Berada dalam kondisi prima, Lee Kyounghoon siap menjadi penantang Major pada PGA Championship pekan ini.

Lee Kyounghoon mungkin menjadi nama terakhir yang mendapat hak untuk bertanding pada PGA Championship pekan ini. Namun, keberhasilannya pekan lalu membuatnya memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan berharap bisa kembali menjadi pemain terakhir yang mengangkat trofi. Dan menyusul keberhasilannya meraih gelar PGA TOUR pertamanya lewat AT&T Byron Nelson pekan lalu, bintang golf baru asal Korea ini pun siap memacu adrenalinnya lagi untuk melakoni debutnya pada ajang Major ini.

Lee menjadi salah satu pesaing tangguh mewakili Asia, yang berkumpul di Ocean Course di Pulau Kiawah. Sukses Hideki Matsuyama menjuarai Masters Tournament pekan lalu juga membuatnya berharap bisa mengikuti jejak pegolf Jepang tersebut, sekaligus menjadi penantang pada ajang Major kedua tahun ini.

”Salah satu hal terbaik yang berasal dari kemenangan saya ialah mendapatkan spot pada PGA Championship dan Masters tahun depan. Saya menjadi pemain alternatif ketiga pekan ini dan luar biasa sekali bisa menjadi bagian ajang ini sekarang. Hari Minggu lalu (16/5) sangat menantang karena kondisi cuaca dan penundaan (dua jam), jadi saya merasa agak lelah. Namun, saya akan sepenuhnya siap untuk PGA Championship,” ujar Lee.

Sebagian besar malam pada hari Minggu itu ia habiskan dengan menikmati santap malam bersama istri dan timnya. Ia juga menyempatkan diri membalas sekitar 300 ucapan selamat yang ia terima dari keluarga dan teman-temannya menyusul kemenangan tiga stroke di TPC Craig Ranch itu. Kemenangan, yang menjadikannya pegolf Korea ke-8 yang menjuarai ajang PGA TOUR itu, mendongkrak peringkatnya dari posisi 59 ke peringkat 29 pada Official World Golf Ranking. Bahkan ia berpotensi mewakili Korea pada Olimpiade Tokyo bulan Juli ini, meskipun ia harus menyalip Kim Siwoo, yang berada sembilan peringkat di atasnya dari ranking dunia saat ini. Dan ia memiliki waktu setidaknya hingga 21 Juni mendatang.

”Hideki dan saya sudah saling kenal sejak kami kecil. … Saya sangat terkesan dengan pencapaiannya dan berharap saya juga bisa menang suatu hari nanti.” — Lee Kyounghoon.

”Saya menerima begitu banyak pesan tetks dari keluarga, teman-teman, dan orang-orang yang saya kenal. Saya sangat bersemangat dan tidak tahu mesti mengatakan apa. Saya hanya bisa berterima kasih,” ujar Lee. ”Saya juga dengar kalau saya berpeluang ke Olimpiade jika bisa terus main bagus bulan Mei dan Juni ini. Jika mendapat kesempatan itu, pasti saya akan memberikan permainan terbaik saya.”

Ajang Major pekan ini memang bukan debut pertamanya pada sebuah ajang Major. Sebelumnya, Lee telah dua kali tampil pada U.S. Open, meski belum sekalipun bermain hingga akhir pekan. Dengan percaya diri yang meningkat saat ini, dan tahu bagaimana Matsuyama bisa mewujudkan kemenangan luar biasa pada Masters lalu. Ia sendiri berharap bisa bersaing di lapangan yang diyakini bakal memberikan ujian luar biasa berat.

”Hideki dan saya sudah saling kenal sejak kami kecil. Saya bertemu dengannya ketika saya masih menjadi anggota tim nasional. Saat itu, saya berpikir tempo swing-nya agak unik dan ia kemudian menang beberapa kali pada Japan Tour, menyeberang kemari ke PGA TOUR dan juga menang beberapa kali. Saya sangat terkesan dengan pencapaiannya dan berharap saya juga bisa menang suatu hari nanti. Saya juga merasa bangga ketika ia menjuarai Masters. Dia melakukan pekerjaan luar biasa dan membuat sejarah bagi golf di Asia,” tutur Lee, yang sejauh ini telah memenangkan lima gelar profesional pada tiga Tour berbeda.

Pegolf Asia lain yang ikut bersaing pekan ini ialah empat rekan senegara Lee, Im Sungjae, Kim Siwoo, An Byeonghun, dan Juara PGA Championship 2009 Y.E. Yang; duo pegolf Jepang Takumi Kanaya dan Rikuya Hoshino, serta pegolf Thailand Jazz Janewattananond.