Xander Schauffele mempertahankan posisi teratas menuju putaran final dengan Hideki Matsuyama bersiap meraih medali emas bagi Jepang.

Putaran ketiga kompetisi golf pria pada Olimpiade Tokyo hari ini (31/7) kembali menjadi suguhan aksi kelas dunia yang sangat memukau bagi para penggemar golf dunia. Bahkan lebih menarik lagi ketika menyaksikan bagaimana posisi teratas begitu dinamis, meskipun pada akhirnya kembali menempatkan wakil Amerika Xander Schauffele di posisi teratas menuju putaran final besok (1/8).

Pegolf favorit tuan rumah Hideki Matsuyama dan pegolf Meksiko Carlos Ortiz juga turut menampilkan kualitas permainan yang tidak mau kalah sehingga grup pamungkas ini menjadi grup paling menarik untuk diikuti. Ketiganya kemudian menuntaskan putaran hari ini dalam posisi yang kurang lebih sama dengan ketika mereka memulainya. Schauffele kembali berada sendirian di puncak klasemen dengan 14-under, dengan Matsuyama dengan 13-under kini ada di tempat kedua, dan Ortiz berbagi tempat ketiga bersama pegolf Britania Raya Paul Casey.

Pada salah satu fase, kita juga menyaksikan bagaimana grup terakhir yang bermain dari hole 1, yang terdiri dari Schauffele, Matsuyama, dan Ortiz mempertahankan persaingan ketat mereka untuk mempertahankan posisi teratas. Dan pada satu titik, Casey juga ikut meramaikan posisi tersebut, meski kemudian harus puas berbagi tempat ketiga dengan Ortiz.

Setelah hanya mencatatkan empat birdie dan dua bogey pada putaran pertama, Matsuyama mengembalikan harapan tuan rumah, dengan menampilkan permainan yang sudah dinantikan para penggemarnya. Setelah mencatatkan 5 birdie tanpa bogey di 15 hole yang ia mainkan pada putaran kedua kemarin (30/7), ia kembali ke East Course di Kasumigaseki Country Club pagi tadi untuk menyelesaikan putaran kedua, dan menambah dua birdie lagi di hole 16 dan 17 untuk skor 7-under 64 untuk memastikan berada di posisi ketiga, satu stroke di belakang Ortiz dan dua stroke di belakang Schauffele.

 

Hideki Matsuyama pada putaran ketiga Olimpiade Tokyo 2020.
Hideki Matsuyama membangkitkan harapan tuan rumah dan Asia merebut medali emas dengan selisih satu stroke dari Xander Schauffele menuju putaran final Olimpiade Tokyo 2020. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

”Golf itu lucu. Anda mungkin harus mengandalkan beberapa bagian dari permainan ketika bagian-bagian lainnya tidak berfungsi,” tutur Schauffele. ”Saya pikir kemrain rasanya saya tak bisa bilang kalau saya bermain dengan maksimal, tapi beberapa hal justru berjalan dengan baik dan betapa hari ini begitu berbeda. Jadi, saya akan berusaha untuk mencari sensasi yang lebih baik di tempat latihan dan bersiap untuk besok.”

Pada putaran ketiga tadi, Matsuyama sempat memulai dengan bogey di hole 1 par 4, namun ia langsung bangkit dan menorehkan lima birdie dalam 17 hole berikutnya. Sayangnya, putaran ketiga ini juga menjadi putaran yang tidak mudah bagi Juara Masters Tournament 2021 itu. Hari ini ia hanya sanggup memukul bolanya ke lima fairway dan hanya 12 kali memenuhi green in regulation. Namun, pemegang enam gelar PGA TOUR ini menunjukkan bahwa ada banyak cara untuk mendapatkan birdie, termasuk ketika mengantarkan pukulan keduanya hingga menyisakan jarak kurang dari 2 meter dari pin di green hole 17, yang kemudian ia konversi menjadi birdie kelimanya pada hari ini.

Dengan anjloknya posisi Jazz Janewattananond, yang kali ini harus puas bermain dengan 1-over 72, Matsuyama menjadi harapan tuan rumah dan publik Asia untuk meraih kehormatan di podium Olimpiade besok.

”Ini pertama kalinya saya mengikuti Olimpiade, jadi saya tak yakin bakal mengalami apa. Namun, saya yakin pengalaman ini bakal menjadi luar biasa, jadi saya juga tak yakin persiapan seperti apa yang bisa saya lakukan sebelum putaran besok, tapi saya akan melakukan yang terbaik. Saya bermain dengan Xander pada putaran ketiga dan keempat pada The Masters. Saya yakin Xander akan sangat berdeterminasi untuk menjuarai medali emas besok, jadi semoga dari sisi saya juga bisa bermain dengan meyakinkan dari sisi mental.”

Adapun Casey, yang merupakan pemegang 3 gelar PGA TOUR dan 15 gelar European Tour menghasilkan permainan terbaiknya sejauh ini bagi Britania Raya. Ia langsung panas dan bermain 2-under di dua hole pertamanya. Performa putter-nya tampak makin tajam setelah berhasil memasukkan putt birdie sejauh 7,5 meter di hole 1 par 4. Lalu di hole berikutnya, juga par 4, pukulan approach-nya berhasil menyisakan jarak 3 meter, yang lagi-lagi berhasil ia maksimalkan untuk birdie keduanya.

Setelah dua birdie di hoole 7 dan 8, yang sempat menempatkannya menjadi salah satu pimpinan klasemen, Casey harus berjuang untuk mencuri birdie di hole-hole berikutnya, sampai akhirnya malah harus mendapat satu-satunya bogey di hole 14, lantaran terpaksa melakukan dua putt. Namun, ia masih berhasil menutup putaran ketiga dengan dua birdie di dua hole terakhirnya. Apakah ia sanggup mengikuti jejak Justin Rose mempersembahkan medali emas lima tahun silam, jelas masih harus ia buktikan besok (1/8).

 

Carlos Ortix pada putaran ketiga Olimpiade Tokyo 2020.
Carlos Ortiz meramaikan persaingan menuju putaran final Olimpiade Tokyo dengan terpaut hanya dua stroke dari Xander Schauffele. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

Ortiz sendiri berkali-kali menampilkan perlawanan yang tak kalah signifikan, termasuk ketika ia meraih birdie dari jarak 14 meter di hole 17. Ia harus menunggu sampai hole 4 untuk meraih birdie pertamanya untuk menciptakan momentum, dan menuntaskan sembilan hole pertama dengan 2-under. Namun harus puas dengan even par di sembilan hole terakhirnya lantaran mendapat dua birdie dan dua bogey, termasuk bogey di hole terakhir, yang membuat posisinya harus turun satu peringkat.

Putaran final besok juga menjanjikan aksi pamungkas yang pasti berlangsung seru, mengingat sejumlah pegolf juga merangsek ke jajaran atas. Sebastian Munoz (Kolombia), Rory McIlroy (Irlandia), Mito Pereira (Chile), dan Sepp Straka (Austria) yang mengawali pekan ini sebagai pimpinan klasemen putaran pertama, hanya terpaut tiga stroke dari Schauffele. Lalu satu stroke di belakang mereka, Tommy Fleetwood (Britania Raya) dan pegolf Irlandia lainnya, Shane Lowry, mengumpulkan 10-under 203.

Putaran ketiga ini juga menambah daftar pegolf yang berhasil mencatatkan skor 63 pada panggung Olimpiade. Setelah Straka melakukannya pada putaran pertama dan Schauffele melakukannya pada putaran kedua, giliran bintang golf Korea Im Sungjae yang melakukannya. Putaran ketiga ini benar-benar menjadi putaran penuh pergerakan bagi pemegang satu gelar PGA TOUR ini dengan mencatatkan sepuluh birdie dan dua bogey. Peringkatnya pun melambung ke posisi T17 menuju putaran final.

Permainan gemilang lainnya juga ditampilkan peraih medali emas Asian Games 2014 C.T. Pan asal China Taipei. Setelah menjadi satu dari 16 pegolf yang harus menuntaskan putaran keduanya pagi tadi, Pan mencatatkan skor 66 keduanya pada pekan ini, kali ini dengan enam birdie dan satu bogey, untuk menjadi salah satu penghuni peringkat 17, yang di antaranya juga dihuni oleh Juara The Open Championship Collin Morikawa.

Jazz, yang sebelumnya sukses mempertahankan posisinya untuk meraih medali harus memulai putaran final besok dari peringkat T28, bersama Anirban Lahiri dari India, Yuan Yechun dari China, dan pegolf Denmark Rasmus Hoejgaard, dengan skor total 6-under 207.

Dengan gengsi untuk tampil semaksimal mungkin demi negara masing-masing, 60 pegolf yang tampil dipastikan akan main habis-habisan pada putaran final Olimpiade Tokyo besok. Para penggemar golf di Indonesia juga masih bisa menjadi saksi dari perebutan medali besok melalui Vidio.