Im Sungjae berniat mengulangi performanya ketika berhasil finis T2 pada Masters Tournanment edisi 2020.

Im Sungjae berharap penampilannya pada Masters Tournament, yang dimulai hari ini (7/4) memberinya keberuntungan. Pekan ini menjadi partisipasi yang ketiga kalinya bagi pegolf Korea ini.

Pegolf yang kini menempati peringkat 8 pada klasemen FedExCup ini menikmati prestasi terbaiknya ketika melakoni debut pada ajang Major ini, tatkala untuk pertama kalinya Masters Tournament dimainkan pada bulan November tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Ia finis di tempat kedua, lima stroke di belakang sang juara Dustin Johnson.

Performa memukaunya kala itu menjadi pencapaian terbaik yang pernah diraih oleh seorang pegolf Asia, sampai dalam beberapa bulan setelah itu Hideki Matsuyama sukses meraih kemenangan bersejarah di Augusta National Golf Club itu.

Seiring dengan makin mengenal Matsuyama dari kebersamaan mereka dalam Tim Internasional pada Presidents Cup 2019, Im berniat untuk kembali menjadi salah satu penantang gelar dan mengulangi performa mengagumkannya tahun 2020 itu. Keberhasilan pada pekan ini jelas bakal menghapus kekecewaannya ketika tahun lalu gagal bermain penuh dalam empat putaran.

”Ini akan menjadi Masters ketiga bagi saya. Saya sangat kaget ketika bermain pertama kali di sini dan bisa finis di tempat kedua. Untuk tahun ini, target pertama saya ialah lolos cut dengan skor yang bagus dan melihat bagaimana saya bisa melangkah dalam putaran ketiga dan keempat,” ujar pemegang dua gelar PGA TOUR ini.

”The Masters selalu menjadi ajang impian, ajang yang selalu ingin saya mainkan sejak kecil. Finis di tempat kedua saja sudah mengejutkan. Saya merasakan sedikit tekanan karena publik golf dunia melihat, tapi saya bisa mengatasinya. Secara keseluruhan pengalaman pertama itu sangat spesial.”

”Senang melihat jajaran patron kembali. Memainkan putaran latihan saja sudah terasa seperti putaran turnamen!” — Im Sungjae.

Dalam dua putaran pertama nanti Im akan bermain dengan pegolf Amerika Webb Simpson dan pegolf Australia Marc Leishman. Im sendiri ingin segera menemukan kembali performa solid yang ia tampilkan pada awal musim ini.

Ia memulai musim 2021-2022 dengan meyakinkan. Selain menjuarai Shriners Children’s Open di Las Vegas bulan Oktober 2021, ia juga tiga kali mengemas sepuluh besar dan dua kali masuk 20 besar pada bulan Januari. Namun, setelah finis T6 pada Farmers Insurance Open, ia mulai tenggelam. Praktis pencapaian terbaiknya dalam dua bulan terakhir hanyalah finis T20 pada ajang Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard bulan Maret lalu.

Setelah gugur di babak penyisihan grup pada World Golf Championships-Dell Technologies Match Play, ia memutuskan mengambil jeda dan memperbaiki permainannya. Setelah itu, ia mengaku menyukai perubahan bersejarah dari lapangan Augusta National, terutama di hole 11 dan 15, di mana pepohonan di green didesain ulang. Kembalinya seluruh jajaran tamu istimewa pada pekan ini setelah dalam dua edisi terdahulu pandemi masih menciptakan pembatasan, turut menyemangati Im.

”Kalau ada beberapa perubahan di lapangan, fairway, dan green, semua terlihat sangat murni. Lapangannya juga berada dalam kondisi yang hebat,” jelasnya. ”Pekan ini juga luar biasa, atmosfernya hebat. Senang melihat jajaran patron kembali. Memainkan putaran latihan saja sudah terasa seperti putaran turnamen!”

Im menjadi satu dari tiga pegolf Korea yang tampil pekan ini. Juara PLAYERS 2017 Kim Siwoo akan tampil untuk keenam kalinya secara berturut-turut pada ajang Major ini. Sejauh ini ia telah tiga kali finis di jajaran 25 besar, dan musim lalu finis T12 sebagai pencapaian terbaiknya. Adapun Lee Kyounghoon akan melakoni debutnya menyusul keberhasilannya menjuarai AT&T Byron Nelson 2021.

”Turnamen ini merupakan turnamen yang ingin dimainkan oleh seluruh pemain, dan salah satu ajang Major terbesar dalam golf. Saya menyaksikan Masters Tournament lewat TV sejak kecil. Jadi, saya selalu ingin bermain di sini,” tutur Kim. ”Setelah bermain beberapa kali di sini, saya pikir saya sudah sedikit lebih mengenal Augusta National, meskipun green-nya selalu sangat sulit. Saya berharap menggunakan pengalaman dan pengetahuan sebagai keuntungan saya.”