Shubhankar Sharma menjalani debut yang mengagumkan pada World Golf Championships-Mexico Championship dengan membukukan skor 6-under 65. Hasil tersebut membawa pegolf asal India tersebut untuk sementara ini berada di peringkat kedua.

Pegolf yang saat ini memimpin Order of Merit Asian Tour dan Race to Dubai European Tour ini bermain tanpa bogey dengan empat birdie dan satu eagle di Club Golf de Chapultepec.

Bermain bersama pegolf Malaysia Gavin Green, Sharma tiba di Meksiko dalam kondisi prima setelah dua kali menjuarai turnamen co-sanction Asian Tour dan European Tour di Afrika Selatan dan Malaysia hanya dalam rentang waktu dua bulan.

”Saya sangat puas dengan permainan saya. Terasa sangat gugup main pada pagi hari, tapi sangat gembira dengan hasil akhirnya. Bahkan dengan penundaan akibat hujan (petir), bisa membukukan birdie di hole terakhir (hole 9), tentu terasa luar biasa,” ujar Sharma.

Sharma memulai putaran pertamanya dari hole 10, dan membukukan tiga birdie berturut-turut di hole 11, 12, dan 13. Ia kemudian menambah birdie lagi di hole 18 setelah putting-nya dari jarak 15 kaki berhasil masuk. Ia bahkan nyaris membukukana eagle di hole 9 setelah pukulannya nyaris masuk dan menyisakan jarak tap-in untuk birdie.

”(Birdie itu) bukan finis yang buruk juga. Begitu saya melakukan pukulan itu, saya langsung tahu kalau saya melakukan pukulan yang bagus. Saya juga sangat senang dengan birdie yang saya lakukan di hole 18. Putting itu benar-benar sulit karena ada break nyaris 2 kaki. Di hole pertama, yang penting ialah melakukan pukulan yang tepat dan penempatan bola. Sulit memukul di tempat lebih baik. Pukulan saya nyaris sampai ke green dan melakukan chipping yang amat mudah (untuk eagle),” paparnya.

Pukulan Sharma pada putaran pertama memang sangat baik. Sebagian besar pukulannya berhasil masuk ke fairway. Dan ini menjadi sesuatu yang sangat penting bagi semua pemain, mengingat lapangan Club Golf de Chapultepec memiliki fairway sempit yang dibatasi oleh pepohonan. Setelah sempat mengalami kesulitan pada putaran latihan hari Senin lalu, Sharma tampaknya berhasil mengendalikan pukulannya, sekaligus memberinya peluang untuk membukukan skor yang rendah. Skor 6-under 65 miliknya juga menempatkannya berjarak hanya satu stroke dari pimpinan klasemen sementara, Louis Oosthuizen.

Ia berniat untuk tetap mempertahankan permainannya, terlepas dari fakta bahwa turnamen pekan ini juga diikuti oleh para pemain terbaik dunia.

”Sejujurnya, saya merasa relaks sekarang. Saya hanya ingin segera menuntaskan putaran pertama. Anda pasti akan sangat senang ketika bisa mengawali turnamen dengan putaran yang rendah, terutama buat saya. Ini turnamen yang besar, dan bisa saya bilang (skor hari ini) bisa melepas sedikit tekanan setelah main bagus di lapangan ini,” tuturnya.

Hasil positif tersebut diikuti pula oleh pegolf Thailand Kiradech Aphibarnrat, yang kemarin membukukan skor 5-under 66 dan untuk sementara berada di peringkat T5.

Adapun pegolf China Li Haotong harus puas bermain dengan skor 73. Sedangkan Gavin Green membukukan skor 78.