Dua birdie di sembilan hole terakhir membantu Kevin Caesario Akbar mempertahankan peluang emasnya untuk meraih gelar ketiga tahun 2023.

Dua birdie yang ia torehkan di sembilan hole terakhir terbukti krusial bagi Kevin Caesario Akbar pada putaran kedua The 2nd Indo Masters Golf Invitational presented by Tunas Niaga Energi. Kedua birdie tersebut membantunya mencatatkan skor 2-under 70, yang sekaligus membuatnya bertahan di puncak klasemen sementara di Imperial Klub Golf, Karawaci.

Meski bermain pada pagi hari, birdie ternyata tidak mudah ia dapatkan. Bahkan Kevin sempat mengawali permainannya dengan bogey di hole 11, yang merupakan hole keduanya. Meski kemudian berhasil mencatatkan birdie di hole berikutnya, ia harus ekstra sabar hingga mencatatkan birdie keduanya lewat hole 1. Kemudian pukulan approach-nya dari fairway hole 2 par 4 berhasil mengantarkan bolanya hingga berjarak kurang dari semeter, yang kemudian berhasil ia konversi menjadi birdie.

Meskipun gagal menambah koleksi birdie, pegolf yang telah meraih satu kemenangan di level Asian Development Tour (ADT) lewat ajang The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura bulan Agustus 2023 lalu ini masih bisa meminimalisasi kesalahan sehingga tak lagi menorehkan bogey hingga menuntaskan 18 hole keduanya.

”Hari ini main cukup bagus, bisa main 2-under, ada peluang yang meleset untuk birdie terutama di sembilan hole terakhir, di 1-9 karena saya tee off dari hole 10, tapi banyak juga mengamankan par yang bagus; di sembilan hole pertama ada beberapa kali menyelamatkan par dengan cukup bagus, jadi saya merasa senang untuk hari ini,” tutur Kevin, yang bersama duo Thailand Supravee Phatam dan Charng-Tai Sudsom mencatatkan skor total 7-under 137.

 

George Gandranata, Round 2 The 2nd Indo Masters Golf Invitational presented by Tunas Niaga Energi.
George Gandranata juga berada dalam posisi yang bagus untuk mewujudkan gelar ADT pertamanya sejak 2016. Foto: GolfinStyle.

 

Meskipun situasinya tidak sama seperti bulan Agustus lalu ketika melangkah ke putaran final dengan keunggulan lima stroke, berada di puncak klasemen turut membuka peluang untuk menjadi pegolf pertama yang memenangkan lebih dari satu gelar ADT dalam satu musim. Selain itu, kemenangan juga akan membuatnya menggeser Yuvraj Singh Sandhu, yang pekan ini bertanding di Macau, dari puncak Order of Merit ADT, mengingat sang juara akan mendapatkan US$13.125. Saat ini ia tertinggal US$8.156 dari pegolf India tersebut.

Jelas ia sadar bahwa tantangan terbesarnya ialah mempertahankan konsistensi penampilan. Beruntung pekan ini kualitas short iron-nya juga prima dan bakal menjadi andalan untuk mewujudkan kemenangan.

”Short iron-nya terutama lebih bagus minggu ini, terus tee off juga bagus, semoga bisa dipertahankan untuk besok,” tandas Kevin.

Akan tetapi, tak hanya Kevin yang berpeluang mengibarkan bendera Indonesia di partai final besok. George Gandranata dan Benita Yuniarto Kasiadi, kini menjadi bagian dari total lima pegolf yang mencatatkan skor total 6-under 138, alias hanya terpaut satu stroke dari trio pemuncak klasemen.

George menuntaskan putaran kedua tadi dengan torehan tiga birdie dan satu bogey, 2-under 70, sementara Benita mencatatkan lima birdie dengan hanya satu bogey untuk skor 68.

Jika berhasil menyalip Kevin, Supravee dan Charng-Tai, George bakal mengangkat trofi ADT pertamanya sejak menjuarai PGM LADA Langkawi Championship 2016 silam. Sementara, bagi Benita, kemenangan pada putaran final besok akan menjadi kemenangan bersejarah baginya dan keluarga besar Kasiadi.