Determinasi ditampilkan oleh pegolf AS Luke Kwon untuk menjuarai ajang PGA TOUR Series-China, Qinhuangdao Championship dengan cara yang dramatis. Pegolf berusia 26 tahun ini memastikan gelar pertamanya di China dengan keunggulan satu stroke dari pegolf Kanada Myles Creighton.

Kwon menjadi pengejar yang baik ketika memulai putaran final tadi. Tertinggal empat stroke dari pegolf China Taipei Wang Weihsuan, dengan segera ia berhasil menempatkan dirinya di jajaran teratas klasemen setelah menorehkan 8-under dalam 13 hole di Qinhuangdao Poly Golf Club.

Namun, lima hole berikutnya pun menjadi persaingan yang sangat ketat, setelah ia mendapat boget di hole 14. Meskipun masih memimpin satu stroke, double bogey di hole 16 membuatnya justru tertinggal di belakang Creighton, yang berusaha menjadi pegolf Kanada kedua setelah Richard Jung yang meraih kemenangan.

Dalam posisi tertekan seperti ini, Kwon menunjukkan bahwa ia bisa mengatasi situasi yang kritis dengan solid. Di hole 17, ia berhasil memasukkan birdie dari jarak 30 kaki, sebelum akhirnya menutup turnamen ini dengan birdie di hole terakhir dari jarak tujuh kaki.

“Saya benar-benar membutuhkan birdie di hole 17 itu. Saya sebenarnya merasa tak lagi bersemangat dan menghadapi putt jarak jauh dari sekitar 30 kaki, dan ternyata putt itu berhasil masuk,” ujar Kwon. “Pekan ini putting saya memang sedang bagus, dan syukurlah permainan saya kembali terselamatkan, dan berhasil memasukkan putt penting pada akhirnya.”

“Tugas yang tidak mudah (untuk bisa menyamai Charlie Saxon), tapi saya tidak keberatan untuk meniru langkahnya.” – Luke Kwon

Tidak mengherankan melihatnya berhasil menunjukkan kemampuan adaptasi yang bagus. Lahir di Seoul, Korea Selatan, Kwon kemudian pindah ke Auckland, Selandia Baru dari usia 2-8 tahun. Ia kemudian pindah ke Dallas, Texas sebelum kuliah di University of Oklahoma. Di universitas ini pula ia bermain dengan sesama pemain Tour, Max McGreevy dan pemegang rekor hadiah uang terbanyak PGA TOUR Series-China Charlie Saxon.

Kwon melakoni debutnya di China pada Macau Championship pada akhir 2018 lalu. Kini ia memiliki status sebagai juara Tour.

“Saya merasa sangat bersemangat dan gembira bisa menuntaskan permainan. Saya merasa gugup menjelang hole-hole terakhir, tapi jelas merasa sangat senang bisa menuntaskannya dan kemenangan ini jelas sangat berarti buat saya,” katanya lagi.

Meski berasal dari universitas yang sama, Kwon merasa belum pantas untuk bisa disejajarkan dengan Saxon.

“Tugas yang tidak mudah (untuk bisa menyamai Saxon), tapi saya tidak keberatan untuk meniru (langkah) dia. Dia teman baik saya, dan kami sering bermain bersama di kampus. Ia bermain sangat bagus di sini dan semoga saya bisa menyamai dia suatu hari nanti.”

Meski harus kecewa karena gagal menang, Myles Creighton berhasil memperbaiki prestasinya dengan finis sebagai runner-up setelah T9 pada Beijing Championship sepekan yang lalu. Foto: PGA TOUR Series-China/Liu Zhuang.

Kemenangan pekan ini praktis membawa Kwon untuk menempati peringkat empat pada Order of Merit dengan total RMB345.093. Rekan senegaranya, David Kocher masih memegang posisi teratas dengan RMB431.080.

Sementara itu, Creighton harus mengalami kekecewaan pekan ini. Setelah finis T9 pada Beijing Championship pekan lalu, berada di peringkat T2 dan tidak menang jelas menyakitkan.

“Di hole 17 saya melakukan putt terbaik saya pekan ini dan kelihatannya putt itu tidak bakal meleset. Ternyata pada akhirnya putt itu justru menghampiri sisi atas dan kemudian memantul keluar. Tak banyak yang bisa saya lakukan lagi,” keluh Creighton.

“Tapi menyenangkan juga bisa membuktikan diri bahwa saya bisa bermain dan membukukan putaran yang bagus. Pekan lalu saya tertinggal dua stroke, dan saya kemudian harus main 2-over pada putaran terakhir, jadi saya ingin menampilkan permainan yang lebih baik ketimbang pekan lalu.”

Dan jelas ia berhasil membuktikannya.

Leave a comment