Takumi Kanaya makin berpeluang untuk meraih kartu PGA TOUR untuk musim 2025 setelah mengakhiri putaran kedua Q-School di posisi lima besar.
Pemain debutan pada PGA TOUR Qualifying School presented by Korn Ferry, Takumi Kanaya, memperbesar peluangnya untuk meraih kartu PGA TOUR musim 2025. Dalam 36 hole yang baru tuntas, ia mungkin hanya bermain even par 70 di Dye’s Valley Course. Namun, skor tersebut cukup untuk membawanya ke berada di tempat keempat, satu stroke di belakang trio Amerika pemuncak klasemen, Alistair Docherty (66), Corey Shaun (76), dan Matthew Riedel (69).
Putaran kedua memang terbilang sangat berat. Shaun, yang menorehkan skor 61 pada putaran pertama, justru harus bermain 15 stroke lebih buruk ketika memainkan Sawgrass Country Club sehingga harus berbagi tempat dengan Docherty dan Riedel, yang memainkan Valley Course. Dengan angin yang berembus mencapai 28 mil per jam, tidak satu pun peserta yang mampu bermain under di Sawgrass Country Club. Skor 66 milik Docherty menjadi skor terbaik di Valley Course.
Skor rata-rata para peserta yang bermain di Valley Course memang lebih baik, yaitu 71,993 (+1,993). Adapun di Sawgrass Country Club skor rata-ratanya lebih tinggi lagi, 74,066 (+4,066).
Kanaya sebenarnya sempat bermain 2-under sebelum mendapat bogey di hole 9. Meskipun sempat mendapat double bogey di hole 11 par 3 dan harus bolak-balik mendapat birdie dan bogey, pegolf berusia 26 tahun ini berhasil meraih birdie kelimanya lewat hole 18 sehingga menutup putaran kedua dengan skor even par 70. Dengan skor total 2-under 138, ia pun berada di zona yang bakal membawanya ke PGA TOUR untuk musim depan.
Pemegang tujuh gelar Japan Golf Tour Organization ini baru saja meraih predikat Most Valuable Player, sekaligus menjuarai Money Ranking dan Mercedes-Benz Total Point Ranking di sirkuit dalam negerinya. Ia berhasil melaju ke Final Stage pekan ini setelah melewati kualifikasi tahap kedua.
Qualifying School pekan ini menjadi pintu terakhir untuk menuju PGA TOUR musim 2025. Hanya lima pegolf teratas, plus ties, yang berhak menjadi anggota untuk tahun depan.
Tiga pegolf Asia lainnya, Bae Sangmoon (72) dan Lee Seungtaek (71), serta Rayhan Thomas (72) dari India untuk sementara menempati peringkat T23 dengan skor total 2-over 142. Sementara rekan senegara Kanaya, Kensei Hirata, yang merupakan pegolf dengan peringkat dunia tertinggi dari total 170 peserta yang berlomba meraih kartu PGA TOUR.


