Anirban Lahiri dan Udayan Mane berniat mengukuhkan posisi olahraga golf di India lewat partisipasi mereka pada Olimpiade Tokyo.

Dua pegolf India Anirban Lahiri dan Udayan Mane tak sekadar berjuang untuk meraih medali pada kompetisi golf Olimpiade Tokyo, yang dimulai Kamis (29/7) besok. Mereka mengusung beban yang lebih berat lagi, yaitu mengukuhkan posisi golf di negara mereka sendiri, di India.

Keduanya akan mengusung bendera India di Kasumigaseki Country Club sambil menyadari bahwa keberhasilan meraih medali pada pekan ini bisa berdampak luar biasa bagi pertumbuhan olahraga golf, sekaligus mendapatkan dukungan lebih besar dari negara mereka, yang jauh lebih menggemari kriket daripada golf.

”Wajah golf bisa berubah secara permanen,” ujar Mane, yang segera menjalani debut Olimpiadenya. ”Saat ini hanya ada beberapa orang yang mengetahui apa artinya golf bagi negara kami. Jika kami bisa memenangkan medali, masyarakat akan mengetahui apa golf itu, seluruh masyarakat India yang berjumlah 1,2 milyar. Sudah pasti akan ada lebih banyak anak yang akan memilih golf karena kini mereka memiliki kesempatan baru yang menanti mereka. (Medali) akan mengubah cara pandang semua orang terhadap golf di India. Kriket akan selalu menjadi yang nomor satu, tapi setidaknya kami bisa mempersempit jaraknya.”

Lahiri sendiri kini mengusung misi untuk menebus penampilannya lima tahun lalu. Ia finis di peringkat 57 dari 60 peserta di Rio tahun 2016 itu. Kala itu ia harus bermain dengan cedera, namun pekan ini ia bakal bertanding dengan bekal penampilan yang solid, menyusul keberhasilannya finis di tiga besar pada ajang Barbasol Championship, sebagai pencapaian terbaiknyap ada PGA TOUR musim ini.

 

Anirban Lahiri pada Olimpiade Tokyo.
Anirban Lahiri menuju Olimpiade Tokyo dengan bekal finis di tiga besar pada ajang PGA TOUR, Barbasol Championshp. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

”Seperti yang bisa Anda bayangkan, medali akan sangat berarti. Olimpiade merupakan ajang yang besar. Kami mendapatkan medali perak (pada angkat berat wanita) pada hari pertama Olimpiade, yang juga merupakan pertama kalinya tercapai. Saya melihat efeknya mulai terasa di India dan saya merasa bagaimana hal seperti itu akan mendorong olahraga ini secara positif dan saya sangat ingin hal itu terjadi pada golf. Ini kesempatan besar untuk mencapai sesuatu untuk pertama kalinya dengan golf … agar kami bisa mengubah persepsi dan sikap kami.

”Sudah tentu saya memiliki lebih banyak intensi, lebih fokus, lebih yakin, dan pastinya lebih percaya diri. Ketimbang sebelumnya, kali ini saya benar-benar berbeda. Saya mengalami cedera dan beberapa kali harus mundur dari turnamen sebelum ke Rio. Rasanya saya berada pada arah yang tepat dengan golf dan tubuh saya. Saya pikir ini saat yang tepat untuk saya (meraih prestasi).”

Mane, 30 tahun dengan 11 gelar di sirkuit dalam negerinya, tumbuh dengan bersaing pada cabang olahraga renang dan basket sebelum akhirnya beralih ke golf, yang mendorongnya menjadikan olahraga ini sebagai kariernya. Baginya bisa terbang ke Tokyo ibarat mimpi yang terpenuhi setelah ia berhasil menjadi bagian dari 60 pegolf yang akan berlaga pekan ini.

”Rasanya sulit dipercaya, rasanya memuaskan dan membanggakan. Saya masih agak kaget sebenarna dan perasaan saya campur aduk dan sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sebelum putaran pertama dimulai, barulah saya mengetahui apa yang saya rasakan,” ujarnya.

Menginap bersama kontingen India di permukiman atlet ikut memberikan pengalaman sekali seumur hidup bagi Mane dan membuka matanya dengan melihat bagaimana atlet-atlet Olimpiade lainnya mempersiapkan diri mereka menjelang kompetisi.

 

Udayan Mane pada Olimpiade Tokyo.
Udayan Mane mengaku belajar banyak dari para atlet Olimpiade lainnya. Foto: Ben Jared/PGA TOUR/IGF.

 

”Jelas saya menyadari satu hal … Saya harus berlatih dengan jauh lebih keras untuk kebugaran saya setelah melihat para atlet di sana. Atmosfernya sangat intens dan semua orang berusaha untuk memenangkan sesuatu bagi negaranya dan membuat negara mereka bangga. Intensitas di permukiman di mana semua orang berusaha untuk mencapai kondisi puncaknya pada momen yang tepat sangatlah luar biasa untuk disaksikan,” tuturnya.

”Saya mengobrol dengan beberapa atlet angkat berat wanita Norwegia dan mereka lebih berotot daripada saya! Mereka sangat kekar dan juga setinggi saya. Mereka lebih penasaran soal golf daripada yang lainnya, menanyakan hal-hal, seperti bagaimana kami memainkan 18 hole dan bahwa olahraga itu cukup keren. Saya bertemu beberapa atlet India lainnya dan mereka begitu berdedikasi dengan apa yang mereka lakukan. Mereka juga begitu fokus pada apa yang ingin mereka capai sehingga Anda bisa belajar dari mereka.”

Menjunjung bendera India akan menjadi yang utama bagi Lahiri dan Mane dalam upaya mereka menaiki podium. ”Hal ini selalu memicu perasaan untuk berjuang melampaui diri sendiri. Anda tidak berada di sini untuk diri sendiri. Anirban Lahiri is not playing for Anirban Lahiri. Saya bermain untuk India, untuk ibu pertiwi saya,” tegas Lahiri.

”Anda berpikir melampaui apa yang menurut Anda terbaik. Saya yakin saya memiliki pengalaman, permainan, dan keuletan untuk melakukan apa yang dibutuhkan. Saya ingin meraih peluang pada hari Minggu. Untuk itulah saya ada di sini dan itulah yang saya pikirkan.”

Lahiri akan memainkan dua putaran pertama dengan pegolf China Taipei C.T. Pan dan pegolf Selandia Baru Ryan Fox mulai pukul 08:52 atau 06:52 WIB, satu grup setelah trio Hideki Matsuyama (Jepang), Marc Leishman (Australia), dan Corey Conners (Kanada). Adapun Mane akan bermain bersama pegolf Republik Ceska Ondrej Lieser dan pegolf Spanyol Jorge Campillo yang menggantikan Jon Rahm. Ketiganya akan mulai bermain pada pukul 11:09 atau 09:09 WIB.