Inez Wanamarta melakoni debut profesionalnya pada ajang Hana Financial Group Singapore Women’s Open mulai Jumat (9/12) besok.
Salah satu pegolf wanita papan atas Indonesia, Inez Beatrice Wanamarta, memutuskan menempuh karier golf profesionalnya. Setelah menikmati serangkaian sukses di level junior dan amatir, pegolf berusia 23 tahun ini akan melakoni debut profesionalnya pada ajang Korea Ladies Professional Golf Association (KLPGA) Tour, Hana Financial Group Singapore Women’s Open yang mulai bergulir Jumat (9/12) besok.
Lima tahun silam, selepas lulus dari SMA, ia sempat berpikir untuk langsung beralih profesional. Pada saat itu, Inez telah beberapa kali menciptakan prestasi skala nasional, maupun regional. Selain mempersembahkan tiga medali emas bagi Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasionl 2016, pada tahun yang sama ia juga menjuarai Singapore Ladies Amateur Open.
”Namun, setelah mempertimbangkan dan berdiskusi dengan orangtua, akhirnya saya memutuskan untuk menempuh pendidikan di Amerika dengan Purdue University sambil berkompetisi di tingkat collegiate karena ini pengalaman yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya,” ujar Inez.
Keputusan tersebut terbukti menjadi keputusan yang tepat. Selain berhasil menyelesaikan studi S1 dan S2 pada Purdue University, Inez juga menorehkan sejumlah prestasi membanggakan selama berkiprah di panggung Divisi I NCAA. Dari 47 turnamen yang ia ikuti selama membela The Boilermaker, julukan Tim Golf Purdue, ia berhasil 18 kali finis di jajaran 20 besar, dengan delapan di antaranya finis di sepuluh besar.
Keputusan Inez untuk menempuh karier profesiona sebagai seorang pegolf juga turut didorong keberhasilannya menjuarai Women’s Southern Amateur Championship pada bulan Juni 2022 lalu. Turnamen itu menjadi turnamen pertama yang ia ikuti selepas lulus dari program magister Purdue.
”Semula saya tidak terlalu memikirkan kapan hendak beralih profesional. Saya sempat mengikuti Qualifying School Stage 1 untuk LPGA Tour di Amerika, namun saat itu saya masih belum mengubah status amatir saya karena belum memiliki kepastian mengenai pertandingan profesional yang akan saya ikuti,” jelasnya.

”Pertandingan yang baru saya menangkan, Women’s Southern Amateur Championship, bulan Juni lalu, merupakan pertandingan individu pertama saya setelah lima tahun bertanding pada NCAA bersama Purdue University. Bisa memenangkan pertandingan ini membuat saya merasa melakukan pilihan yang tepat untuk beralih profesional tahun ini.”
Selain sukses itu, kesempatan untuk bertanding pada Hana Financial Group Singapore Women’s Open ikut membulatkan tekadnya untuk meneruskan impiannya sejak kecil. ”Saya mendapat undangan untuk mengikuti Hana Financial Group Singapore Women’s Open dari Asia Golf Leaders Forum (AGLF). Menurut saya, ini kesempatan yang belum tentu bisa saya dapatkan lagi,” jelasnya.
Singapura memang bukan negara yang asing baginya. Namun, Tampines Course di Tanah Merah Country Club jelas akan menjadi tantangan berarti dalam debutnya.
”Saat junior saya sangat sering bermain di Singapura, bahkan pernah memenangkan Singapore Ladies Amateur Open 2016. Saya memang belum pernah bermain di Tampine Course di Tanah Merah Country Club, namun saya mengharapkan sebuah turnamen yang bagus.
”Saya tahu ini musim hujan, ada kemungkinan cuaca bisa menjadi buruk, namun ini sesuatu yang tidak bisa kita kendalikan. Saya bersemangat karena ini pertandingan pertama saya sebagai pegolf profesional, jadi saya merasa bersemangat untuk bisa bertanding, bisa berada di sana, mewakili Indonesia untuk pertama kalinya sebagai pegolf profesional.”
Bergabung dengan Ciputra Golfpreneur Foundation
Kiprah Inez dalam melakoni karier profesionalnya ini, di antaranya, juga mendapat dukungan dari Ciputra Golfpreneur Foundation. Yayasan nirlaba yang memang berhasrat untuk mendukung perkembangan karier para pegolf pilihan ini memberinya akses untuk berlatih penuh, baik di Damai Indah Golf BSD dan PIK Course, maupun di Ciputra Golf, Club & Resto Surabaya.

”Saya merasa ada kesamaan visi dan persepsi dengan Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF); ada kesamaan arah tujuan sehingga saya merasa menjadi bagian dari CGF adalah langkah yang tepat,” ujar Inez, yang sejak junior juga telah berkali-kali mengikuti turnamen Ciputra Golfpreneur Junior World Championship, ajang golf junior internasional yang diprakarsai oleh almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra.
”Saya merasa CGF mengapresiasi cita-cita dan pencapaian saya selama ini, jadi saya merasa terhormat. Istilah yang juga tepat saya rasa ialah bahwa saya bersemangat: saya bersemangat untuk mengikuti Hana Financial Group Singapore Women’s Open; saya bersemangat bisa menjadi pegolf profesional; dan saya bersemangat untuk menjadi bagian dari Keluarga CGF dan untuk bisa maju bersama dan melihat Indonesia yang lebih baik dari sisi olahraga golf.”
Dengan langkah ini, tidaklah mengherankan jika Anda akan melihat Inez mengenakan atribut CGF pada pekan ini.
Ujian Pertama
Hana Financial Group Singapore Women’s Open pekan ini jelas akan menyuguhkan ujian pertama bagi wanita kelahiran Maastricht, Belanda ini. Selain pegolf papan atas KLPGA Tour, seperti Shin Jiyai dan Park Jimin, Juara Simone Asia Pacific Cup Princess Mary Superal dan pegolf No.3 Dunia Atthaya Thitikul juga ikut tampil.
Thitikul sendiri sudah menegaskan bahwa statusnya sebagai pegolf berperingkat dunia tertinggi pekan ini tidak akan menjamin ia bisa menang mudah. Namun, tidak ada yang benar-benar mutlak dan mustahil dalam olahraga ini.
Inez akan mulai bertanding dari hole 10 pada pukul 12:20 waktu setempat atau pukul 11:20 WIB. Ia akan bermain dengan dua pegolf KLPGA Tour, Ko Jiu dan Lee Seungyeon. Sejauh ini, Ko, yang baru berusia 20 tahun, belum menikmati kemenangan sejak berkiprah di kancah profesional tahun 2021 lalu. Adapun Lee, yang saat ini berada di peringkat 197 dunia, telah memenangkan satu gelar KLPGA.

