Wakil Indonesia pada Women’s Amateur Asia-Pacific harus menghadapi jalan yang terjal menuju putaran kedua di Royal Wellington.
Para pegolf Indonesia harus berjibaku ketika mengawali Women’s Amateur Asia-Pacific, yang dimulai hari ini di Royal Wellington, Selandia Baru. Bianca Naomi Amina Laksono, Thea Jessica Tan, Abigail Rhea Soeryo Wiharko, dan Gemilau Joanne Kurnia harus tertinggal jauh dari pemuncak klasemen saat ini, Yang Yunseo asal Korea, yang mengawali ajang ini dengan skor fenomenal, 8-under 64.
Bianca tampil sebagai wakil Indonesia terbaik setelah mengemas skor 6-over 78. Permainannya tadi menunjukkan perjuangan luar biasa, mengingat ia harus bermain 6-over di sembilan hole pertamanya lantaran mendapat triple bogey di hole 12, double bogey di hole 14, dan bogey di hole 13 dan 18, dengan hanya satu birdie yang tercipta lewat hole 15.
Memasuki sembilan hole terakhirnya, harapannya sempat bangkit setelah menuliskan birdie kedua di kartu skornya lewat hole 2. Akan tetapi, momentum itu tak kunjung membantunya menambah koleksi birdie, dan bahkan harus menutup putaran pertamanya dengan bogey untuk skor 78 dalam debutnya. Dengan demikian, ia harus memulai putaran kedua dari posisi T64.
Sementara itu, Thea yang masih berusaha mengembalikan bentuk permainan terbaiknya harus bermain dengan skor 80. Dalam penampilannya yang ketiga pada WAAP ini, ia hanya mendapat hanya satu birdie, lima bogey, serta dua double bogey sehingga kini ia berada di posisi T70.
Seperti halnya Bianca, yang menjalani debutnya, Abigail juga mampu mencatatkan dua birdie. Ia bahkan mengawali debutnya dengan sangat ideal, bermain 2-under dalam tiga hole pertamanya. Akan tetapi, Royal Wellington menghadirkan tantangan bagi pegolf berusia 15 tahun ini dan harus bermain 11-over dalam 15 hole selanjutnya. Catatan ini membuatnya terpaksa memulai hari kedua besok (13/2) dari posisi T75 karena menorehkan skor 81.
”Saya bersyukur bisa mengawali putaran pertama ini dengan meyakinkan karena hal tersebut mengingatkan saya kalau permainan saya memadai. Meskipun mendapatkan skornya tidak sesuai dengan yang saya harapkan, saya bersyukur bisa bertanding dan belajar dari pengalaman ini,” tutur Abigail.

Adapun Gemilau memulai debutnya dengan menempati peringkat T78 setelah membukukan skor 82.
Korea kini mendominasi jajaran atas setelah menempatkan tiga pegolfnya di jajaran sepuluh besar. Selain sang pemuncak klasemen saat ini, Park Seojin (67) dan Kim Gyubeen (69), masing-masing menempati posisi ke-3 dan T6.
Yang tampil sebagai pemain terbaik setelah mencatatkan skor terendah pada putaran kedua. Permainannya, yang membuahkan delapan birdie tanpa bogey, sekaligus menjadi skor terendahnya selama mengikuti WAAP.
”Saya malah tidak mengira bisa meraih skor sebagus ini,” tutur pegolf yang sempat finis di posisi T4 dalam debutnya pada ajang ini di Vietnam tahun lalu. Beberapa putt dari jarak dekat berhasil masuk dan membuahkan birdie.
”Saya memainkan putaran latihan di lapangan ini selama dua hari karena saya yakin, Anda mesti mengetahui lapangan ini dengan baik agar bisa mendapatkan skor yang bagus. Bahkan setelah menyelesaikan putaran ini, saya mengingatkan diri saya kalau ini baru putaran pertama.”
Meski bermain sangat baik, ia juga sadar bahwa perjuangannya masih panjang. Selain itu, ia juga hanya berselisih satu stroke dari pegolf Hong Kong, Arianna Lau (65).
”Saya akan fokus pada bola yang ada di depan saya. Kalau bisa melakukannya, saya kira skor bagus akan mengikuti,” tegasnya.


