Im Sungjae mengawali Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard dengan skor 4-under 68.
Bintang asal Korea Im Sungjae menampilkan permainan solid pada hari pertama Arnold Palmer Invitational presented by Mastercard kemarin (3/3). Skor 4-under 68 yang ia raih tak hanya menempatkannya di peringkat T5, tapi juga membuatnya menyamai rekor terendahnya selama bermain di Bay Hill Club and Lodge di Orlando, Florida.
Lapangan tersebut tampaknya memang menjadi salah satu favorit bagi pegolf berusia 23 tahun ini. Ia berhasil memaksimalkan hole-hole par 5 dan berhasil mencatatkan birdie di keempat par 5, yaitu di hole 12, 16, 4, dan 6. Birdie lainnya ia bukukan di hole 14 par 3, setelah memulai putaran pertamanya dari hole 10.
Selain finis T21 pada musim lalu, Im memiliki catatan penampilan yang sangat bagus dalam dua penampilan terdahulunya. Dua kali berturut-turutr ia finis jarjaran tiga besar pada tahun 2019 dan 2020. Skor 68 juga ia raih ketika memainkan putaran final tiga tahun silam.
”Saya mengalami kesulitan dengan beberapa pukulan tee saya di sembilan hole pertama,m tapi masih bisa melakukan sejumlah penyelamatan. Lalu saya juga membuat sejumlah birdie dengan putting yang membantu saya beralih ke sembilan hole terakhir. Permainan itu membuat saya nyaman dan ketika berada di sembilan hole terakhir, saya berhasil memukul bola ke fairway dan melakukan banyak pukulan iron yanga bagus untuk mendapat skor yang rendah,” jelas pemegang dua gelar PGA TOUR ini.
Ia, di antaranya, memasukkan birdie dari jarak sekitar 4 meter dan 6,5 meter di hole 12 dan 15 sebelum akhirnya menunjukkan kecekatannya dalam melakukan chipping, yang memudahkannya meraih birdie dari jarak kurang dari 1,5 meter. Satu-satunya hole di mana ia gagal mengamankan par ialah setelah bolanya masuk jebakan di sisi green di hole 5 dan memberi satu-satunya bogey di kartu skornya.
Im, yang musim ini telah meraih satu kemenangan dan tiga kali masuk sepuluh besar, saat ini berada di peringkat kelima pada klasemen FedExCup, berharap bisa melanjutkan upayanya mewujudkan kemenangan ketiga dalam kariernya pada PGA TOUR.
”Saya pikir saya sudah menampilkan permainan yang solid dalam tiga tahun terakhir di sini. Saya akan berusaha mempertahankan momentum dan berharap bisa melanjutkan dengan sejumlah skor yang rendah sampai hari Minggu nanti,” tegasnya.
”Lapangan di sini akan menjadi lebih sulit tiap putarannya karena green-nya akan menjadi lebih keras. Saya mesti memperhatikan dan fokus untuk menempatkan bola di green. Kalau salah memilih titik mendarat dan melakukan pukulan iron yang bagus, saya punya peluang untuk mendapat skor yang rendah. Ini yang akan menjadi fokus saya.”
Rekan senegaranya, Kim Siwoo, kemarin bermain tanpa bogey dengan skor 69 dan berada di posisi T11. Adapun Lee Kyounghoon berada satu stroke di belakangnya dengan skor 70. Adapun Juara Masters Hideki Matsuyama dan pegolf India Anirban Lahiri mengawali permainan pekan ini dengan skor 73, yang mengakibatkan mereka berada persis di batas cut-off
Sementara itu, Juara FedExCup 2016 dan 2019 Rory McIlroy untuk sementara memimpin dengan keunggulan dua stroke setelah menorehkan skor 65. Salah satu sorotan permainannya kemarin ialah tatkala ia berhasil memasukkan putt dari jarak 12 meteran, lalu putt eagle dari jarak seinchi di hole 16 par 5, yang sekaligus menjadi putt eagle terjauh yang pernah ia bukukan dalam karier PGA TOUR-nya. McIlroy sendiri telah lima kali berturut-turutr finis di jajaran sepuluh besar, termasuk ketika menang tahun 2018.
”Saya pikir ketika Anda datang ke lapangan tempat Anda meraih sukses, otomatis Anda akan memainkannya dengan sejumlah rasa percaya diri. Saya sudah membukukan sejumlah skor bagus di sini. Sepertinya beberapa tahun terakhir saya mengawali turnamen ini dengan sangat bagus dan skornya persis seperti yang saya bukukan kali ini,” jelas McIlroy.
”Saya pikir ada alur yang bagus di lapangan ini, di mana Anda bisa benar-benar membangun skor. Ada par 5 di tiap beberapa hole, dan Anda juga menemukan beberapa par 4 yang jelas dimanfaatkan untuk meraih skor. Selama tidak melakukan hal-hal yang konyol dan menjaga bola tetap di fairway, rasanya Anda bisa membangun skor secara metodik di lapangan ini. Itulah yang berusaha saya lakukan hari ini.”


