Atthaya Thitikul menutup tahun 2023 dengan kemenangan pada ajang Simone Asia Pacific Cup di Jakarta. Duetnya dengan Jaravee Boonchant juga membawa kemenangan untuk kategori beregu.
Atthaya Thitikul meraih satu-satunya kemenangan profesionalnya pada tahun 2023 ketika kembali ke Jakarta untuk pertama kalinya sejak 2018. Permainan solid 3-under 69 pada putaran final Simone Asia Pacific Cup praktis memastikan kemenangan dengan skor total 14-under 202, tujuh stroke lebih baik daripada bintang asal Korea Lee Dayeon (71). Kemenangan ini seakan menggenapi statusnya pegolf dengan peringkat tertinggi yang bertanding di Pondok Indah Golf Course, No.9 pada Rolex Women’s World Golf Rankings.
Keunggulan lima stroke ketika memulai putaran final hari ini memang menjadi modal yang sangat berarti bagi pegolf berusia 20 tahun tersebut. Meskipun harus menunggu hingga hole 4 untuk mencatatkan birdie pertamanya dan menuai bogey di hole berikutnya, posisi Atthaya praktis tidak pernah terusik. Apalagi ia kemudian menorehkan tiga birdie berturut-turut dari hole 9.
Lee, yang berusaha keras mengejar ketertinggalannya, praktis harus melepas harapan menjuarai nomor individu setelah hanya bisa mencatatkan satu birdie dengan double bogey di hole 16, yang turut memastikan kemenangan tujuh stroke dari pesaingnya yang asal Thailand itu.

Bagi Atthaya kemenangan ini merupakan sesuatu yang tidak ia harapkan sebelumnya. Terutama setelah sejumlah penampilan yang hanya nyaris menang, seperti yang terjadi pada ajang Maybank Championship di Malaysia pada bulan Oktober 2023 lalu.
”Rasanya sangat istimewa bisa memenangkan ajang ini. Seperti yang sempat saya singgung sebelumnya, saya dan seluruh tim saya sudah menanti momen seperti ini. Tahun ini kami mendapatkan sejumlah hasil yang membanggakan pada tahun ini, tapi begitu hampir meraih kemenangan, saya justru tidak bisa menutaskannya. Namun, bisa mengikuti Simone Asia Pacific Cup dan mengakhiri musim 2023 ini dengan kemenangan membuatnya menjadi terasa lebih istimewa,” tutur Atthaya.
Kemenangan Atthaya ini sekaligus menjadi kemenangan kedua bagi pegolf Asia Tenggara, setelah pada edisi perdana tahun 2022 lalu Princess Mary Superal asal Filipina menjuarai ajang ini.
”Saya pikir salah satu alasan mengapa pegolf Asia Tenggara memenangkan ajang ini ialah karena jenis rumput dan jenis lapangannya cukup mirip dengan lapangan-lapangan yang biasa ada di Asia Tenggara daripada di negara-negara Asia Pasifik lainnya dan mungkin itulah alasan mengapa pegolf Asia Tenggara bisa menang di sini,” tutur Atthaya.

Sementara itu, rekan satu tim Atthaya, Jaravee Boonchant, kembali memperbaiki permainannya, bahkan menorehkan skor terendah sepanjang mengikuti edisi kedua Simone Asia Pacific Cup ini. Catatan tiga birdie dengan hanya satu bogey membuat pegolf berusia 24 tahun ini memang hanya menempatkannya di posisi T13 bersama pegolf No.17 Dunia Nasa Hataoka asal Jepang dengan skor total 1-under 215. Akan tetapi, permainannya itu ikut berkontribusi bagi kemenangan beregu bersama Atthaya.
Jika Atthaya memastikan kemenangan dengan selisih tujuh stroke, duetnya dengan Jaravee juga membuat Tim Thailand 2 ini bermain dengan total 15-under. Mereka bermain tujuh stroke lebih baik daripada duet Hwang Youmin dan Kim Minbyeol untuk Tim Korea 4, serta duet dua pemain amatir Kim Minsol dan Lee Hyosong dalam Tim Korea 5, yang sama-sama mencatatkan total 8-under.
”Pekan ini sangat menyenangkan karena saya bisa melihatnya (Atthaya) menampilkan pukulan-pukulan yang luar biasa dan putting-nya yang sangat meyakinkan sungguh menginspirasi. Dan bisa bersama dalam satu tim dengannya, bisa menikmati putaran ini dan bahkan tiga putaran rasanya membuat ajang ini menjadi sangat istimewa,” tutur Jaravee.
”Dan, seperti yang saya juga sempat singgung sebelumnya, saya merasa sangat bersemangat untuk ajang beregu ini karena saya tak mendapat banyak kesempatan mengikuti ajang beregu dan bisa berada dalam satu tim dengannya membuat ajang ini menjadi lebih istimewa lagi.”


