Birdie di hole terakhir putaran final Sansan KBC Augusta memberi gelar JGTO perdana bagi Riki Kawamoto.
Pendatang baru di kancah JGTO, Riki Kawamoto, akhirnya mewujudkan gelar profesional pertamanya. Birdie yang ia torehkan di hole terakhir memastikan pemuda berusia 22 tahun ini meraih status di salah satu sirkuit papan atas Asia ini.
Kawamoto memulai permainannya di Keya Golf Club pekan itu melalui undangan sponsor. Meski hanya mencatatkan skor 2-under 70, skor total 17-under 272 yang ia bukukan memberinya kemenangan satu stroke atas pimpinan klasemen hari ketiga asal Korea Lee Sanghee.
Kemenangan ini menempatkan Kawamoto sebagai pegolf termuda pertama yang memenangkan turnamen yang pertama kali digelar tahun 1973 ini. Prestasinya ini sekaligus memperbaiki rekor Yuta Ikeda yang memenangkan turnamen yang sama pada tahun 2009. Kala itu Ikeda baru berusia 23 tahun.
Kawamoto pun mendedikasikan kemenangannya ini kepada kakak perempuannya, Yui, yang telah mengoleksi satu gelar JLPGA dan akan genap berusia 24 tahun pada 29 Agustus besok.
”Ini pertama kalinya saya bermain di grup terakhir pada putaran final sejak beralih profesional, dan saya tidak tahu kalau bakal menjadi duel sengit,” ujar Kawamoto, yang sempat meninggalkan kesan setelah finis T5 pada ajang Japan Open 2020.
”Saya sangat gembira. Besok ulang tahun kakak saya, jadi saya pikir kemenangan ini menjadi hadiah yang bagus buatnya!”

Kawamoto memulai putaran final dengan tertinggal satu stroke dari Lee. Upayanya terkesan bakal pupus lantaran membuat dua bogey di hole 4 dan 5. Toh ia mampu bangkit dengan menorehkan birdie di hole 6, 9, 10, dan 12 yang sekaligus membuatnya berbalik unggul satu stroke.
Seperti halnya rekan mainnya, Lee juga menorehkan dua bogey sebelum meraih bogey ketiganya lewat hole 11. Upayanya bangkit ternyata membuahkan hasil lantaran ia menorehkan tiga birdie di rangkaian empat hole sejak hole 13, yang memaksa Kawamoto berbagi tempat dengan Lee. Sayangnya, ia justru gagal memaksimalkan permainannya di dua hole terakhir.
Harapannya untuk memaksa Kawamoto melanjutkan babak play-off juga sirna setelah pesaingnya itu justru memasukkan putt birdie, yang sekaligus memberinya kemenangan sensasional dalam 15 turnamen JGTO yang ia ikuti.
”Permainan driver saya hari ini tidaklah bagus dan saya gagal memukul bola ke fairway,” tutur Lee, yang telah mengoleksi empat gelar KPGA. ”Saya sangat gugup dan sulit berkonsentrasi. Namun, saya sangat menikmati suasana dengan para penonton yang menyaksikan. Senang rasanya bisa mendapat banyak dukungan.
”Saya akan berusaha sebaik mungkin dalam turnamen berikutnya dan terus berusaha untuk menang. Kemenangan menjadi target besar saya di Jepang dan saya ingin mewujudkannya.”
Selain berhak membawa pulang hadiah uang ¥20 juta, Kawamoto sekaligus mengamankan statusnya untuk bermain hinga akhir 2024. Kemenangan ini jelas turut memuaskan karena ia gagal memenangkan kartu Tour-nya lewat Qualifying Tournament.
Ryu Hyunwoo menjadi pegolf internasional terbaik kedua pada ajang ini. Ia menorehkan skor 69 dan mencatatkan 12-under selama empat putaran.


