Bermain gemilang dan menutup putaran ketiga dengan sebuah birdie. Rasanya tidak ada yang lebih baik daripada kedua hal tersebut bagi Yoshinori Fujimoto. Pegolf asal Jepang ini bermain dengan skor 5-under 66, dengan menorehkan birdie di hole terakhir untuk menempatkan dirinya di puncak klasemen sementara SMBC Singapore Open dengan 13-under 200.

Skor totalnya itu memberinya keunggulan satu stroke dari pegolf Thailand Jazz Janewattananond dan pegolf Inggris Matthew Fitzpatrick, yang masing-masing tadi (19/1) membukukan skor 65 dan 66.

Seakan paham konsekuensi bermain di Sentosa Golf Club, Serapong Course pada bulan Januari, Fujimoto tampaknya juga telah mempersiapkan kondisi fisiknya untuk bertanding pekan ini. Pada hari ketiga ini, ia bahkan harus terlebih dahulu menuntaskan 11 hole dari putaran kedua. Ia menuntaskan putaran keduanya dengan kembali membukukan skor 4-under 67, yang membantunya mengambil alih pimpinan klasemen dari Poom Saksansin dan Paul Casey.

Fujimoto menyebut pukulannya yang relatif lurus sejak putaran pertama menjadi kunci keberhasilannya merebut posisi teratas. Pegolf yang merupakan kakak kelas dari Hideki Matsuyama di Universitas Tohoku Fukushi ini, berniat untuk menuntaskan pekan ini dengan memenangkan ajang yang disokong oleh Asian Tour dan Japan Golf Tour Organization ini.

“Sejak putaran pertama, kebanyakan pukulan saya lurus, jadi itulah yang membantu saya memperoleh skor yang bagus.” – Yoshinori Fujimoto

“Saya senang bisa menyelesaikan putaran ketiga. Saya tak berpikir bisa menuntaskan putaran ketiga ini saat mulai memainkan sembilan hole pertama. Sejak putaran pertama, kebanyakan pukulan saya lurus, jadi itulah yang membantu saya memperoleh skor yang bagus. Rasanya lelah sekali, tapi pada saat yang sama saya menikmati bermain bersama para pemain internasional di sini,” tutur Fujimoto.

“Sangat menyenangkan bisa meraih hasil yang bagus, yaitu menjuarai turnamen karena kami semua bermain golf untuk menang. Semua pemain bagus ada di jajaran atas, tapi saya ingin menikmati dan menunjukka permainan golf yang bagus kepada para penonton.”

Fujimoto punya alasan bagus untuk berusaha menang besok (20/1). Keluarganya yang mendukungnya dari Jepang menjadi motivasi baginya untuk bisa membawa pulang trofi.

“Sudah cukup lama sejak terakhir saya mencicipi gelar juara. Saya senang saat ini berada di posisi yang bagus untuk melakukannya,” ujar pegolf yang telah meraih dua kemenangan pada JGTO ini.

Tapi Fujimoto mesti berjuang habis-habisan, mengingat Jazz dan Fitzpatrick pun masih berada di posisi yang juga tak kalah bagus untuk mengawali tahun 2019 ini dengan sebuah gelar juara.

Jazz Janewattananond bertekad untuk kembali bermain pada The Open Championship dengan bermaksud finis di posisi terbaik dan meraih satu dari empat spot untuk menuju Royal Portrush. Foto: Asian Tour

Mengingat SMBC Singapore Open ini termasuk turnamen kualifikasi menuju The Open Championship tahun ini, banyak pemain yang juga berharap untuk bisa finis di tempat terbaik dan meraih satu dari hanya empat tiket menuju ajang Major tertua di dunia tersebut. Bahkan, itulah pula alasan mengapa pemain sekaliber Davis Love III rela terbang jauh-jauh ke Singapura.

Motivasi serupa juga menjadi tenaga penggerak bagi Jazz. Tahun lalu ia berhasil finis T4 dan berhasil melakoni debutnya di Carnoustie. Kali ini ia makin menunjukkan kemampuannya sebagai salah satu pemain top Asia. Pada putaran ketiga tadi, ia membukukan skor 65 dan membuka peluang untuk kembali bermain pada ajang Major tersebut.

“Saya sungguh berharap bisa mendapat satu dari empat spot untuk The Open. Itulah target saya sekarang,” ujar pegolf berusia 23 tahun ini. “Semua orang ingin menang besok. Saya juga ingin menang, tapi ada banyak pemain yang sangat bagus di lapangan. Kalau saya terus menegaskan keinginan untuk menang ini, saya malah akan memberi tekanan buat diri sendiri. Jadi, saya hanya ingin memainkan permainan saya dan terus melakukan pukulan yang bagus dan berusaha mengamankan satu dari empat spot The Open.”

Satu stroke di belakang duo Jazz dan Fitzpatrick, tiga nama juga mengincar gelar juara. Chapchai nirat (Thailand), Mun Doyeob (Korea), dan Paul Casey (Inggris) sama-sama menorehkan skor total 10-under 203. Sementara itu, Poom Saksansin juga masih menjaga peluangnya meskipun ia berada empat stroke di belakang Fujimoto.

Leave a comment