Galih Ananta Wiratno mengungguli para pegolf profesional dalam gelaran Indonesian Tourism Golf Pro Series (ITGPS) di Jakarta Golf Club.
Bermain di lapangan yang menjadi tempatnya bertumbuh sebagai atlet terbukti memberi keunggulan bagi Galih Ananta Wiratno. Pegolf muda berusia 15 tahun ini menikmati putaran pertama dengan torehan dua birdie dan satu eagle dengan dua bogey sehingga memuncaki klasemen dengan skor 69.
Pegolf senior Jamel Ondo dan Moch. Seandy Alfaraby tampil sebagai pesaing terdekat bagi Galih. Keduanya sama-sama bermain dengan skor 70 di Jakarta Golf Club, yang dimainkan sebagai lapangan 71 par.
Galih memulai permainannya dengan langsung menciptakan birdie di hole 1, dan membayar bogey di hole 3 dengan menciptakan eagle di hole 6 par 4.
Sayangnya, momentum tersebut tak memberinya birdie tambahan. Malah setelah sembilan hole berturut-turut hanya mencatatkan par, ia harus mendapat bogey keduanya hari ini di hole 16 par 3. Beruntung ia bisa menuntaskan putaran pertama dengan birdie keduanya di hole 17 untuk mengungguli para pegolf profesional.
Jamel justru menunjukkan permainan yang luar biasa sebagai salah satu pegolf dengan jam terbang yang tinggi. Meski hanya bermain 1-over di sembilan hole pertamanya, ia menorehkan empat birdie di sembilan hole terakhir, termasuk tiga birdie berturut-turut. Sayangnya, ia juga mencatatkan bogey di hole 3 dan 6 sehingga hanya bisa bermain dengan 1-under.

Seperti halnya Jamel yang bermain dari hole 10, Seandy juga harus mengalami kesulitan bermain di sembilan hole kedua di Rawamangun. Setelah hanya bisa bermain 2-over lantaran bogey di hole 15 dan 16, ia memperbaiki catatan skornya dengan menorehkan empat birdie di enam hole pertama sembilan hole terakhirnya. Ia malah berpeluang untuk menuntaskan putaran pertama dengan skor 69 kalau saja tidak mendapat double bogey di hole 7. Namun, birdie di hole terakhir akan memberinya dorongan untuk memulai putaran kedua besok (30/8).
Asep Saefulloh menjadi pegolf keempat yang menuntaskan putaran pertama tanpa bermain over par. Enam birdie yang ia torehkan harus kandas oleh tiga bogey dan satu triple bogey di hole 6 par 4.
Tiga pegolf lainnya, pegolf Afrika Selatan Hanbo Lee, Rory Hie, dan Hendri Nasim sama-sama menorehkan skor 72 dan terpaut tiga stroke dari Galih.
Sementara itu, Danny Masrin yang baru menjadi pegolf profesional terbaik Indonesia pada gelaran BNI Ciputra Golfpreneur Tournament hari Sabtu (26/8) lalu harus memulai pekan ini dengan skor 2-over dan berbagi peringkat 8 dengan tiga pegolf lainnya.
”Saya sangat ingin memenangkan ITGPS ini. Sudah beberapa kali saya hampir menang, tapi belum juga berhasil,” ujarnya.
Dengan absennya nama-nama, seperti pemegang tiga gelar Asian Development Tour Naraajie Emerald Ramadhan Putra, pemegang lima gelar ITGPS Jonathan Wijono, Juara The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura Kevin Caesario Akbar serta Juara ITGPS Seri 10 Peter Gunawan—bersama Joshua Andrew Wirawan dan Fadhli Rahman Soetarso yang tengah berada di Vietnam untuk mengikuti ajang Asian Development Tour, BRG Open Golf Championship Da Nang—kompetisi di Rawamangun sedikit berkurang, namun bakal tetap sengit mengingat siapa pun bisa keluar sebagai pemenang.


