Juara bertahan BMW Japan Golf Tour Championship Mori Building Cup Takumi Kanaya menjadi salah satu dari tiga pemuncak klasemen sementara putaran pertama.

Skor bogey jelas tidak ideal untuk memulai upaya mempertahankan gelar. Namun, golf adalah olahraga yang dimainkan dalam 18 hole. Dan Takumi Kanaya, sang juara bertahan, tak hanya berhasil melakukan kesalahan serupa, tapi juga mengemas enam birdie untuk menjadi salah satu dari tiga pemuncak klasemen putaran pertama BMW Japan Golf Tour Championship Mori Building Cup dengan skor 5-under 66. Catatan skor serupa juga ditampilkan oleh Koka Kaneko dan Taiki Yoshida.

Pada akhir hari pertama di Shishido Hills Country Club itu, ketiga pegolf tersebut unggul satu stroke dari sembilan pemain lain, termasuk di antaranya juara Japan Open Aguri Iwasaki dan Yuki Inamori, plus juara Japan PGA Championship tahun lalu Kensei Hirata.

Pegolf Korea Ryu Hyunwoo menjadi wakil internasional terbaik setelah menuntaskan putaran pertamanya dengan skor 4-under 67.

”Jika tak bisa main bagus pada hari pertama, peluang Anda untuk menang bisa berkurang, jadi bisa main bagus justru memperbesar peluang saya lagi.” — Takumi Kanaya.

Kanaya tampak puas bisa melupakan bogey di hole 1 itu untuk kemudian menempati posisi ideal untuk mewujudkan impian menjadi pegolf pertama yang mempertahankan gelar dalam sejarah turnamen ini.

”Di sembilan hole pertama saya mengalami kesulitan saat melakukan pukulan tee dan punya beberapa kesempatan, tapi (untungnya) saya bisa melakukan beberapa putt dengan baik. Perlahan-lahan, di sembilan hole terakhir, saya bisa memiliki lebih banyak kesempatan lewat sejumlah pukulan,” tutur Kanaya, yang menjuarai ajang awal musim 2024, Token Homemate Cup, bulan April 2024 lalu.

”Mengingat saya tersandung pada awal permainan dan kemudian bisa bangkit dan bermain dengan baik, saya pikir hasil kali ini sangatlah bagus.

”Jika tak bisa main bagus pada hari pertama, peluang Anda untuk menang bisa berkurang, jadi bisa main bagus justru memperbesar peluang saya lagi.

”Mengawali permainan dengan bogey itu berat, tapi bisa mendapat birdie di hole kedua menjadi titik baliknya buat saya.” — Taiki Yoshida.

”Saya hanya ingin meraih banyak birdie dan membidik kemenangan lagi dalam 54 hole ke depan.”

Seperti halnya Kanaya, Yoshida juga lekas memperbaiki permainannya usai mencatatkan skor bogey di hole pertamanya. Ia malah membukukan enam birdie dalam delapan hole berikutnya. Bahkan ia kembali menambah catatan birdie-nya di hole 15, namun harus melepas kesempatan menguasai puncak klasemen sendirian akibat bogey di hole 18.

”Mengawali permainan dengan bogey itu berat, tapi bisa mendapat birdie di hole kedua menjadi titik baliknya buat saya. Dari sana saya malah mengalami serentetan birdie. Besok target saya ialah meminimalkan bogey sebanyak mungkin di sembilan hole pertama,” tutur Yoshida.

Baginya, pengalaman berbagi posisi teratas dalam sebuah turnamen menjadi yang kedua kali dalam kariernya. Sebelumnya ia melakukan hal serupa pada putaran pertama ISPS Handa Open bulan April lalu. Sayangnya, kala itu ia harus puas finis di posisi T24.