An Byeonghun mendapatkan inspirasi untuk melanjutkan persaingan di jajaran atas melalui kehadiran keluarganya pada ajang The Sentry 2024.

Termotivasi oleh kehadiran keluarganya, plus pola pikir yang lebih segar, An Byeonghun kembali bermain solid pada putaran ketiga ajang awal musim 2024 pada PGA TOUR, The Sentry. Pada akhir putaran ketiga kemarin (6/1), An mengemas skor 5-under 68 di Plantation Course, di Kapalua, Maui untuk tetap bersaing pada ajang yang memperebutkan total hadiah sebesar US$20 juta ini. Kini ia berada di posisi T3 bersama Jordan Spieth (67) dan Xander Schauffele (65) dengan total 19-under. Catatan ini menempatkannya hanya terpaut dua stroke di belakang Chris Kirk (66).

An mengemas enam birdie, yang salah satunya ia raih dari tiga hole terakhirnya, plus satu bogey. Kini ia berpeluang untuk mengakhiri penantian lamanya meraih gelar PGA TOUR. Sebelumnya, ia telah empat kali finis di tempat kedua, namun belum pernah meraih kemenangan. Sementara rekan senegaranya, Im Sungjae, harus tersandung dengan skor 73, yang salah satunya dikarenakan oleh double bogey.

”Sungguh menyenangkan bisa memulai awal tahun seperti ini. Tahun lalu saya main cukup bagus pada Sony Open. Tahun ini saya main cukup bagus di sini hingga putaran ketiga. Entah bagaimana prediksi cuaca besok, tapi saya berharap angin terus berembus, jadi ketika Anda bisa main dengan skor rendah, Anda punya peluang untuk menang.”

”Ketika semuanya main bagus seperti ini dan skornya benar-benar rendah, Anda mesti tetap bermain agresif dan melakukan tugas Anda.” — Chris Kirk.

An jelas merasa bersemangat melihat kehadiran istri dan kedua anaknya, yang terus mendampingi dari pinggir lapangan. ”Luar biasa. Menyenangkan. Mereka sangatlah penting. Saya dan pelatih (Sean Foley) selalu berkata kalau golf punya arti tersendiri, tapi tidaklah sepenting mereka (keluarga). Bisa melihat mereka di lapangan golf setelah putaran sungguh sangat berharga. Saya senang mereka bisa ada di sini,” imbuhnya.

”Kami berlatih keras, tapi tidak berarti apa-apa. Bukan berarti bahwa (posisi saat ini) membuat saya layak atau semacamnya, tapi hanya mengikuti (hasil latihan). Jadi, saya hanya perlu melakukan apa yang sudah saya kerjakan, yang bisa saya kendalikan. Saya hanya perlu bersyukur, itulah yang bisa kita katakan, di lapangan kita tidak bisa terlalu menunjukkan emosi. Ini golf, seperti yang saya bilang, tidaklah begitu penting. Keluarga lebih penting. Jadi, ya seperti itulah pola pikir yang saya miliki sekarang.”

Kirk memastikan berada di puncak klasemen dengan birdie di hole terakhirnya. Ia kini berada di posisi terbaik untuk meraih gelar PGA TOUR keenam dalam kariernya. Toh ia juga sadar kalau banyak pemain yang mengejarnya, terutama melihat betapa banyak pemain yang bisa bermain dengan skor rendah sepanjang pekan.

”Saya mungkin main bagus besok, dan ada pemain lain yang main sedikit lebih bagus. Hanya sedikit yang bisa dikendalikan. Jadi, Anda hanya mesti menjalani prosesnya,” ujar Kirk, yang meraih gelar terakhirnya pada Februari 2023 lalu. ”Ketika semuanya main bagus seperti ini dan skornya benar-benar rendah, Anda mesti tetap bermain agresif dan melakukan tugas Anda.”