Im Sungjae menyamai rekor skor terendah Olimpiade dan membuka peluang menaiki podium pada putaran final golf Olimpiade Tokyo besok (1/8).
Skor yang menyamai rekor skor terendah Olimpiade, 8-under 63 telah mengembalikan senyuman ke wajah Im Sungjae. Ia jelas memiliki alasan kuat untuk kembali tersenyum, mengingat upayanya pada putara ketiga tadi (31/7) membuka kembali peluangnya untuk menaiki podium kompetisi golf pria pada Olimpiade Tokyo 2020.
Bintang golf asal Korea ini menyamai skor terendah di East Course di Kasumigaseki Country Club setelah pada putaran ketiga tadi ia membukukan sepuluh birdie dengan dua bogey. Skor tersebut sekaligus melambungkan posisinya ke peringkat T17 dengan skor total 7-under 206. Skor total tersebut membawanya terpaut lima stroke dari Paul Casey yang membela Britania Raya dan Carlos Ortiz dari Meksiko yang untuk sementara berada di tempat ketiga.
Pegolf Amerika Serikat Xander Schauffele (68) kini memimpin perburuan medali emas dengan skor total 14-under 199. Sedangkan pegolf andalan tuan rumah Hideki Matsuyama terpaut satu stroke setelah tadi membukukan skor 67.
Setelah dua putaran pertama yang terbilang jauh dari istimewa, dengan skor 70 dan 73, Im yang kini berperingkat 27 Dunia dan mengoleksi satu gelar PGA TOUR ini membangkitkan kembali harapan menaiki podium setelah menampilkan salah satu permainan terbaiknya di bawah siraman matahari di Kasumigaseki Country Club. Ia lekas bangkit setelah mendapat bogey di hole keduanya, di hole 11, namun segera bangkit berkat empat birdie berturut-turut dari hole 13.
Pegolf berbakat yang melakoni debut Olimpiadenya ini menghasilkan dua dari tiga birdie berturtu-turut di sembilan hole terakhirnya, dengan bogey kedua di hole 11.
”Saya akan berusaha membidik langsung ke pin, jika pukulan tee saya bisa mencapai fairway. Saya harus mempertahankan momentum yang bagus ini dan akan berusaha sebaik mungkin hingga hole terakhir ….” — Im Sungjae.
”Sebelum memainkan putaran ini, saya berkata pada diri sendiri untuk mencoba membuat 10 birdie hari ini, dan saya berhasil melakukannya,” ujar Im dengan wajah berbinar-binar, menyusul keberhasilannya menyamai skor terendah yang juga dibukukan oleh Sepp Straka dari Austria pada putaran pertama dan Schauffele pada putaran keduanya.
”Jadi, saya pikir saya punya peluang untuk menjuari (sebuah medali). Hari ini (31/7) saya bermain sesuai rencana. Saya meraih birdie ketika membutuhkannya, dan memasukkan putt ketika saya harus memasukkannya. Itulah yang membantu saya mencatatkan skor yang bagus.”
Lima tahun silam, pegolf wanita Korea Park Inbee menjuarai medali emas bagi Korea pada kompetisi golf wanita. Prestasi itu membakar semangat Im untuk menciptakan peluang menjadi peraih medali pertama dari Korea dalam kompetisi golf pria ini.
Im yang akan memainkan putaran finalnya tanpa beban berniat untuk menyerang ke pin pada putaran final besok dalam upaya untuk melampaui selisih skor lima stroke dari podium.
”Besok (1/8) saya akan bermain lebih agresif daripada hari ini. Saya akan berusaha membidik langsung ke pin, jika pukulan tee saya bisa mencapai fairway. Saya harus mempertahankan momentum yang bagus ini dan akan berusaha sebaik mungkin hingga hole terakhir pada putaran final ini,” tegasnya.
Rekan senegaranya, Kim Siwoo, yang telah menjuarai tiga gelar PGA TOUR, akan mengakhiri putaran final dari peringkat T38. Pada putaran ketiga tadi ia mencatatkan skor 1-under 70 dan mengoleksi skor total 4-under 209.


