Viera Permata Rosada dan Asa Najib Bhakti menjaga peluang tuan rumah, Mochtar dan Kristina Natalia Yoko berpeluang besar meraih medali nomor individu.

Reportase lapangan oleh Tania Putri Dzahabiyyah.

Empat provinsi dari nomor indivivdu putra, serta tiga provinsi dari nomor individu putri berpeluang meraih medali pada putaran final cabang olahraga golf Sabtu (14/9) ini. Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Riau menempatkan wakil masing-masing di jajaran atas klasemen. Adapun dari individu putri provinsi tuan rumah Sumatera Utara, DKI Jakarta, dan Bali paling berpeluang meraih medali.

Putaran kedua sempat diwarnai dengan cuaca yang mendung dan hujan rintik. Hujan yang mengguyur Kota Medan semalaman membuat Royal Sumatra Golf Course menjadi lebih becek dan menantang. Kondisi lapangan yang makin berat juga memaksa para peserta untuk lebih akurat melakukan penempatan bola. Menjelang siang, perubahan cuaca yang mendadak panas turut menguji kapasitas fisik peserta lantaran kelembaban yang kian bertambah.

Pegolf tuan rumah Viera Permata Rosada mencatatkan skor terbaik pada hari kedua. Lulusan Sam Houston State University ini menorehkan dua birdie dengan dua bogey untuk bermain even par 72. Dengan pimpinan klasemen hari pertama, Kristina Natalia Yoko dari DKI Jakarta, yang hanya bisa bermain 1-over 73, kini Ocha bakal memainkan putaran final sebagai salah satu pemuncak klasemen sementara bersama Yoko.

 

Kristina Natalia Yoko, Round 2 PON XXI.
Skor 73 pada putaran kedua menempatkan Kristina Natalia Yoko berbagi posisi teratas dengan Viera Permata Rosada. Foto: Dede Indra Susanto.

 

”Permainan hari ini cukup menantang, jadi tidak boleh lengah sedikit pun, harus tetap fokus,” tutur Yoko, yang kartu skornya diwarnai oleh dua birdie dengan tiga bogey.

Sementara itu, Ocha, yang menjadi pesaing terdekatnya justru mengaku bermain dengan tekanan yang lebih tinggi pada putaran kedua tersebut lantaran ”setiap pemain tidak cuma memikirkan diri sendiri, tetapi juga seluruh tim,” ujar Ocha. Memang, selain nomor individu, tiga hari pertama ini juga sangat menentukan untuk nomor beregu putra dan putri.

Pegolf DKI Jakarta lainnya, Sania Talita Wahyudi, menjadi pesaing terdekat bagi Ocha dan Yoko untuk meraih medali emas. Mahasiswi Universitas Pertamina ini mengemas skor total 3-over 147 setelah membukukan skor 74.

Adapun wakil Bali Meva Helina Schmit (73), yang hanya terpaut tiga stroke dari Ocha dan Yoko, bakal membutuhkan kemampuan terbaiknya untuk meramaikan persaingan pada putaran final nomor individu.

Dari nomor individu putra, pegolf senior Mochtar dari Kalimantan Timur malah sukses mencatatkan salah satu dari hanya tiga skor 68 yang tercipta pada putaran kedua. Mochtar langsung bermain 3-under berkat tiga birdie di empat hole pertamanya. Bogey di hole 6 ternyata tidak cukup menghambat permainannya. Pasalnya, ia kembali mencatatkan tiga birdie di sembilan hole terakhirnya. Sayangnya, di hole terakhir ia justru terpaksa mencatatkan bogey keduanya sehingga hanya memiliki keunggulan dua stroke dari wakil DKI Jakarta, Gabriel Hansel Hari.

 

Mochtar, Round 2 PON XXI.
Pegolf Kalimantan Timur Mochtar memuncaki klasemen putra dengan skor total 6-under 138. Foto: Dede Indra Susanto.

 

Bersama Mochtar, Hansel menjadi pegolf lain yang sanggup bermain under dalam dua putaran. Pada 18 hole keduanya itu, Hansel sukses memanfaatkan kesempatan di hole 1, 9, 10, dan 15 untuk menciptakan birdie, meskipun ia juga harus membukukan tiga bogey.

Rekan seprovinsi Hansel, Kentaro Nanayama menjadi pegolf kedua yang menorehkan skor 68 dan kini duduk di posisi T3 bersama pegolf tuan rumah Asa Najib Bhakti. Keduanya sama-sama mencatatkan skor 2-under 142.

Anugerah Baginda Harahap dari Riau juga membukukan skor 68 untuk membuka peluang meraih medali pada putaran final. Bersama atlet DKI Jakarta lainnya, M. Rifqi Alam Ramadhan, ia kini menduduki posisi T5 dengan skor total 143.

Dari nomor beregu, DKI Jakarta memimpin di kategori putra dan putri. Masing-masing tim mencatatkan skor 429 dan 292. Mereka mengungguli tim tuan rumah, di mana tim putri Sumatera Utara baru mencatatkan skor total 301, sedangkan tim putra mereka membukukan skor total 436. Tim putri Jawa Barat menduduki tempat ketiga dengan raihan 301 lantaran skor putaran kedua mereka tidak lebih baik daripada tim tuan rumah. Adapun Tim Kalimantan Timur mencatatkan skor total 438 untuk menduduki tempat ketiga nomor beregu putra.

Jika nomor beregu putri diambil dari dua skor terbaik dari tiga pemain dalam satu tim, nomor beregu putra didasarkan pada tiga skor terbaik dari empat anggota tim.