Lee Kyounghoon berharap permainan iron-nya bisa kembali tajam agar ia bisa kembali ke performa juaranya ketika memulai The American Express hari ini.

Pegolf Korea Selatan Lee Kyounghoon merindukan hari-hari ketika permainan iron-nya menjadi salah satu kekuatannya. Ia meyakini aspek ini menjadi salah satu elemen penting untuk bisa kembali meraih kemenangan di panggung PGA TOUR musim 2025 ini.

Pemegag dua gelar PGA TOUR itu tampak berada dalam bayang-bayang masa lalunya dalam dua musim terakhir. Setelah meraih finis terbaiknya pada FedExCup dengan menempati peringkat 27 pada musim 2022, ia gagal mengikuti ajang FedExCup Playoff pada musim lalu.

”Tahun lalu saya tinggal di AS tanpa pulang ke Korea dan berfokus mempersiapkan diri. Saya banyak berlatih di Orlando karena pukulan iron saya kurang bagus tahun lalu, jadi saya fokus untuk meningkatkan aspek permainan itu. Sekarang permainan saya mulai lebih baik,” ujarnya.

Lee merupakan salah satu pemukul driver yang solid. Sayangnya, permainan iron-nya memang mengecewakan pada tahun lalu. Ia menempati peringkat ke-140 untuk kategori Strokes Gained: Approach the Green. Ia juga duduk di posisi ke-116 untuk Proximity to Hole. Sementara pada tahun 2023, ia berada di posisi ke-94 dan 128 untuk masing-masing kategori.

”Secara keseluruhan, kelihatannya ada banyak masalah, tapi kalau diperhatikan, sepertinya problem utama saya ada pada pukulan iron, dan dampaknya sangatlah signifikan.”

Ketika menjuarai THE CJ CUP Byron Nelson berturut-turut pada 2021 dan 2022, disusul dengan debutnya untuk Tim Internasional pada Presidents Cup, Lee merupakan gambaran konsistensi. Padahal waktu itu ia sendiri merasa permainannya belum berada di posisi terbaik.

”Waktu itu permainan saya juga tidak sempurna, tapi putting dan iron saya lebih baik. Bahkan sekarang saya merasa percaya diri saat melakukan pukulan tee, tapi permainan iron saya cukup menurun. Itulah yang mesti saya tingkatkan,” ujarnya lagi.

”Ketika melakukan pukulan yang mengecewakan, pikiran saya terganggu. Dan akhirnya malah memengaruhi putting saya juga. Secara keseluruhan, kelihatannya ada banyak masalah, tapi kalau diperhatikan, sepertinya problem utama saya ada pada pukulan iron, dan dampaknya sangatlah signifikan.

”Permainan saya sekarang tidak terlalu jauh, dan perbedaan terbesarnya ialah dari segi presisi dan kontrol jarak. Sejujurnya, saya pikir saya tidak memiliki ketajaman pukulan seperti sebelumnya. Meski begitu, saya sekarang berada di jalur yang tepat. Saya hanya perlu yakin pada diri sendiri dan terus melangkah.”

Setelah gagal lolos cut pada tahun ini lewat ajang Sony Open in Hawaii, Lee masih optimis menghadapi The American Express, di mana pekan ini para pemain bertanding di tiga lapangan berbeda—PGA West Stadium, PGA West Nicklaus Course, dan La Quinta—sebelum akhirnya cut-off dilakukan setelah 54 hole. Putaran final sendiri akan diadakan di PGA West Stadium.

”Sekarang, peringkatnya digeser dari 125 besar ke 100 besar, jadi tahun ini menjadi lebih penting lagi (untuk main konsisten).”

”Menurut saya ini menarik karena kami akan bertanding di tiga lapangan berbeda,” tutur Lee, yang finis di posisi T25 setelah bermain 19-under pada tahun 2024 lalu. ”Saya selalu menganggap turnamen pekan ini istimewa.

”Meski (minggu lalu) gagal lolos cut, masih ada banyak turnamen di depan. Saya berniat untuk terus menciptakan kesempatan. Meskipun belum merencanakannya, target saya ialah bermain secara konsisten dan finis di 30 besar pada akhir musim. Saya sangat ingin (menang lagi), tapi daripada fokus untuk menang, saya lebih merasa kecewa pada permainan saya secara keseluruhan.”

Lee sadar tahun ini persaingan PGA TOUR menjadi lebih ketat lagi. Tahun ini hanya 100 pegolf teratas pada klasemen FedExCup saja yang bisa mempertahankan kartunya untuk musim 2026, bukan lagi 125 pegolf teratas. Mempertahankan keanggotaan saja akan menjadi tantangan, apalagi meraih kemenangan.

”Sekarang, peringkatnya digeser dari 125 besar ke 100 besar, jadi tahun ini menjadi lebih penting lagi (untuk main konsisten),” ujarnya.

Pekan ini Lee juga ditemani oleh rekan-rekan senegaranya. Selain Im Sungjae, ada juga Tom Kim dan Kim Siwoo, Juara The American Express 2021.