Bintang Thailand Kiradech Aphibarnrat telah bertekad untuk tetap sabar setelah menjalani pengalaman berat pada awal tahun ini. Dalam tiga turnamen yang ia ikuti, belum sekalipun ia menikmati bermain pada akhir pekan. Dan kini ia kembali berada di Club Golf de Chapultepec untuk turun di World Golf Championships-Mexico Championship dan berharap bisa kembali bangkit.

Kiradech, yang kini berperingkat 45 dunia, berharap bisa menemukan performa terbaiknya di panggung yang turut membantunya meraih kartu PGA TOUR. Pegolf berusia 29 tahun ini menuai prestasi istimewa ketika berlaga di tempat ini pada tahun lalu. Ia berhasil finis di posisi T5, yang menjadi satu dari tiga prestasi lima besar yang ia raih pada ajang World Golf Championships.

“Kembali ke tempat di mana saya bermain dengan baik sebelumnya rasanya akan membantu saya. Tapi semuanya tergantung saya. Saya perlu merasa nyaman dengan swing saya karena saya suka melakukan beragam pukulan. Saya memang tak menghabiskan cukup waktu di lapangan lantaran mengambil jeda selama enam pekan. Apalagi sekarang saya sedang tidak main bagus.Jika main menghadapi pemain terbaik dunia, bermain di Tour terkuat di dunia, dan ketika swing Anda tidak bagus, seperti inilah hasil yang bisa didapatkan,” tutur Kiradech.

“Saya mengambil jeda terlalu lama. Saya pikir saya butuh satu pekan bermain dengan bagus untuk bisa pulih….”

Ia gagal lolos cut pada Abu Dhabi HSBC Championship pada European Tour, sebelum kemudian turun pada Farmers Insurance Open. Ia memang sempat finis T33 pada Waste Management Phoenix Open, tapi gagal lolos cut lagi pada Genesis Open. Ini merupakan pengalaman pertamanya sejak pertengahan 2017.

“Saya mengambil jeda terlalu lama. Saya pikir saya butuh satu pekan bermain dengan bagus untuk bisa pulih…masih ada banyak kesempatan. Mungkin saya bisa melakukannya pekan ini,” kata Kiradech.

Untuk itulah Kiradech menghabiskan lebih banyak waktu berlatih dan mempertajam permainannya lagi. Ia juga sengaja berlatih di bawah pengawasan pelatih swing-nya, Mike Walker, yang bersama dengannya di Los Angeles. Dan kini Kiradech optimis keberuntungannya bisa kembali kepadanya di Meksiko.

“Saya sudah berlatih lebih keras dalam beberapa pekan ini. Saya menjumpai pelatih saya, dan ini memang langkah yang bagus, soalnya saya mesti tahu kalau swing saya memang berfungsi atau tidak. Saya butuh waktu lebih banyak dengan club saya dan saya pikir tak lama lagi saya bisa main lebih bagus. Saya hanya perlu bersabar,” ujar pria yang sempat meraih Order of Merit Asian Tour 2013 ini.

“Presidents Cup adalah ajang besar dan saya masih menargetkan satu kemenangan PGA TOUR musim ini.”

Hari Selasa (19/2) kemarin ia melakukan sembilan hole putaran latihan di Chapultepec. Lapangan yang berada 7.600 kaki di atas permukaan laut ini, menurutnya, akan kembali memberikan ujian yang sulit.

“Lapangan ini ada dalam kondisi prima. Green-nya agak lebih keras tahun ini dan cuacanya mulai kering. Pukulan saya bagus saat latihan, jadi saya berharap bisa main bagus di sini,” tuturnya lagi.

Seperti halnya Shubhankar Sharma, Kiradech juga mengincar tempat pada Tim Internasional yang akan berlaga menghadapi Tim AS pada Presidents Cup yang akan dimainkan di The Royal Melbourne Golf Club, di Melbourne, Australia bulan Desember mendatang. Saat ini ia memang berada dalam zona yang ideal untuk meraih tempat tersebut, dan sempat mengikuti pertemuan dengan Kapten Ernie Els pekan lalu. Ia sendiri bakal bermain dengan Ernie Els dalam dua putaran awal pekan ini.

“Saya ingin menunjukkan permainan golf yang bagus ketika bermain dengan Ernie. Saya akan berusaha untuk memperbaiki ranking saya. Presidents Cup adalah ajang besar dan saya masih menargetkan satu kemenangan PGA TOUR musim ini. Kalau hal itu bisa terwujud, tempat saya pada Presidents Cup juga bakal aman.”

Leave a comment