William Justin Wijaya akan segera tampil pada ajang amatir paling bergengsi se-Asia Pasifik, Asia-Pacific Amateur Championship, yang akan bearlangsung di Selandia Baru pada 29 Oktober-2 November 2026 mendatang.
Dua tahun sejak penampilan perdananya pada ajang Asia-Pacific Amateur Championship, pegolf asal Jawa Timur William Justin Wijaya dipastikan kembali menjadi bagian dari skuad Indonesia yang akan tampil pada ajang amatir paling bergengsi tersebut.
Pegolf yang kini menduduki peringkat 432 (pada saat artikel ini disusun–Red.) ini akan menemani Randy Bintang, Rayhan Latief, Kenneth Sutianto, Jayawardana Dornan, dan Asa Najib Bhakti ketika Kejuaraan ini digelar di South Course, di Te Arai, Selandia Baru pada 29 Oktober-2 November mendatang.
Kini pegolf berusia 17 tahun ini akan menatap Kejuaraan ini dengan sejumlah modal penting.
Pertama, prestasinya tahun ini menunjukkan permainannya cukup solid sehingga menjadi salah satu dari enam pegolf Indonesia dengan World Amateur Golf Ranking (WAGR) terbaik pada tahun ini–cukup untuk kembali mendapat undangan resmi dari Asia-Pacific Golf Confederation.

Dari lima ajang WAGR yang ia ikuti di Indonesia, William tidak pernah finis di luar dua besar. Setelah menjuarai Faldo Series Indonesia pada bulan Februari, ia terus mencatatkan finis di tempat kedua tiga ajang Indonesian Junior Golf dan Medco Pondok Indah International Amateur Golf Championship.
Lalu ketika mewakili Indonesia pada Faldo Junior Tour 17th Asia Grand Final di Vietnam, ia menembus posisi 25 besar.
William juga sempat mengawali debutnya pada Asia-Pacific Amateur Championship dengan cukup baik, bermain 1-over 72 pada putaran pertama. Hanya karena cuaca yang brutal di Taiheiyo Club Gotembalah ia akhirnya harus tersingkir lebih awal.
Kali ini ia akan menatap penampilan keduanya dengan modal penting lainnya. Bulan Mei lalu ia mendapat kesempatan untuk mengenal Te Arai Links lebih awal. Bersama Kenneth Sutianto, William menjadi bagian dari total 16 pegolf yang diundang untuk mengikuti AAC Academy.
”Bisa menjadi bagian dari kelompok pemain yang mengikuti AAC Academy tentu menjadi sebuah keistimewaan dan kehormatan tersendiri,” tutur pegolf yang masih duduk di bangku SMA ini.
”Pengalaman yang saya punya, bermain di lapangan golf tersebut, dan mengikuti sejumlah sesi dengan berbagai pelatih tentu meningkatkan pengetahuan saya tentang golf.”
Para peserta AAC Academy mendapat pembekalan dari sisi teknik, termasuk pelatihan di lapangan, yang praktis memberi mereka kesempatan lebih awal untuk bermain di South Course.
”Bisa melihat lapangan ini lebih awal juga ikut memberi keuntungan tersendiri, apalagi saya juga menerima masukan yang diberikan oleh para pelatih yang membantu saya memainkan lapangan tersebut,” sambung William.
Modal berharga ini, termasuk dengan hasil konsisten sepanjang tahun, jelas bakal memberinya rasa percaya diri untuk berusaha menembus putaran akhir pekan ketika Kejuaraan ini berlangsung nanti.
”Pengalaman yang saya punya, bermain di lapangan golf tersebut, dan mengikuti sejumlah sesi dengan berbagai pelatih tentu meningkatkan pengetahuan saya tentang golf,” ujarnya lagi.
Pekan ini ia juga menjadi bagian dari Tim Indonesia yang mengikuti Southeast Asia Team Golf Championship ke-63 di New Course, di Hong Kong Golf Club. Pengalaman bersaing pada Lion City Cup pekan ini juga bakal menjadi bagian dari modal penting untuk mempertajam kualitas permainannya menuju Selandia Baru.

