Justin De Los Santos membukukan hole-in-one pertamanya dalam sebuah ajang JGTO, yang sekaligus membawanya ke posisi T7.

Pegolf asal Filipina Justin De Los Santos membukukan hole-in-one pertama dalam kariernya pada Japan Golf Tour Organization (JGTO). Hole-In-One ini sekaligus membawanya ke zona persaingan menuju putaran final For The Players By The Players, yang dimainkan di The Raysum.

Belum genap sejak ia membukukan skor langka albatros pada ajang ANA Open, pegolf berusia 27 tahun ini memasukkan bola dalam satu pukulan di hole 5 par 3. Hole-In-One tersebut turut membantunya mengumpulkan 11 poin pada putaran ketiga turnamen yang dimainkan dengan sistem Stableford ini. Kini ia mengumpulkan 23 poin dan berbagi posisi ke-7 bersama pegolf Amerika Han Lee. Keduanya pun akan memainkan puutaran final dengan terpaut 10 poin dari Shintaro Kobayashi, yang kini menguasai posisi teratas.

Selain hole-in-one, yang memberinya 5 poin, De Los Santos juga menorehkan lima birdie, yang ia raih dari hole 4, 8, 12, 13, dan 17. Sayangnya, ia juga mendapat double bogey di hole 14 par 4 sehingga harus kehilangan tiga poin.

”Mungkin itulah hole-in-one ke-7 yang saya raih, tapi justru yang kedua kalinya terjadi dalam sebuah turnamen,” ujar De Los Santos puas. ”Jaraknya sekitar 196 meter dengan 5-iron. Saya memukul di jalur yang sempurna, jadi saya pikir pukulan itu bakal bagus dan mendarat persis di tempat yang saya harapkan.

”Saya melihatnya menghilang dan hal berikutnya yang saya lihat ialah beberapa orang bersorak kepada saya. Saat itulah saya sadar kalau bolanya langsung masuk.”

Hole-In-One itu tampaknya cukup berhasil membuatnya mengabaikan dampak dari double bogey yang ia torehkan di hole 14 itu.

”Bagian yang menyenangkan dari format ini ialah … format ini seakan memberi lampu hijau buat saya melakukan apapun yang ingin saya coba.” — Justin De Los Santos.

”Saya bermain cukup agresif pada satu pukulan itu karena saya berusaha memukul melewati beberapa pohon, tapi pada akhirnya, pukulan saya tidak cukup tinggi,” jelasnya. ”Bagian yang menyenangkan dari format ini ialah double bogey itu membuat saya kehilangan 3 poin sebagai skor terburuk yang bisa Anda raih. Jadi, format ini juga seakan memberi lampu hijau buat saya melakukan apapun yang ingin saya coba.

”Secara keseluruhan, saya masih berada di posisi yang bagus. Semoga saya bisa memainkan putaran yang bagus lagi besok dan melihat bagaimana hasilnya.”

Tak seperti pemain asal Filipina itu, Lee harus berjuang keras untuk mempertahankan peluangnya mewujudkan gelar pertama dalam sepuluh tahun terakhir. Setelah dua kali mendapat bogey di enam hole pertama, ia membukukan empat birdie untuk meraih 6 poin.

Meskipun tertinggal 10 poin, Lee masih yakin bahwa peluang masih terbuka dan ia berniat untuk terus memberi tekanan bagi Kobayashi.

”Anda bakal butuh sedikit bantuan. Dia (Kobayashi) bermain dengan baik hari ini. Meskipun pukulannya meleset, up-and-down-nya masih sungguh luar biasa,” puji Lee. ”Namun, dengan turnamen seperti ini, di mana eagle bisa menjadi sangat berarti dan double bogey bakal menjadi sangat memberatkan, segala sesuatunya masih bisa terjadi.

”Saya akan berusaha bermain dan meraih poin sebanyak mungkin besok.”

”Saya ingin memastikan kalau saya bisa bermain lebih baik lagi. Tahun ini saya menemukan kembali sejumlah rasa percaya diri ….” — Han Lee.

Lee tidak segan mengungkapkan keinginannya meraih kemenangan, mengingat satu-satunya gelar JGTO yang ia raih, Taheiyo Masters, ia menangkan sepuluh tahun silam.

”Namun, pada saat yang sama, saya ingin memastikan kalau saya bisa bermain lebih baik lagi. Tahun ini saya menemukan kembali sejumlah rasa percaya diri saya, dan hal tersebut sangatlah vital karena percaya diri saya sempat sirna untuk sementara waktu setelah menjalani operasi.”

Kobayashi sendiri menjadi pemain yang paling berpeluang meraih kemenangan. Pasalnya, saat ini ia sudah memiliki keunggulan enam poin atas Ryuichi Oiwa dengan sisa 18 hole lagi. Tujuh birdie dan satu bogey yang ia raih hari ini membuatnya mengumpulkan 33 poin.

”Pukulan saya sepanjang hari ini solid dan banyak putt yang bagus hari ini, semuanya sempurna,” ujarnya. ”hal terpenting ialah terus bermain seperti yang sudah saya lakukan dalam tiga hari terakhir.

”Kota Annaka ini merupakan kampung halaman saya, dan saya menikmati dukungan yang sangat baik di sini, yang sangat memotivasi saya. Dukungan mereka membuat saya sangat berhasrat untuk menang pekan ini.”