Kazuki Higa menjadi pegolf kedua setelah Shugo Imahira yang mengangkat lebih dari satu trofi JGTO usai menjuarai BMW Japan Golf Tour Championship Mori Building Cup 2022.
Kazuki Higa menunjukkan kualitas juara. Keberhasilannya menghadapi putt penentu yang hampir sejauh 5 meter di hole terakhir memastikan gelar BMW Japan Golf Tour Championship Mori Building Cup dengan keunggulan satu stroke. Ajang ini memberinya trofi kedua pada musim ini, sekaligus membuatnya menjadi pegolf kedua setelah Shugo Imahira yang telah menang hingga dua kali pada musim ini.
Perlombaan akhirnya tertuju pada Higa dan Aguri Iwasaki hingga hole terakhir. Dengan Iwasaki harus mendapat bogey, praktis Higalah yang akhirnya keluar sebagai pemenang, lewat birdie putt di hole terakhir, yang memberinya skor 4-under 67 dan total 12-under 272 di Shishido Hills Country Club.
Tomoharu Otsuki menjadi pemain lain yang sebenarnya berpeluang menang, namun double bogey di hole 17 membuatnya harus kehilangan keunggulan dua stroke miliknya. Ia pun harus sekali lagi finis di tempat kedua. Pegolf yang bulan lalu finis T2 pada ajang The Golf Partner Pro-Am Tournament ini menorehkan skor total 273 setelah bermain dengan skor 65.
Bagi Higa, kemenangannya kali ini jelas sangat istimewa. Perjuangannya mengatasi ketertinggalan tiga stroke terbalas dengan sepasang eagle di hole 2 dan hole 15, yang sama-sama merupakan hole par 5. Birdie-nya di hole 6 ikut mendongkrak posisinya, yang terbukti cukup krusial lantaran ia harus mendapat bogey di hole 8 dan 10.

”Saya sangat senang karena target saya tahun ini ialah menjuarai ajang flagship JGTO. Saya berhasil mewujudkannya hari ini. Saya benar-benar merasa gugup ketika bersiap melakukan putt di hole terakhir itu. Badan saya bergetar, tapi saya mengingatkan diri agar tetap tenang. Perasaan setelah melihat putt itu memasukkan bola sungguh luar biasa. Saya melakukannya!” ungkap Higa.
Ajang yang memberinya gelar JGTO keempat ini tak hanya menghadiahinya hadiah sebesar ¥30 juta yen, tapi juga keanggotaan penuh untuk lima tahun ke depan. Selain itu, ia juga berhak tampil pada ajang BMW International Open di Jerman, dalam ajang DP World Tour, yang akan digelar bulan ini. Lalu pada bulan Oktober mendatang ia juga berhak ikut dalam ajang ZOZO Championship, satu-satunya ajang PGA TOUR di Jepang.
Selain rangkaian kesempatan tersebut, bulan depan ia juga akan tampil pada ajang The Open Championship setelah menjadi pegolf dengan raihan hadiah uang terbesar hingga pekan ini.
”Sungguh mimpi yang menjadi kenyataan bisa bermain pada ajang Major pertama saya lewat The Open! Saya telah menyaksikan turnamen itu lewat TV sejak bermain golf, dan sulit dipercaya kalau saya akan ke St. Andrews!” tutur pegolf berusia 27 tahun yang bulan April lalu menjuarai Kansai Open Golf Championship ini.

Jika Higa menikmati kemenangan keduanya tahun ini, pegolf Australia Anthony Quayle lagi-lagi harus menunda mengangkat trofi JGTO pertamanya. Setelah pekan lalu hanya meraih posisi kedua, pekan ini ia harus kembali mengakui ketangguhan Higa. Ia sendiri harus puas dengan skor 69 sehingga mengakhiri kejuaraan kali ini di posisi ke-4 dengan skor total 275, tiga stroke di belakang Higa.
Dengan tiga birdie yang ia raih, Quayle sempat mencatatkan 11-under hingga hole 15. Sayangnya, bogey di hole 16 memupus harapannya. ”Sayang putter saya sedikit melempem hari ini,” keluh Quayle. ”Malahan kalau tidak melakukan tiga putt di hole 16, saya masih punya sedikit kesempatan. Rasanya saya sedikit kurang beruntung hari ini, agak mirip dengan hari Minggu yang lalu (ketika keunggulan empat stroke-nya dikejar dan ia harus kalah lewat play-off).
”Saya main cukup bagus, dan sekali lagi putter saya kurang tajam. Saya tak banyak memasukkan bola (untuk birdie). Saya pikir bukannya saya tidak banyak berbuat apa-apa. Malah saya menangani keadaan dengan baik, cuma belum harinya saya, tapi yang jelas saya akan terus berjuang.”
Pegolf Amerika Todd Baek menjadi pegolf internasional terbaik kedua setelah Quayle. Ia finis di posisi T5 dengan skor total 276, berkat skor solid 67. ”Ada beberapa pukulan yang meleset di sana-sini, tapi secara keseluruhan, ini pekan yang bagus,” tutur Baek yang juga masih mengincar gelar JGTO pertamanya. ”Beberapa pekan terakhir saya bermain cukup bagus. Pukulan saya sih oke, cuma skornya kurang bagus.”
Park Eunshin (69) dan Brad Kennedy (70) melengkapi kuartet internasional di jajaran sepuluh besar pekan ini. Masing-masing finis di tempat ke-6 dan T9.
Bagi Park, penampilannya pekan ini merupakan debutnya pada JGTO musim ini, yang sekaligus menjadi salah satu penampilan terbaiknya selama berkiprah pada ajang JGTO, sekaligus menyamai prestasi terbaiknya dengan finis sendirian di tempat ke-6. Tahun 2013 ia sempat finis T10 pada ajang yang sama. Sebelumnya, ia juga sempat finis T6 pada ajang Honma Tourworld Cup 2017.


