Dua pegolf Indonesia memuncaki klasemen sementara OB Golf Invitational. Inikah momen terciptanya sejarah baru di level Asian Development Tour?
Sejak George Gandranata menjuarai PGM LADA Langkawi Championship pada tahun 2016, serta Rory Hie menjuarai Classic Golf and Country Club International Championship 2019, publik Indonesia belum pernah lagi menyambut juara Indonesia di level Asian Development Tour apalagi Asian Tour. Akan tetapi, penantian tersebut mungkin akan berakhir pekan ini.
Para pemain Indonesia tampaknya memulai OB Golf Invitational pekan ini dengan minim gebrakan. Ketika hari pertama berakhir tanpa seluruh pemain berhasil menuntaskan 18 hole pertamanya, hanya Rizchy Subakti yang menampilkan permainan terbaik dengan torehan 1-under 71. Akan tetapi, tatkala putaran ketiga bergulir, sampai terpaksa kembali dihentikan, dua nama memuncaki klasemen sementara.
Naraajie Emerald Ramadhan Putra dan Jonathan Wijono yang berhasil memainkan sembilan hole pertamanya di Damai Indah Golf BSD Course berhasil mengoleksi 14-under untuk menempati posisi teratas. Kedua pegolf muda ini sama-sama memimpin dua stroke atas pegolf India Udayan Mane dan tiga stroke atas veteran Malaysia Danny Chia.
Kedua pemain tersebut sempat mengakhiri putaran kedua dengan Jowi, julukan Jonathan Wijono, memuncaki posisi teratas setelah menorehkan skor 9-under 63 dari tujuh birdie dan sebuah eagle di hole 4. Skornya tersebut membantunya memimpin pada akhir putaran kedua dengan torehan 13-under 131.
Naraajie sendiri menempel Jowi di tempat kedua. Bersama Danny Chia, pegolf Jawa Barat itu membukukan skor 6-under 66 dan mencatatkan 11-under untuk menjadi dua pesaing terdekat Jowi.
Dengan putaran kedua harus dilanjutkan pada Kamis (9/6) pagi tadi, putaran ketiga pun baru bisa dimulai pukul 10:00, dan harus kembali mengalami penundaan pada pukul 11:30. Setelah tiga jam berlangsung, turnamen pun kembali dihentikan pukul 17:15 dan tidak dapat dilanjutkan kembali sehingga seluruh pemain harus menuntaskan putaran ketiganya mulai pukul 06:30 WIB besok (10/6).

Dalam rentang waktu tersebut, Jowi, yang sepanjang pekan ini bermain tanpa membawa putter, sempat menambah jarak berkat birdie di hole 3. Akan tetapi, Naraajie berhasil menyamai raihan 14-under itu berkat tiga birdie di hole 4, 6, dan 9.
Meski keduanya memimpin, dengan 27 hole tersisa pada hari terakhir besok (10/6), satu-satunya peluang agar Indonesia bisa merayakan kemenangan perdana di negeri sendiri pada ajang yang diakui Asian Tour ini, baik Naraajie maupun Jowi wajib mempertahankan permainan masing-masing. Pasalnya, perjalanan yang masih sangat panjang itu masih memberi peluang bagi Mane dan Chia untuk mengejar.
Peluang bagi pegolf Indonesia lainnya, Danny Masrin, juga masih terjaga. Setelah hanya tampil singkat pada ajang Internationla Series di Inggris pekan lalu, Danny jelas tidak ingin menyia-nyiakan peluang pekan ini. Kemenangan akan menjadi sangat berarti setelah mengalami sejumlah hasil yang kurang baik. Setelah mundur dari ajang The Singapore International, ia belum sekalipun berhasil lolos cut dari lima turnamen Asian Tour terakhir yang ia ikuti.
Ketika turnamen harus kembali dihentikan sore tadi, Danny telah memainkan 12 hole dan mencatatkan empat birdie. Untuk sementara ia berada di tempat ke-9 bersama pegolf Filipina Lloyd Jefferson Go dan Shahriffuddin Ariffin asal Malaysia dengan torehan skor total 9-under.
Enam pegolf Indonesia lainnya berhasil menorehkan skor under. Rory Hie berada sendirian di posisi 15 dengan skor total 7-under, sementara Benita Kasiadi mengoleksi 6-under dan menghuni posisi T16. Almay Rayhan Yaqutah menjadi pegolf amatir dengan posisi terbaik saat ini, T22, dengan skor total 4-under. Adapun Indra Hermawan dan Bradley Taslim akan melanjutkan putaran ketiga masing-masing dari posisi T28. Rusli Abu Bakar menjadi pegolf tuan rumah lain yang mencatatkan skor total di bawah par.
Sampai turnamen kembali dihentikan, hanya ada 12 pemain yang berhasil menuntaskan putaran ketiganya tadi. Total 19 pegolf Indonesia telah memastikan bermain penuh empat putaran, dengan tiga di antaranya adalah pemain amatir. Selain Almay, pemain amatir lain yang melangkah hingga putaran final adalam Faraby Ali dan peraih medali perak SEA Games Vietnam Amadeus Christian Susanto.


