Jonathan Wijono kini menjadi wakil Indonesia yang paling berpeluang untuk menciptakan kejutan pada putaran final OB Golf Invitational presented by Jababeka & Co. besok (16/9).
Tiga birdie dan tiga bogey di sembilan hole pertama, plus tiga birdie lagi di sembilan hole terakhir menempatkan Jonathan Wijono di posisi yang berpeluang menciptakan kejutan. Pegolf asal Jawa Timur ini kini memimpin kubu tuan rumah dalam upaya mencatatkan hasil terbaik pada ajang Asian Development Tour, OB Golf Invitational presented by Jababeka & Co., yang berlangsung di Jababeka Golf and Country Club.
Kartu skornya memang terlihat sedikit berwarna. Ia mengawali permainan dengan bogey, namun berhasil menutup putaran ketiga dengan birdie. Pegolf yang akrab disapa Jowi ini juga mencatatkan kombinasi bogey-birdie secara beruntun sejak hole 1, yang berlanjut ke hole 4 dan 5, serta 6 dan 7 sehingga ia hanya bermain even par di sembilan hole pertama itu.
Akan tetapi, ia berhasil tampil lebih meyakinkan di sembilan hole terakhirnya. Setelah memetik birdie keempat dari hole 10, ia berhasil memanfaatkan hole 14 par 5 untuk birdie kelimanya, sebelum menuntaskan 18 hole ketiganya dengan birdie di hole terakhir.
”Saya banyak melakukan kesalahan di sembilan hole pertama. Bahkan ada hole yang memaksa saya harus melakukan tiga putt,” tutur Jowi, yang sempat menyabet posisi kedua pada ajang OB Golf Invitational yang digelar bulan Juni 2022. ”Di sembilan hole kedua putting saya mulai banyak yang masuk. Permainan saya bisa lebih rapi dan mendapat tiga birdie.”
Dengan skor total 7-under 203, Jowi berbagi peringkat ke-7 bersama pegolf Filipina Lloyd Jefferson Go (67) dan Kade McBride (69) dari Australia. Mereka sama-sama terpaut delapan stroke dari pimpinan klasemen sementara Suteepat Prateeptienchai dari Thailand.

Adapun Benita Yuniarto Kasiadi dan Naraajie Emerald Ramadhan Putra menjadi wakil Indonesia yang menempati posisi terbaik berikutnya setelah Jowi. Dua birdie dan dua bogey yang ia torehkan tadi menempatkan Naraajie di peringkat 17, sedangkan 5 birdie, 4 bogey, dan satu double bogey juga menghambat langkah Benita untuk berada di posisi yang lebih baik. Kedua wakil Indonesia ini juga harus berbagi peringkat dengan pegolf Inggris Joshua Greenville-Wood (70) dan pimpinan Order of Merit Asian Development Tour asal China Chen Guxin (70).
Suteepat, yang menjuarai gelar Asian Development Tour pertamanya pada ajang BNI Ciputra Golfpreneur Tournament bulan Agustus 2022 lalu, juga mencatatkan skor 3-under 67 di lapangan Jababeka Golf and Country Club, yang pekan ini dimainkan sebagai lapangan 70 par.
”Saya sempat gagal melakukan beberapa putt birdie, namun cukup senang dengan performa saya hari ini. Ada beberapa kesalahan yang saya lakukan pada awal permainan, tapi saya masih bisa memperbaikinya. Posisi saya ini memberi kesempatan yang baik (untuk bisa kembali menang) besok,” ujar Suteepat.
Ervin, yang sempat menorehkan skor 62 pada putaran pertama juga kembali tampil solid. Selain menghindari satu bogey pun di kartu skornya, pegolf yang turut mempersembahkan medali emas SEA Games sebelum beralih profesional ini bahkan menorehkan lima birdie untuk menempel Suteepat.
Akan tetapi, dengan Chonlatit Chuenboonngam, yang tadi mendapat delapan birdie dengan, satu bogey dan satu double bogey, persaingan pada putaran final besok akan berlangsung seru.
Sementara itu, pegolf Thailand lainnya, Saun Sirithon berbagi peringkat keempat bersama pegolf Amerika Jeremy Wendelken dengan torehan 9-under.


