Bagaimana pukulan ajaib di hole ke-72 membantu memberi gelar Major dan PGA TOUR pertama bagi Matthew Fitzpatrick.

Oleh Chris Cox/PGA TOUR.

Kemenangan perdana Matt Fitzpatrick pada PGA TOUR tidak datang dengan mudah.

Meskipun telah tujuh kali menang pada DP World Tour, pemberani asal Inggris yang sempat berkuliah di Northwestern ini masih menunggu sampai ia meraih terobosannya di Amerika. Penantian itu bahkan telah melampaui lebih dari 100 turnamen PGA TOUR sejak musim 2015-2016.

Sekali lagi, ia nyaris mencapai kemenangan yang ia nantikan pada gelaran U.S. Open ke-122, dan lagi-lagia ia berada di posisi yang membahayakan peluangnya.

”Itu posisi yang tidak saya inginkan,” belakangan ia mengakui. ”Posisi nomor satu di daftar (yang tidak ingin saya hadapi).”

Tempat itu, tentunya, bunker menakutkan di sisi kiri fairway, sekitar 140 meter dari green. Pegolf berusia 27 tahun itu mendapati bolanya berada di sana usai menggunakan 3-wood dari tee. Ia tengah menjaga keunggulan satu stroke dari rekan mainnya, Will Zalatoris, yang justru memukul ke fairway. Play-off pun mulai mengintai, itu juga kalau ia tidak langsung kalah di hole terakhir tersebut.

Akan tetapi, Fitzpatrick punya rencana lain.

”Saya berpikir: coba memukul mendekati lubang,” ujarnya.

Ia pun melakukannya. Pegolf asal Sheffield, Inggris, itu memainkan 9-iron dan melambungkan bolanya melewati bunker lain yang melindungi sisi depan green hole 18 itu. Bolanya mendarat sekitar 5,4 meter dari lubang.

 

Pukulan bunker fairway itu mengantarkan bola Matt Fitzpatrick menyisakan sekitar 5,4 meter dari lubang. Foto: Getty Images.

 

”Saya pemain yang cepat, dan saat melihat kembali, semua itu terjadi begitu cepat,” tuturnya kala menyinggung pukulan keduanya di hole 18 itu. ”Lebih ke membiarkan kemampuan alami yang mengendalikan dan memainkan pukulan yang dihadapi, seolah-olah saya pemain junior yang berusaha memukul bola ke dekat lubang.

”Saya tidak bermaksud melakukan pukulan tersebut, tapi hanya berkomitmen pada pukulan yang kami rencanakan … Ya, memang tampak mengagumkan.”

Setelah itu, Fitzpatrick menambahkan bahwa pukulan-pukulan seperti itu merupakan salah satu area permainannya yang tengah ia geluti belakangan ini. Namun, Anda tidak akan pernah mengetahuinya jika melihat pukulan dramatis tersebut, ujar Todd Anderson, Direktur Instruksi PGA TOUR Performance Center di TPC Sawgrass, rumah THE PLAYERS Championship.

”Menghadapi dan melakukan pukulan seperti itu di bawah semua tekanan yang ada, pada pukulan yang sebenarnya sulit Anda lakukan sepanjang tahun, jelas sangat mengesankan. Hal ini menunjukkan betapa kuat mentalitasnya,” ujar Anderson. ”Melakukan pukulan seperti itu jelas satu hal. Namun, melakukannya di bawah semua tekanan ketika Anda belum pernah memenangkan kejuaraan Major jelas merupakan hal yang lain lagi.”

Jadi, bagaimana Fitzpatrick melakukannya? Dan, yang lebih baiknya lagi, bagaimana Anda bisa meniru pukulan kemenangan tersebut di lapangan tempat Anda biasa bermain?

Anderson menyebutkan kesalahan terbesar sebagian besar pemain di bunker fairway ialah mereka kehilangan keseimbangan ketika melakukan swing. Dengan kata lain, pegolf bisa mengatasi banyak masalah dalam skenario ini hanya dengan mengukur jarak ke bola dengan tepat dan mengatur ketinggian postur saat melakukan address.

”Yang kebanyakan orang lakukan ialah menggenggam club, lalu melakukan set up ke bola, dan kemudian mengubur kaki mereka di pasir bunker,” ujar Anderson. ”Namun, ketika melakukan hal tersebut, pada dasarnya Anda menurunkan posisi kaki di bawah permukaan pasir atau bola, yang membuat Anda justru memukul di belakang bola.”

 

Matthew Fitzpatrick, Juara U.S. Open 2022.
Pukulan dari bunker fairway di hole 18 menjadi pukulan krusial bagi Matt Fitzpatrick untuk menjuarai gelar PGA TOUR sekaligus Major pertamanya pada U.S. Open 2022. Foto: Getty Images.

 

Anderson mendorong murid-muridnya untuk ”under reach”. Pada dasarnya, katanya, Anda ingin merasa seakan-akan lengan dan club memanjang, tapi club tidak bisa menjangkau pasir.

”Club hanya bisa bergerak, mungkin turun hingga setengah atau seperempat inchi dari pasir. Dan Anda merasa melakukan kuda-kuda setinggi mungkin dengan lengan sejauh mungkin. Dari sana, Anda hanya ingin menjaga keseimbangan dan melakukan swing sepanjang tiga per empat.”

Kunci lainnya dari swing itu, tentunya, ialah melakukan impact ke bola sebelum memukul pasir. Itulah perbedaan dari memukul di bunker fairway dengan di bunker samping green. Butuh pendekatan yang justru sebaliknya.

Cara sederhana untuk membantu melakukan hal ini ialah dengan mempertahankan bahu kanan (bagi pemain nonkidal) Anda berada di posisi yang tinggi saat impact, imbuh Anderson lagi.

”Jika Anda menurunkan bahu kanan, badan bagian atas Anda akan miring ke kaki kanan dan Anda bakal memukul pasir di belakang bola,” jelasnya. ”Jadi, jika bisa mengukur jarak ke bola dengan tepat dan menjaga sisi kanan tetap tinggi dan menggerakkan club ke bola, Anda akan memukul bolanya terlebih dahulu.”

Sebagian besar pemain berusaha mengangkat bola agar keluar dari bunker pada skenario ini. Namun, justru itulah yang harus Anda hindari. Lihatlah pukulan Fitzpatrick sebagai buktinya. Ia melakukan gerakan agresif ke arah bola. ”Ia tidak menahan berat badannya di kaki kanannya dan berusaha mengangkat bola agar keluar,” imbuh Anderson, ”tapi ia memutar badan bagian atasnya dan ia mencapai dasar swing-nya di depan bola.”

Dengan melakukan hal tersebut Fitzpatrick akhirnya meraih gelar PGA TOUR pertamanya pada U.S. Open. Bagaimana pukulan itu membantunya?

”Salah satu pukulan terbaik yang pernah saya lakukan,” ujarnya.

 

Todd Anderson, Direktur Instruksi di TPC Sawgrass, melatih kliennya di TPC Sawgrass, Ponte Vedra Beach, Florida. Foto: Stan Badz/PGA TOUR.

 

Todd Anderson menjabat sebagai Direktur Instruksi pada PGA TOUR Performance Center di TPC Sawgrass, rumah THE PLAYERS Championship. National PGA Teacher of the Year 2010 ini telah menyaksikan murid-muridnya mengemas lebih dari 50 kemenangan di seluruh PGA TOUR dan Korn Ferry Tour, termasuk dua gelar FedExCup. . Saat ini ia berpredikat sebagai salah satu dari 20 instruktur top di Amerika Serikat menurut Golf Digest.