Kazuki Higa memastikan keunggulan tipis atas Rikuya Hoshino untuk menjuarai Kansai Open Golf Championship.
Keunggulan dua stroke menjelang putaran final Kansai Open Golf Championship terbukti sangat berharga bagi Kazuki Higa. Bekal tersebut menjadi sangat krusial baginya untuk meraih kemenangan satu stroke atas juara bertahan Rikuya Hoshino, sekaligus memberinya gelar JGTO ketiga dalam karier profesionalnya.
Higa sempat memperbesar keunggulannya atas Hoshino setelah mencatatkan dua birdie berturut-turut di hole 6 dan 7. Sayangnya, birdie di hole 7 itu menjadi birdie terakhir baginya. Bogey yang ia torehkan di hole 9 masih memberi peluang bagi Hoshino untuk membalikkan keadaan.
Sembilan hole terakhir di Yomiuri Country Club itu praktis lebih berpihak kepada Hoshino ketimbang Higa. Pasalnya, meskipun masih memegang keunggulan dua stroke, sang pimpinan klasemen itu tak kunjung menciptakan birdie sama sekali. Justru Hoshinolah yang tampaknya memberi tekanan bagi pesaingnya itu. Setelah mendapat bogey di hole 12, pemegang lima gelar JGTO tersebut menorehkan dua birdie di hole 13 dan 16, yang memangkas jarak dengan Higa menjadi hanya satu stroke.
Memegang keunggulan tipis seperti itu ketika menuju hole 18, Higa berhasil menghindari bogey dan memastikan bermain even par di sembilan hole terakhir itu. Adapun Hoshino yang wajib mendapat birdie untuk setidaknya memaksakan partai play-off akhirnya harus menerima keunggulan rekan senegaranya itu. Dengan skor total 14-under 270, Higa pun memastikan kemenangan profesional ketiganya.
”Saya merasa sangat lega sekarang,” ujar Higa, yang sebelumnya menjuarai Shiego Nagashima Invitational Sega Sammu Cup (2021) dan RIZAP KBC Augusta (2019).
”Saya berbohong kalau mengaku tidak gugup. Namun, saya terus mengingatkan diri sendiri untuk bermain solid dan menghindari melakukan kesalahan. Sungguh menyenangkan bisa kembali ke jalur juara. Ini artinya permainan saya bergerak ke arah yang tepat.”
Permainan fenomenal pada putaran final tadi (17/4) justru ditampilkan oleh pegolf Aamerika Han Lee. Ia mencatatkan skor terendah pada putaran final itu berkat delapan birdie, termasuk empat birdie yang ia torehkan di lima hole terakhirnya, dan satu bogey. Skor 7-under 64 itu praktis melambungkan posisinya. Dengan skor total 9-under 275, Lee finis lima stroke di belakang Higa dan empat stroke di belakang Hoshino.
Rekan senegaranya, Todd Baek mencatatkan finis di peringkat T11 dengan 5-under 279, dengan duo Australia Andrew Evans dan Brad Kennedy finis di peringkat T19 dengan 2-under 282.


