Im Sungjae menuntaskan PGA TOUR musim 2024 sebagai pegolf Asia terbaik dengan finis di posisi 7 pada klasemen akhir FedExCup.

Bintang golf asal Korea Im Sungjae menuntaskan musim 2024 dengan menjadi pegolf terbaik Asia. Permainannya pada putaran final TOUR Championship hari Minggu (1/9) lalu memastikan dirinya finis sendirian di peringkat ke-7 setelah membukukan skor 7-under 64 pada putaran final di East Lake Golf Club tersebut.

Pegolf yang telah mengoleksi dua gelar PGA TOUR ini mengawali TOUR Championship, yang merupakan turnamen tutup musim dan ajang FedExCup Playoff terakhir, dengan skor 3-under. Dalam rentang empat putaran, ia sukses mencatatkan skor total 18-under 269. Skor 64 pada putaran final itu ia raih dengan mencatatkan sebuah eagle, enam birdie, dan hanya satu bogey.

Sementara itu, pegolf Jepang Hideki Matsuyama akhirnya harus puas finis skor total 16-under setelah hanya bisa bermain dengan skor 67 pada hari terakhir. Ia sebenarnya berpeluang menciptakan kejutan untuk menjadi juara FedExCup pertama dari Asia setelah memulai ajang pamungkas PGA TOUR itu di peringkat ke-3. Namun, ia akhirnya harus finis di posisi T9. Meski demikian, hasil ini menjadi sepuluh besar keempat Matsuyama pada ajang TOUR Championship.

”… ini tahun keenam secara berturut-turut saya bisa mengikuti TOUR Championship, jadi saya sangat menikmati pekan ini.” — Im Sungjae.

Pegolf Korea lainnya, An Byeonghun, yang melakoni debutnya di East Lake Golf Club finis T21 setelah bermain dengan skor 69 pada putaran final.

Sementara pegolf No.1 Dunia Scottie Scheffler melanjutkan dominasinya dengan memastikan kemenangan empat stroke dari Collin Morikawa. Skor 67 pada hari terakhir itu memberinya gelar PGA TOUR ketujuh pada tahun 2024 ini. Pegolf yang juga telah menjuarai medali emas Olimpiade Paris 2024 ini membawa pulang total US$62,2 juta berikut bonus kemenangannya pada hari Minggu lalu.

Performa Scheffler yang luar biasa membuatnya berhak memulai TOUR Championship dengan skor 10-under, dua stroke lebih baik daripada Xander Schauffele, yang akhirnya finis di posisi keempat. Skor total 30-under menjadikan Scheffler sebagai pegolf pertama yang menjuarai THE PLAYERS Championship, Masters Tournament, dan FedExCup pada tahun yang sama.

Pada putaran final tersebut, Im menikmati sejumlah momen besar pada putaran finalnya. Salah satu yang paling menonjol ialah putting birdie sejauh 19,2 meter di hole 2. Kemudian ia berhasil mengantarkan bola ke green dari pukulan tee-nya di hole 8 par 4, lalu memasukkan putt eagle dari jarak 7,8 meter. Putting jarak jauh lainnya ia lakukan di hole 17 dari jarak 6,3 meter untuk birdie keenamnya, sekaligus menuntaskan musim ini dengan meyakinkan.

”Sejauh ini sangat menyenangkan karena ini tahun keenam secara berturut-turut saya bisa mengikuti TOUR Championship, jadi saya sangat menikmati pekan ini. Lapangan golf yang baru dipugar ini agak sedikit lebih sulit awalnya, tapi saya kira saya bisa lekas beradaptasi. Saya senang karena saya finis dengan baik, dengan skor 7-under,” tutur Im.

 

Scottie Scheffler, Juara FedExCup 2024.
Scottie Scheffler menutup musim 2024 dengan menjuarai TOUR Championship, gelar PGA TOUR ke-7 baginya musim ini. Foto: Getty Images.

 

Ia kini akan mengambil jeda sambil menjaga kondisinya tetap prima dan bersiap tampil untuk ketiga kalinya secara berturut-turut untuk Tim Internasional pada ajang Presidents Cup menghadapi Tim Amerika Serikat di Royal Montreal bulan ini.

Sejak bulan Mei lalu, Im telah mengemas tujuh finis di sepuluh besar dan berharap bisa menyulitkan Tim AS. ”Presidents Cup segera digelar. Saya kira Tim Internasional akan sangat bersemangat menghadapi kesempatan ini, dan saya akan menikmati pekan tersebut. Kami akan berjuang sebaik mungkin dan berupaya keras di hadapan para pendukung kami,” tutur pegolf berusia 26 tahun ini.

Sepanjang pekan di East Lake Golf Club itu posisi Scheffler memang tidak pernah terancam untuk mengangkat trofi FedExCup pertamanya. Kemenangan ini cukup membayar lunas kegagalannya menjuarai perlombaan sepanjang musim ini dalam dua musim sebelumnya. Dalam dua kesempatan itu, ia kerap memimpin ketika mengawali TOUR Championship.

”Amat menyenangkan. Kami berlatih keras untuk bisa mencapai titik ini, dan sungguh pekan yang panjang. Sekarang saya merasa cukup lelah, jadi sulit mengungkapkannya dengan kata-kata. Namun, rasanya sungguh istimewa akhirnya bisa memegang trofi ini,” tutur Scheffler.

”Saya berusaha untuk tidak berpikir terlalu banyak soal hal yang sudah-sudah atau berpikir terlalu jauh ke depan, tapi saya kira dua tahun lalu sangat berat, memimpin menuju putaran final dan tidak menampilkan permainan terbaik dan kemudian kalah, dan kemudian tahun lalu penampilan saya juga buruk, jadi cukup mengecewakan rasanya. Makanya bisa memulai pekan ini sebagai pemain teratas untuk ketiga kalinya dan menuntaskannya seperti ini rasanya menjadi pencapaian yang cukup manis.”