Takumi Kanaya sukses melangkah ke babak 16 besar untuk melanjutkan asa publik Asia pada WGC-Dell Technologies Match Play.
Pemain debutan asal Jepang Takumi Kanaya berhasil melanjutkan harapan Asia pada ajang World Golf Championships-Dell Technologies Match Play kemarin (25/3) waktu setempat. Pada partai terakhirnya di Grup 7, pegolf berusia 23 tahun ini berhasil mengalahkan Lucas Herbert dua kali untuk keluar sebagai juara grup dan melangkah ke putaran 16 besar.
Setelah memulai debutnya dengan kekalahan dari Xander Schauffele pada partai pertamanya, Kanaya justru bangkit dan menciptakan kejutan ketika ia menaklukkan Tony Finau, meskipun sempat tertinggal 2-down dan memastikan kemenangan 1-up di hole terakhirnya. Pada partai penentuan menghadapi Herbert, permainannya seakan berubah total dan menyuguhkan aksi penuh dominasi. Dalam 14 hole yang mereka mainkan, Kanaya mengemas lima birdie untuk meraih kemenangan.
Baik Kanaya dan Herbert sama-sama telah mengoleksi dua kemenangan sehingga harus melanjutkan duel untuk memastikan juara grup. Dan pemuda asal Hiroshima ini sukses mengamankan par setelah pukulan tee-nya melambung ke bunker fairway di hole 1 par 4. Ia kemudian memastikan tempatnya di babak 16 besar setelah Herbert gagal meraih par, meskipun melakukan putt dari jarak kurang dari semeter.
Keberhasilannya ini menjadikan Kanaya sebagai pegolf Jepang pertama setelah Hideto Tanihara (2017, finis di tempat ke-4) yang berhasil melangkah dari fase grup.
”Rasanya luar biasa. Saya senang bisa lolos dan bangga pada diri sendiri,” ujar Kanaya, yang sejak kecil mengusung mentalitas pantang menyerah ini.
Kanaya dididik oleh sang ayah, Hiroshi, untuk berjuang hingga titik darah penghabisan dan determinasinya itulah yang terlihat pada duel penentuannya dengan pegolf Australia itu. ”Ayah saya memberi tahu ketika saya masih kecil agar kapan pun itu, jangan pernah menyerah, terus berusaha, terus berusaha, terus mencoba, jangan menyerah. Dia selalu mengatakan hal itu kepada saya,” paparnya.
”Pertandingan menghadapi Tony sangat berat, jadi dalam 14 hole, saya sudah 2-down, tapi saya tidak menyerah. Saya mendorong diri sendiri untuk bermain golf dengan baik. Saya merasa sangat siap hari ini dan melakukan pukulan dengan lurus, putting dengan baik. Ada rasa percaya diri dalam diri saya,” jelas pemegang tiga gelar Japan Golf Tour ini.
”(Dalam play-off) saya memukul ke bunker dan menghadapi lie yang sulit. Saya melakukan lay up, tapi tak pernah menyia-nyiakan pukulan. Saya pikir ada sedikit peluang untuk melakukan up-and-down (untuk par) dan saya berfokus melakukannya. Saya malah berpikir kami akan beranjak ke hole berikutnya. Jelas akhir yang berat bagi Lucas, (ia terlihat mengalami) sangat banyak tekanan.”
Kini ia menikmati akhir pekan impiannya dan berharap bisa setidaknya menyamai finis di posisi terbaik yang pernah diraih Toru Taniguchi, ketika ia finis di tempat ketiga pada edisi 2001, yang sekaligus menjadi prestasi terbaik Asia pada ajang yang memperebutkan total hadiah senilai US$12 juta ini. Hari Sabtu (26/3) ini ia akan menghadapi pegolf Kanada Corey Conners, di mana pemenang dari partai ini akan melangkah ke perempat final pada siang harinya.
Kanaya akan menjadi satu-satunya wakil Asia di babak 16 besar ini, setelah Im Sungjae dan Kim Siwoo terpaksa gugur di fase grup. Kim, pemegang tiga gelar PGA TOUR, sempat menampilkan permainan luar biasa dengan menaklukkan Christiaan Bezuidenhout dari Afrika Selatan dengan skor meyakinkan, 6 dan 4, yang sekaligus memberinya kemenangan kedua. Namun, kemenangan itu tidak cukup lantaran Tyrrell Hatton memastikan keluar sebagai juara Grup 13 setelah menaklukkan pegolf Amerika Daniel Berger dengan 2-up untuk kemenangan ketiganya.
Adapun Im, harus mengalami kekalahan keduanya setelah takluk 2-down dari Juara FedExCup 2021 Patrick Cantlay di Grup 4.

