Im Sungjae berniat membawa momentum positif dari Presidents Cup ketika memulai upayanya mempertahankan gelar Shriners Children’s Open pekan ini.

Usai hampir menjadi viral pada perayaan pasca-Presidents Cup dengan menarikan Gangnam Style, bintang golf Korea Im Sungjae kini siap melakukan gerakan berarti untuk mempertahankan gelar juaranya pada ajang Shriners Children’s Open, yang segera dimulai Kamis (7/10) ini.

Setahun yang lalu, ia menorehkan kemenangan empat stroke di TPC Summerlin, di Las Vegas setelah mencatatkan skor 9-under 62 pada putaran final. Kemenangan tersebut menjadi gelar PGA TOUR kedua baginya, yang turut membantunya menorehkan prestasi terbaiknya dengan menempati peringkat T2 pada klasemen final FedExCup, di belakang Rory McIlroy.

Pegolf berusia 24 tahun ini segera bergabung dengan enam rekan Tim Internasionalnya di Las Vegas, termasuk dua rekan senegaranya, Kim Siwoo dan Tom Kim. Adapun pegolf No.4 Dunia Patrick Cantlay dan Max Homa, yang ikut membantu Tim AS mempertahankan trofi Presidents Cup juga akan ikut bersaing pada pekan ini, sekaligus menjadi bagian dari sejumlah pemain yang difavoritkan.

”Saya luar biasa senang bisa kembali ke TPC Summerlin sebagai juara bertahan. Rasanya selalu sangat luar biasa bisa kembali ke sini, dan berharap bisa melanjutkan momentum yang bagus ini,” tutur Im, yang kini merupakan pegolf No.19 Dunia.

Pegolf yang berjulukan Ironman—berkat permainan iron-nya yang solid—ini menyumbangkan 2,5 poin bagi Tim Internasional, yang harus mengakui keunggulan Tim AS yang menang 17,5-12,5 dua pekan lalu. Namun, ia kemudian mencuri perhatian setelah menarikan gerakan Gangnam Style dan mendapat sejumlah pesan melalui media sosialnya, termasuk Justin Thomas, yang menulis, ”Kau ini legenda! Permainan yang hebat.”

Im mengenang penampilan keduanya pada Presidents Cup tersebut dan meyakini bahwa bertanding dalam lingkungan yang penuh tekanan bagi tim seperti itu akan menjadikannya pemain yang lebih baik lagi.

 

Im Sungjae dengan trofi Shriners Children’s Open 2021.
Im Sungjae menjuarai Shriners Children’s Open 2021 sebagai gelar PGA TOUR keduanya dalam 100 turnamen yang ia ikuti. Foto: Getty Images.

 

”Bermain dalam ajang beregu jelas berbeda daripada kompetisi individu. Ada begitu banyak kecemasan dan kegugupan, tapi dari pengalaman itu, saua pikir saya bisa meraih sukses pada PGA TOUR pada momen-momen yang menentukan. Saya ingin melanjutkan momentum bagus yang saya dapatkan di Charlotte,” sambung Im.

Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana pada hari terakhir di TPC Summerlin tahun lalu, ia sanggup menorehkan skor total 24-under. ”Yang paling saya ingat ialah bagaimana saya mulai mendapatkan birdie, lima birdie berturut-turut dari hole 9, kalau tak salah, dan menuntaskan permainan, melihat papan klasemen dan saya memimpin dengan keunggulan beberapa angka. Saya cukup gugup, tapi pada saat yang sama cukup gembira,” ujar Im, yang menciptakan rekor birdie terbanyak dalam satu musim dengan total 489 birdie pada tahun 2021.

”Lapangan ini menuntut banyak birdie agar bisa tetap berada di puncak klasemen, tapi ironisnya, entah bagaimana, saya bisa membuat banyak birdie ketika bermain di sini. Namun, saya hanya ingin melanjutkan sukses itu dan juga mencetak banyak birdie pekan ini dan berusaha finis meyakinkan.”

Sukses rekan mudanya, Tom Kim, yang berusia 20 tahun untuk meraih gelar PGA TOUR pertamanya bulan Agustus 2022 lalu ikut memberi dampak bagi para pegolf Asia. Kim sendiri menjadi salah satu bintang pada ajang Presidents Cup dua pekan silam. Kala itu, Korea bahkan menyumbangkan empat pemain bagi Tim Internasional, termasuk Lee Kyounghoon.

”Tom jelas memiliki potensi besar untuk menjadi bintang yang besar. Saya senang dia tampil dengan baik. Saya senang sebagai sesama kompetitor, dan sebagai sahabatnya. Dengan dia bermain bagus juga ikut memotivasi saya untuk melakukan hal yang serupa, dan begitu pula sebaliknya. Saya pikir kami akan memiliki sejumlah persaingan dan persahabatan yang baik,” ujar Im lagi.

”Saya suka melihat keberhasilan pegolf Asia pada PGA TOUR, termasuk saya sendiri, dan saya senang Tom juga melakukannya dengan baik. Namun, semua itu hanya membuktikan bahwa kami bisa bersaing di sini dan dengan dunia. Sungguh senang melihat kebangkitan para pegolf Asia.”