Jawara Major Brooke Henderson dan Danielle Kang siap menghadapi para pemain muda pada ajang HSBC Women’s World Championship yang akan datang.

Sebagai salah satu ajang golf premium pada sirkuit internasional, HSBC Women’s World Championship akan sekali lagi menampilkan bakat-bakat terdepan dalam olahraga golf ini ketika LPGA Tour kembali ke Singapura dalam sebulan mendatang.

Ajang yang bertajuk Major-nya Asia dan akan digelar mulai tanggal 3-6 Maret 2022 dipastikan diikuti oleh sembilan dari sepuluh pegolf terbaik di dunuia. Mereka akan bersaing dengan sejumlah nama yang tak asing lagi, plus dengan sejumlah pemain muda berbakat.

Dari Amerika Utara, Brooke Henderson asal Kanada dan Danielle Kang asal Amerika Serikat dipastikan tampil di Sentosa Golf Club. Dua juara Major ini akan mendapati lapangan di Sentosa itu sebagai panggung yang sempurna untuk mengawali tahun ini dengan sebuah kemenangan. Terutama mengingat keduanya harus puas finis di belakang Michelle Wie pada edisi 2018.

Pada musim 2021 lalu, Henderson berhasil finis di sepuluh besar sebanyak tujuh kali. Ia juga meraih gelar LPGA ke-10 dengan menjuarai LA Open. ”Saya tak sabar untuk kembali ke Singapura dan bermain pada ajang HSBC Women’s World Championship. Sudah tiga tahun sejak terakhir saya mengikuti turnamen ini, tapi lapangan di sana memang luar biasa dan salah satu kejuaraan terbaik yang bisa kami dapatkan pada LPGA Tour. Saya tahu bagaimana semua pemain sangat puas melihatnya kembali dalam jadwal tahun ini, jadi terima kasih untuk semua orang di sana yang mewujudkan hal ini. kami sungguh menghargainya!”

Yuka Saso dari Filipina dan Nasa Hataoka asal Jepang, yang masng-masing berusia 20 dan 23 tahun bakal menjadi bagian dari generasi muda yang siap menghadapi tantangan para pemain senior. Sementara itu, duo Thailand Patty Tavatanakit (22) dan Atthaya Thitikul (18) akan menjadi harapan dari para penggemar Thailand untuk berburu gelar.

”Saya memang tumbuh di Filipina, dan meskipun Singapura bukan rumah saya, tapi sudah pasti terasa dekat dengan rumah.” — Yuka Saso.

Hataoka telah meraih lima kemenangan, sementara Saso tak hanya enam kali finis di sepuluh besar, tapi juga meraih Major pertamanya pada ajang U.S. Women’s Open dalam musim perdananya pada LPGA. Bagi pegolf Filipina itu, HSBC Women’s World Championship kali ini akan menjadi keikutsertaan pertamanya, meski bukan pertama kalinya ia bermain di Tanjong Course. Tahun 2019 lalu ia sempat bersaing dengan tiga pemain lainnya pada ajang Women’s Amateur Asia-Pacific 2018, yang akhirnya dimenangkan oleh Thitikul, yang kala itu baru berusia 15 tahun.

”Saya sangat menantikan perjalanan menuju Singapura dan bermain pada HSBC Women’s World Championship untuk pertama kalinya. Saya memang tumbuh di Filipina, dan meskipun Singapura bukan rumah saya, tapi sudah pasti terasa dekat dengan rumah. Saya sudah mengetahui lapangannya dengan baik ketika memainkannya saat masih amatir tahun 2018, jadi saya berharap bisa bermain dengan baik dan mengupayakan hasil yang bagus.”

Tavatanakit sendiri telah menorehkan prestasi besar sejak bergabung dengan LPGA Tour tahun 2020. Tahun lalu ia menjuarai ANA Inspiration sebagai gelar LPGA pertama, sekaligus Major pertamanya. Ia akan ditemani oleh kakak-beradik Jutanugarn, Ariya dan Moriya.

Selain mereka, pegolf Korea Kim Seiyoung, yang sejauh ini telah mengemas 12 gelar sejak debutnya pada LPGA Tour tahun 2015 lalu juga akan meramaikan persaingan bulan Maret nanti. Pegolf No.5 Dunia ini dipastikan mengincar kemenangan di Singapura.

Sedangkan pegolf Australia Minjee Lee akan kembali ke Sentosa, kali ini dalam status Juara Major, menyusul keberhasilannya menjuarai Amundi Evian Championship 2021. Sejak menerima undangan sponsor pada tahun 2015 silam, wanita yang kini berperingkat 6 Dunia ini telah membuktikan kualitas permainannya. Setelah finis di tempat kedua pada tahun 2019, tentulah ia berharap bisa menang kali ini.

 

Patty Tavatanakit.
Bintang muda Thailand Patty Tavatanakit menjadi salah satu bintang muda yang siap bersaing di Tanjong Course, Sentosa Golf Club. Foto: Getty Images.

 

”HSBC Women’s World Championship merupakan salah satu ajang besar pada Tour dan satu ajang yang selalu memberikan kenangan menyenangkan bagi saya, entah itu bermain sebagai pemain undangan untuk pertama kalinya sebagai debutan atau sejumlah hasil bagus yang saya raih beberapa tahun terakhir. Sangat disayangkan kalau para penggemar dari klub di negara saya tak bisa hadir dari Perth, tapi ini turnamen besar yang ada dalam jadwal Tour. Saya tak sabar untuk kembali ke sana,” ujar Lee.

Sekali Lagi Tanpa Penonton
Sekali lagi, ajang ini harus dimainkan dalam protokol COVID-19. IMG selaku penyelenggara juga bakal terus bekerja sama dengan pihak berwenang di Singapura. Dan ini berarti sekali lagi ajang ini takkan bisa disaksikan oleh para penggemar, yang kerap meramaikan dan meriuhkan lapangan.

”Kami sangat senang melihat kembalinya HSBC Women’s World Championship ke Singapura pada bulan Maret ini. Turnamen tahun lalu memainkan peranan yang penting dalam mengembalikan golf ke wilayah ini dan meskipun kami merasakan kekecewaan para penggemar bahwa edisi 2022 ini akan sekali lagi hanya bisa dihadiri pengunjung secara terbatas, kami berharap masyarakat golf di Singapura masih bisa berbangga melihat kembalinya turnamen prestisius ini ke Sentosa,” ujar Grant Slack, EVP & Managing Director Golf Events IMG.

”Sekali lagi ajang ini diikuti oleh para peserta yang sangat tangguh dan kami sangat puas melihat beberapa pemain terbaik dunia yang sgekali lagi akan menuju Singapura. Saya ingin berterima kasih kepada semua mitra kami untuk dukungan mereka yang berkelanjutan dan terutama kepada sponsor utama kami, HSBC, kepada Sentosa Golf Club, Singapore Tourism Board, dan mitra-mitra kami pada LPGA Tour.”

Kejuaraan yang akan memainkan 72 hole ini kembali dimainkan di Tanjong Course di Sentosa Golf Club dengan penyelenggaraan kali ini menjadi yang kesembilan kalinya di adakan di lapangan tersebut. Sentosa Golf Club sendiri terus mempertahankan statusnya sebagai lapangan golf dengan inisiatif lingkungan yang berkelanjutannya. Tidaklah mengherankan jika mereka kembali meraih predikat World’s Best Eco-Friendly Golf Facility.