Hari kedua di Yalong Bay Golf Club dan dengan sejumlah pemain berhasil mencatatkan skor rendah, menghadirkan persaingan yang ketat di puncak klasemen Sanya Championship. Skor fenomenal 9-under 63 yang ditorehkan pegolf Amerika Michael Perras membawanya menorehkan skor total 12-under 132, diimbangi oleh dua rekan senegaranya, Trevor Sluman (65) dan Matt Gilchrest (68), yang merupakan pimpinan klasemen hari pertama. Pegolf Jepang Yuwa Kosaihira (64) juga bergabung dengan trio Amerika tersebut.
Gilchrest, yang memulak putaran kedua kemarin (05/04) dengan keunggulan satu stroke, berhasil main 6-under pada hari itu dan kembali memimpin sendirian dengan dua hole tersisa. Sayangnya, justru di dua hole itu ia mendapatkan bogey sehingga harus puas berbagi tempat teratas dengan tiga pemain lainnya.
Adapun Perras, yang merupakan cucu dari mantan pegolf PGA TOUR Fred Marti, kini berusaha mengikuti jejak sang kakek ke PGA TOUR melalui PGA TOUR Series-China. Ini merupakan musim pertama baginya setelah berhasil meraih keanggotaan melalui Global Qualifying Tournament yang kedua. Meskipun gagal lolos cut pada ajang Chongqing Championship pekan lalu, lulusan University of Houston 2018 ini kali ini tampil sangat mengesankan. Ia membukukan sembilan birdie dan berhasil main tanpa bogey.
“Saya merasa sangat nuama di rumput jenis ini dan dalam kondisinya yang berangin,” ujar Perras. “Pukulan saya sejauh ini sangat bagus dan saya bisa menjaga bola agar tetap di fairway dan ke green untuk membantu memudahkan scoring.”

Perras memiliki karier golf universitas yang patut dibanggakan. Selama tiga tahun berturut-turut, ia berhasil menjuarai turnamen universitas, masing-masing pada tahun 2015, 2016, dan 2017.
Bermain dalam kondisi cuaca 80°F atau sekitar 27°C, Perras, yang berasal dari Texas mengaku merasa sangat nyaman bermain dalam kondisi cuaca yang demikian.
“Di sini cuacanya 27°C dan cerah. Saya berasal dari Houston, Texas, jadi kira-kira kondisinya di sana seperti ini pada musim panas. Itu sebabnya saya bisa menikmati bermain di lapangan ini. Lagipula ini lapangan yang menyenangkan, hanya saja angin gampang berembus. Kondisinya juga bagus dan saya sangat menikmati permainan di sini,” imbuh pegolf berusia 23 tahun ini lagi.

Adapun Kosaihira, yang berhasil finis di peringkat empat Order of Merit PGA TOUR Series-China musim lalu, mengikuti jejak Perras dengan bermain tanpa bogey. Hanya saja pegolf Jepang yang sempat bermain pada World Junior Golf Championship di Jakarta ini membukukan delapan birdie. Ia pun kini berpeluang mengikuti rekan senegaranya, Taihei Sato, yang baru pekan lalu sukses menjadi pegolf Jepang pertama yang menang pada Tour ini.
“Hari ini saya bermain sangat bagus. Saya hanya akan terus berjuang dan semoga bisa mendapat kemenangan pertama di Tour ini,” kata Kosaihira.
Selain Perras dan Kosaihira, sejumlah pegolf lainnya juga berhasil membukukan skor tanpa bogey. Mereka adalah Eric Beringer, Cheng Jin, Peter Creighton, Jeong Daejin, John Young Kim, Velten Meyer, She Zihan, Trevor Sluman, dan Eugene Wong.
Sluman berhasil melanjutkan permainan tanpa bogey-nya pada hari pertama ke putaran kedua ini, membuatnya bermain tanpa bogey dalam 36 hole. Rekornya saat ini ialah memainkan total 42 hole tanpa bogey. Bogey terakhir yang ia bukukan terjadi di hole 12 pada Chongqing Championship pekan lalu. Saat itu ia akhirnya finis di posisi T5.


