Keita Nakajima mewujudkan gelar JGTO pertamanya sebagai pegolf profesional usai menaklukkan Takumi Kanaya lewat babak play-off ajang ASO Iizuka Challenged Golf Tournament.

Setelah dua kali finis di tempat kedua, akhirnya Keita Nakajima menuntaskan tugasnya dengan kemenangan. Birdie yang ia torehkan di hole play-off kedua membantunya mengalahkan Takumi Kanaya untuk memenangkan ASO Iizuka Challenged Golf Tournament.

Pegolf berusia 22 tahun ini mengawali putaran finalnya dengan tertinggal tiga stroke dari Kanaya, namun justru berhasil memaksa seniornya itu memasuki babak play-off setelah keduanya sama-sama mencatatkan skor total 29-under 259. Nakajima menorehkan skor 7-under 65 untuk melanjutkan duel dengan Kanaya.

Permainan Kanaya, yang baru pekan lalu menjuarai BMW Japan Golf Tour Championship Mori Building Cup, sebenarnya tidaklah buruk. Ia mencatatkan skor 68 dan bermain tanpa bogey. Namun, skor tersebut hanya bisa membawanya memainkan dua hole tambahan, sampai akhirnya harus mengakui kemenangan Nakajima.

Bagi Nakajima, kemenangan ini memberinya gelar Japan Golf Tour Organization (JGTO) kedua, namun menjadi gelar pertama yang ia menangkan sebagai pegolf profesional, setahun setelah ia memutuskan beralih status. Gelar pertamanya ia raih pada ajang Panasonic Open 2021.

”Setelah beralih profesional, saya tidak memiliki permainan yang bagus untuk sementara, dan saya melihat para pemain dari generasi saya sudah menang lebih dulu. Namun, saya tidak merasa cemas, dan yakin kalau saya terus memainkan permainan saya, saya bisa menang.” — Keita Nakajima.

”Saya merasa sangat senang. Menang dalam babak play-off melawan Kanaya setelah bertarung sengit pada hari terakhir membuat kemenangan ini jauh lebih terasa manis. Perasaan ini tidak bisa saya ungkapkan dalam kata-kata,” tutur Nakajima.

Dua pekan sebelum menuju Aso Iizuka Golf Club, Nakajima hanya bisa melihat pemain lain meraih kemenangan. Pertama terjadi pada ajang Gateway to the Open Mizuno Open, yang kala itu dimenangkan oleh Kensei Hirata. Lalu pekan lalu ia juga hanya bisa menyaksikan Kanaya mengangkat trofi BMW Japan Golf Tour Championship Mori Building Cup.

”Tidak ada bedanya (ketimbang ketika menang sebagai amatir). Hasil permainan ini tidaklah berubah, dan saya yakin kalau orang yang bisa bermain dengan baiklah yang bakal menang, jadi dalam hal ini tidak ada yang berubah).

”Setelah beralih profesional, saya tidak memiliki permainan yang bagus untuk sementara, dan saya melihat para pemain dari generasi saya sudah menang lebih dulu. Namun, saya tidak merasa cemas, dan yakin kalau saya terus memainkan permainan saya, saya bisa menang. Saya bisa mewujudkannya dengan dukungan dan pemahaman dari keluarga saya, pelatih fisik, pelatih golf, dan staf pendukung lainnya.”

Permainan cemerlang di sembilan hole pertama terbukti menjadi salah satu kunci yang membuatnya mampu mengejar skor Kanaya. Setelah eagle di hole 1 par 5, ia menuai tiga birdie lagi melalui hole 3, 7, dan 9 untuk menyamakan posisinya dengan skor milik Kanaya.

”Bisa menuntaskan turnamen empat hari dengan 29-uder sudah membuat saya puas dengan seluruh penampilan saya.” — Takumi Kanaya.

Kanaya sendiri sempat mendapat birdie di hole-hole awal, yaitu dari hole 1 dan 3, namun tak lagi melakukannya di sembilan hole pertama itu. Ia baru bisa mendapatkan birdie ketiganya dari hole 14, sampai akhirnya Nakajima berhasil mengambil alih posisi lewat birdie di hole 15.

Peluang Nakajima sempat meredup setelah ia mendapat bogey di hole 17, sedangkan Kanaya mencatatkan birdie keempatnya dari hole yang sama. Namun, Nakajima berhasil menciptakan birdie di hole terakhir sehingga keduanya harus memainkan hole tambahan. Dan setelah sempat sama-sama mencatatkan par di hole play-off pertama mereka, yang dimainkan di hole 18 par 4, Nakajima akhirnya sukses mewujudkan kemenangan berkat birdie di hole play-off kedua.

”Saya sudah bersiap untuk bersaing sengit, dan asya pikir saya bisa mencurahkan hati saya ke tiap swing, satu demi satu swing,” tutur Nakajima.

Meskipun akhirnya kalah setelah tampil dominan dalam tiga putaran pertama, Kanaya masih mengaku puas bisa menuntaskan pekan ini di posisi yang layak dibanggakan.

”Bisa menuntaskan turnamen empat hari dengan 29-uder sudah membuat saya puas dengan seluruh penampilan saya. Tidak ada lagi yang bisa saya ungkapkan,” ujarnya. ”Nakajima telah menampilkan performa yang sungguh mengagumkan hari ini. Dia bermain sangat baik dalam babak play-off, jadi kredit buatnya dan dia layak mendapatkan kemenangan itu.”