Jonathan Wijono meneruskan dominasinya di kancah Indonesian Tourism Golf Pro Series dengan memenangkan gelar kelima di Jatinangor.

Jonathan Wijono melanjutkan tren kemenangannya dengan menjuarai Indonesian Tourism Golf Pro Series yang berlangsung di Jatinangor National Golf & Resort kemarin (6/7). Kemenangan ni sekaligus menjadi kemenangan kelima pada musim ini setelah sebelumnya memenankan Seri I, II, IV, dan V. Prestasi ini juga menjadikannya sebagai pegolf Indonesia pertama yang memenangkan lima gelar dalam satu musim kompetisi, setidaknya sejak era Indonesian Golf Tour dimulai tahun 2014.

Untuk pertama kalinya sejak 2016, pegolf asal Surabaya ini kembali ke Jatinangor. Lapangan yang sempat menjadi saksi dominasi Tim Jawa Timur pada Pekan Olahraga Nasional XIX ini kini telah memiliki nama baru, Jatinangor National Golf & Resort, dan memberi kualitas yang jauh lebih baik daripada tujuh tahun silam.

”Lapangannya jauh berbeda ketimbang ketika PON. Pasir burnker-nya jauh lebih tebal, green-nya keras, tapi green yang begitu justru membuat permainan menjadi lebih seru. Dulu berpasir dan keras, sekarang lebih soft, jadi lebih ke tipe yang saya suka,” jelas Jonathan.

Kemenangan Jonathan kali ini tidak terlepas dari dua putaran pertama yang benar-benar solid. Pada hari pertama, setelah hanya bisa mencatatkan satu birdie di hole 18—hole kesembilannya hari itu—ia mencatatkan lima birdie di sembilan hole keduanya, yang langsung menempatkannya di puncak klasemen dengan keunggulan tiga stroke. Danny Masrin, Robby Sugara, dan George Gandranata yang sama-sama mengemas skor 69 berbagi tempat kedua.

”Saya tidak terlalu memikirkan kemenangan, selalu menjaga pola pikir dan tetap positif serta fokus melakukan rutinitas sebelum memukul bola.” — Jonathan Wijono.

Jonathan memperkukuh posisinya pada hari kedua setelah menuntaskan 18 hole keduanya hanya dengan 68 pukulan. Meski kartu skornya akhirnya harus mendapat bogey di hole 3 dan 7, ia masih bisa menorehkan enam birdie dan menghindari membuang pukulan terlalu banyak di sembilan hole terakhirnya. Skor total 10-under memberinya modal berupa keunggulan empat stroke, kali ini dari George yang kembali menorehkan skor 69.

Memasuki putaran final, langkah Jonathan memang seakan takkan terbendung dengan birdie di hole 2, yang kian memperbesar keunggulannya. Bahkan ketika ia akhirnya menuai bogey ketiganya pada turnamen ini di hole 4, ia langsung menciptakan peluang birdie yang tidak ia sia-siakan di hole berikutnya. Ia bahkan memimpin dengan torehan 13-under setelah menambah birdie lagi di hole 9 dan 12.

Meski kemudian harus mendapat bogey lagi di hole 12 dan 15, posisi Jonathan masih tidak tergoyahkan. Hingga memasuki hole terakhir dengan catatan 11-under, dengan Danny membukukan 8-under, Jonathan memastikan kemenangannya dengan birdie di hole 18 untuk skor total 12-under 204.

”Tiga hari ini permainan saya memang bagus, meskipun yang paling bagus pada hari pertama, main tanpa bogey,” tutur Jonathan.

 

Agus Triyono dan Jonathan Wijono, Indonesian Tourism Golf Pro Series Jatinangor.
Jonathan Wijono menjadi pegolf Indonesia pertama yang memenangkan lima gelar dalam satu musim, setidaknya sejak era Indonesian Golf Tour bergulir tahun 2014. Foto: Januar Ariyadi.

 

Meski demikian, ia juga mengakui bahwa permainannya pada hari terakhir tidaklah seideal semestinya. Tiga bogey yang mewarnai kartu skor pada putaran final ini menegaskan fakta tersebut. Namun, ia juga menegaskan bahwa kesulitan yang ia alami kali ini bukan sesuatu yang terlalu bersifat teknis.

”(Hari ini) cuma hari-hari ketika saya mengalami kesulitan di lapangan saja, tapi sejauh ini permainan saya masih oke,” ujarnya lagi.

Lalu masih ada mantra klasik lain yang membantunya mewujudkan kemenangan kelima ini: ”Saya tidak terlalu memikirkan kemenangan, selalu menjaga pola pikir dan tetap positif serta fokus melakukan rutinitas sebelum memukul bola.” Itulah sebabnya, setelah menorehkan bogey di hole 4 maupun di hole 12 dan 15, ia masih bisa bangkit dan menorehkan birdie, termasuk di hole terahirnya.

Lima kemenangan dari delapan turnamen yang ia ikuti ini jelas menjadi modal yang penting untuk melangkah ke level yang lebih tinggi lagi. Dengan Indonesia Open yang akan digelar awal Agustus dan rangkaian ajang Asian Development Tour, yang dimulai pada pertengahan Agustus nanti, ia mesti mempersiapkan dirinya dengan lebih baik. Pasalnya, semua turnamen besar tersebut akan dimainkan sebagai turnamen empat putaran dan, biasanya, dengan pengaturan lapangan yang jauh lebih sulit.

”Saya akan perbanyak latihan dan berusaha agar pola pikir saya tetap terjaga, supaya bisa bermain dengan stabil. Itu yang paling penting,” tandasnya.