K.J. Choi memprediksikan hal-hal besar bagi rekan mudanya, Kim Joohyung, menjelang perhelatan Presidents Cup.

Legenda golf Korea Choi Kyungju, atau yang lebih dikenal dengan K.J. Choi, yakin rekan mudanya Kim Joohyung akan menembus sepuluh besar dunia dan menjadi pegolf No.1 Dunia pertama dari Asia dalam waktu dekat. Setidaknya, sepak terjangnya yang memukau pada tahap awal kariernya pada PGA TOUR memberi indikasi demikian.

Menjelang penyelenggaraan Presidents Cup di Quail Hollow pekan ini, di mana Tim Internasional akan menghadapi Tim Amerika Serikat yang kuat, Choi, yang menjadi wakil kapten bagi Trevor Immelman mengaku bersemangat melihat bagaimana Kim, yang berusia 20 tahun, mengatasi tekanan atmosfir tim dalam debut Tim Internasionalnya.

Kim saat ini berperingkat 21 di dunia dan merupakan pegolf termuda ketiga yang tampil dalam Presidents Cup, setelah Ryo Ishikawa (2009/2011) dan Jordan Spieth (2013). Ia berhasil otomatis masuk tim, sebagian besar, berkat kemenangan memukaunya pada ajang Wyndham Championship bulan Agustus 2022. Ia juga finis sepuluh besar pada ajang Genesis Scottish Open dan Rocket Mortgage Classic pada musim panas yang takkan ia lupakan itu. Lalu ia bahkan bisa bermain pada BMW Championship.

”Saya pikir ia jelas bisa masuk sepuluh besar dalam waktu dekat. Juga, saya berharap ia bisa menjadi No.1 Dunia suatu hari kelak. Dan supaya semua ini bisa terwujud, ia perlu terus mempertahankan performa dan hasratnya untuk olahraga golf,” tutur Choi, yang sejauh ini bersama Hideki Matsuyama memegang rekor kemenangan PGA TOUR terbanyak dari Asia dengan delapan gelar.

Matsuyama sempat mencapai No.2 Dunia sebagai posisi tertinggi yang ia capai tahun 2017. Choi sendiri sempat mencapai No.5 Dunia. Bintang golf veteran yang dipandang sebagai pembuka jalan bagi Asia dan Korea ini merasa Kim telah menampilkan kematangan yang luar biasa meski usianya masih muda. Ia menambahkan, Kim memiliki kapasitas untuk menghasilkan permainan golf yang melambungkan namanya ketika ia membutuhkannya.

”Rasanya luar biasa melihat Tom (nama Inggris Kim) bermain pada PGA TOUR dalam pola pikir dan target-targetnya, meskipun ia masih sangat muda,” tutur Choi, yang berusia 30 tahun ketika mulai bermain penuh pada PGA TOUR.

 

Kim Joohyung, Juara Wyndham Championship 2022.
Kim Joohyung mewujudkan impiannya meraih keanggotaan dan gelar pada PGA TOUR lewat kemenangannya pada ajang Wyndham Championship 2022. Foto: Getty Images.

 

”Perbedaan antara Tom dan para pemain lainnya ialah konsentrasinya bagus dan badannya fleksibel. Dengan menjadi fleksibel itu berarti Anda bisa menjadi pemukul jauh, dan kemungkinan cederanya juga rendah. Saya pikir salah satu kekuatatnnya ialah kesederhanaannya dan rutinitasnya yang ringkas dalam melakukan pukulan. Hal ini akan membantunya menjadi pemain hebat pada PGA TOUR,” jelas Choi.

Kim menjadi salah satu dari jajaran pegolf Korea yang kali ini menyumbangkan pemain terbanyak dalam sejarah Tim Internasional untuk Presidents Cup. Bersama Im Sungjae, Kim Siwoo, dan Lee Kyounghoon, skuad ini sudah terlihat lapar kemenangan dan berniat mengalahkan Tim AS yang dipimpin oleh Kapten Davis Love III.

Choi ingat mendengar bakat menjanjikan ini dari turnamen domestik di Korea dua tahun silam. Sejak saat itu ia terus memperhatikan perkembangan Kim, yang kemudian meraih sejumlah kemenangan di Korea dan Asia. Choi pun yakin kemahiran Kim berbahasa Inggris juga akan membantu pemain muda ini beradaptasi dengan lebih cepat dalam kehidupannya di AS. Choi sendiri mengalami kesulitan pada tahun-tahun awalnya di Amerika lantaran kendala bahasa.

”Saya sudah melihat begitu banyak pemuda berbakat dari Korea. Saya pernah mendengar namanya sebelum ini, tapi belum tahu pemain seperti apa dia. Namun, sungguh mengesankan melihatnya menjuarai turnamen-turnamen Asian Tour dan di negara-negara lain dalam usia muda. Jadi, saya pikir, meski dia masih muda, ia bisa menjadi pemain bagus pada masa mendatang,” ujar Choi.

”Kelihatannya ia orang yang memiliki pemikiran yang sangat terbuka dan memiliki sikap yang baik tentang golf, dan hubungannya dengan para pemain di sekitarnya. Karena Tom mahir berbahasa Inggris, ia bisa mengekspresikan dirinya di dalam maupun di luar lapangan dan hal ini keuntungan besar untuk kehidupannya pada PGA TOUR. Saya yakin ia akan melakukan yang terbaik untuk mengejar target-targetnya, dan sangatlah penting baginya untuk memenangkan banyak turnamen, menciptakan banyak rekor, dan terus meningkatkan peringkat dunianya. Masih ada banyak waktu baginya, dan jalannya juga masih panjang.”

Choi juga menyadari pentingnya keseimbangan hidup, yang bisa berkontribusi pada kesuksesan dan karier yang panjang. ”Hal terpenting ialah keseimbangan dalam kehidupan normalnya, dan bagaiman mereka bersiap dan berlatih untuk mengikuti berbagai turnamen. Saya pikir hal krusial sebagai seorang pegolf ialah mereka harus selalu melakukan yang terbaik dan tidak pernah menyerah. Mentalitas seperti itu merupakan hal yang paling berharga sebagai seorang pemain,” ujar Choi.

”Hal-hal ini merupakan hal yang sangat mendasar sebagai seorang pemain profesional dan mereka mesti mengingatnya agar bisa menikmati karier yang lebih panjang. Ketika mereka mengingat dan mempertahankannya dalam benak masing-masing, mereka bisa melakukan karier ini untuk 10, 20 dan 30 tahun ke depan.”