Kevin Caesario Akbar memimpin kubu tuan rumah ketika BNI Indonesian Masters presented by TNE harus dihentikan hingga dua kali akibat cuaca buruk.
Penundaan permainan akibat cuaca buruk tampaknya memang sudah menjadi salah satu karakter dalam setiap penyelenggaraan BNI Indonesian Masters presented by TNE. Pada putaran pertama turnamen yang kini menjadi bagian dari International Series ini, penundaan permainan akibat cuaca terjadi hingga dua kali. Akibatnya, 72 pemain lagi harus kembali lebih awal untuk menuntaskan putaran pertama mereka.
Panitia terpaksa menghentikan pertandingan pada pukul 14:22. Pertandingan sempat kembali dilanjutkan pada pukul 16:15, akan tetapi setengah jam kemudian pertandingan kembali terpaksa dihentikan.
Dalam posisi tersebut, Kevin Caesario Akbar tampil sebagai pemain Indonesia terbaik yang menuntaskan 18 hole pertamanya di Royale Jakarta Golf Club hari ini. Pegolf yang bernaung di bawah Ciputra Golfpreneur Foundation ini mengemas lima birdie dengan dua bogey untuk memimpin kubu Indonesia di posisi T11 dengan skor 3-under 69. Ia terpaut tiga stroke dari pegolf Thailand Kosuke Hamamoto dan Neil Schietekat dari Afrika Selatan.
Kevin, yang bermain pada waktu tee paling pagi (06:15), tampil dengan lekas panas dan langsung mengemas birdie di hole pertamanya, di hole 10 par 4. Setelah bermain even par di tiga hole berikutnya, ia menambah catatan birdie-nya di hole 14.
”Di hole 10 itu saya melakukan tee off dengan 3-wood dan pukulan kedua saya juga bagus, menyisakan jarak sekitar 5-6 meter dari pin,” tutur Kevin. ”Semula saya berniat hanya untuk mendekatkan bola ke lubang, tapi ternyata bolanya berhasil langsung masuk. Jadi, birdie ini merupakan start yang bagus.”

Momentumnya sempat terhenti lantaran mendapat bogey di hole 17 dan hole 1. Akan tetapi, ia berhasil mengatasi dua bogey tersebut dengan menorehkan tiga birdie di sembilan hole terakhirnya, sekaligus mematok skor terendah yang dibukukan oleh kubu Merah Putih.
”Dari lima birdie yang saya raih hari ini, yang berkesan itu di hole 7 dan 8. Di sana putting saya juga bisa langsung masuk, padahal jaraknya jauh,” sambung Kevin. ”Lagi-lagi, saya cuma mau mendekatkan bola saja, tapi justru berhasil masuk. Tenaganya pas sih.
”Hari ini saya banyak tertolong dengan putting saya sih. Ada banyak putt jarak jauh yang bisa saya masukkan sehingga permainan saya hari ini cukup bagus.”
Satu stroke di belakang Kevin, pegolf Indonesia lainnya, Elki Kow, juga mengawali BNI Indonesian Masters presented by TNE dengan solid. Elki juga mengemas lima birdie, namun harus menuliskan tiga bogey di kartu skornya.
Elki harus menunggu hingga hole keduanya untuk mendapatkan birdie pertamanya. Setelah bogey di hole 5, ia menuntaskan sembilan hole pertamanya dengan birdie kedua, yang ia raih di hole 9. Tiga birdie dan dua bogey di sembilan hole keduanya memberinya skor 2-under 70, dan sementara ini menempatkannya di peringkat T17.
Catatan mengesankan lainnya ditampilkan oleh Danny Masrin dan pegolf amatir Jonathan Xavier Hartono, yang sama-sama bermain 1-under. Danny telah menuntaskan 11 hole dengan mencatatkan dua birdie dan satu bogey, sementara Jonathan yang baru memainkan tujuh hole mencatatkan birdie di hole 15 par 3.

Hamamoto, yang baru saja menuntaskan ajang Bangabandhu Bangladesh Open pekan lalu di tempat kedua, di belakang rekan senegaranya, Danthai Boonma, tampak berhasil mengatasi kekecewaan tersebut dengan penampilan luar biasa pada putaran pertama tadi. Bintang muda berdarah Jepang-Thailand ini sukses mengemas enam birdie dan tanpa bogey untuk menjadi salah satu penguasa puncak klasemen.
”Tidak apa-apa sih tidak menang pekan lalu, saya sudah mengubah mentalitas saya. Golf bukan segalanya dalam hidup ini. Finis di tempat kedua (pekan lalu) tidak menentukan siapa saya. Belakangan ini saya berlatih dengan pelatih baru, Kris Assawapimonporn, yang juga melatih Atthaya Thitikul; saya juga punya kedi baru dan set iron yang baru, dan sudah mengubah mentalitas saya, jadi ada banyak hal yang terjadi dan sepertinya semua berjalan dengan baik,” ujarnya.
Adapun Schietekat mulai bisa beradaptasi dengan bermain di Asia dengan target mempertahankan kartu Asian Tournya. Saat ini ia ada di peringkat 72, sementara hanya 60 besar saja yang bisa bermain penuh pada musim mendatang. Setidaknya, dalam 18 hole pertama tadi ia menunjukkan bahwa dirinya layak berada di sirkuit utama Asia ini.
”Harii ini saya mengawalinya dengan baik, banyak memasukkan putt. Ada 27 putt yang saya lakukan dan 2 kali meleset dari green. Agak kesulitan sedikit dengan driver; driver favorit saya retak di Maroko dan ketika di-fitting di Mesir mereka bilang driver saya retak. Driver itu masih baru, baru dua setengah tahun dan biasanya saya bangga pada driving saya. Jadi, saya mencoba driver lain,” jelasnya.
Putaran pertama akan kembali dilanjutkan pukul 06:15 WIB besok.


