ini. Meraih kemenangan itu sulit, tak diragukan lagi,” ujarnya.