Shannon Tan memenangkan edisi perdana Singapore Ladies Masters dengan birdie di hole terakhir.
Pegolf amatir Shannon Tan menciptakan sejarah dengan menjadi pegolf Singapura pertama yang memenangkan ajang China Ladies Professional Golf Association (CLPGA). Dalam gelaran perdana Singapore Ladies Masters yang berakhir Sabtu (8/7) kemarin, Tan memastikan kemenangan ini dengan membukukan skor total 10-under 206.
Bermain di Laguna National Golf Resort Club, Tan menampilkan permainan terbaiknya sepanjang pekan dengan skor 6-under 66. Ia hanya mencatatkan satu bogey dalam 18 terakhirnya itu dan menuai tujuh birdie untuk memberinya kemenangan satu stroke atas pegolf China Ji Yuai.
Tan menunjukkan kematangannya dengan bermain tenang di hole terakhir dalam posisi sama-sama menorehkan 9-under dengan Ji. Pukulan approach yang menyisakan jarak 3 meter berhasil ia maksimalkan untuk mencatatkan birdie, yang memastikan kemenangan.
Bogey di hole 17 memaksa Ji harus mendapatkan birdie di hole terakhir untuk memaksakan play-off. Sayangnya, itulah yang gagal ia lakukan sehingga memberi kemenangan bagi pegolf muda tuan rumah tersebut untuk menikmati gelar CLPGA pertamanya.

”Kemenangan ini sungguh istimewa, terutama di hadapan semua teman-teman dan keluarga yang telah mendukung saya sepanjang pekan ini,” tutur mahasiswi Texas Tech University, yang sengaja terbang dari Amerika untuk mengikuti ajang ini.
”Saya masih belum mencernanya. Saya sebenarnya tidak sadar kalau mesti memasukkan putt birdie di hole 18 itu (untuk bisa menang) dan saya justru menghadapi putt itu seperti biasanya.”
Kemenangan ini juga membuat sang ayah merasa bangga lantaran ia merasa yakin putrinya itu akan mencatatkan finis yang membanggakan pekan ini.
”Pada awal pekan, ketika Shannon memberi tahu semua orang dalam jumpa pers bahwa ia akan memenangkan turnamen ini, keraguan itu terasa. Namun, tidak buat saya. Saya percaya dia mampu dan yakin kalau dia akan main bagus dan bermain dalam potensinya,” tutur Desmond Tan.
Pendiri LLD Sports dan penyelenggara Singapore Ladies Masters Lyn Yeo menambahkan, ”Ini pekan yang luar biasa bagi golf di Singapura dan saya sendiri. Saya cukup yakin Shannon bisa menang. Ini hadiah ulang tahun terbaik buat saya karena saya tidak bisa merayakannya lantaran sibuknya persiapan untuk turnamen ini.

”Prestasi ini akan membuka berbagai pintu baginya dan kemenangannya akan menginspirasi banyak pemain bahwa hal serupa bisa dilakukan dengan dukungan yang tepat, keyakinan, dan ketekunan.”
Kemenangan Tan ini sekaligus membuat Ji harus menunda mewujudkan gelar CLPGA perdananya. Ia jelas merasa kecewa lantaran melepas peluang yang ada di hadapannya.
”Mengecewakan. Saya berusaha sebaik mungkin dan kekalahan ini terasa lebih buruk lagi ketimbang finis tempat kedua saya pada Beijing Women’s Challenge karena saya sempat memimpin dan berpeluang menang kalau saja pukulan tee saya di hole 17 itu tidak melenceng,” tutur pegolf berusia 18 tahun yang mencatatkan skor total 209 ini.
”Ini pil yang pahit, tapi begitulah golf dan saya mesti melangkah dan mengambil sisi positif dari pekan ini.”
Adapun pimpinan Order of Merit CLPGA asal Thailand Sherman Santiwiwatthanaphong menuntaskan putaran final dengan skor 2-under 70 dan berada di peringkat ketiga dengan skor total 210.


