Lee Somi memimpin dengan keunggulan satu stroke atas Esther Henseleit dan Annabel Fuller pada putaran pertama PIF Saudi Ladies International.

Pegolf Korea Selatan Lee Somi meraih keunggulan satu stroke pada putaran pertama ajang PIF Saudi Ladies International, yang berlangsung di Riyadh Golf Club, Arab Saudi. Skor 7-under 65 yang ia torehkan membawanya unggul satu stroke atas pegolf Jerman Esther Henseleit dan pegolf Inggris Annabel Fuller.

Pegolf yang kini berusia 26 tahun itu mencatatkan skor 3-under di sembilan hole pertamanya, kemudian menorehkan 4-under di sembilan hole terakhir untuk menguasai puncak klasemen sementara pada ajang yang memperebutkan total hadiah US$5 juta ini.

Lee memang terlihat melanjutkan momentumnya dari panggung LPGA ke kancah Ladies European Tour pekan ini. Ia sempat menorehkan finis di jajaran 15 besar ketika mengikuti ajang Founders Cup di Amerika sepekan yang lalu.

Pegolf yang meraih kartu LPGA setelah finis T2 pada ajang LPGA Q-Series 2023 ini memang berhasil mempertahankan keanggotaannya di sirkuit golf wanita utama itu. Akan tetapi, penampilannya tahun 2024 lalu terbilang tidak terlalu istimewa. Dari total 27 ajang LPGA yang ia ikuti, ia bermain penuh dalam 17 turnamen dan hanya sekali menembus lima besar.

”Tahun lalu pukulan saya bermasalah, jadi bagian itulah yang menjadi fokus saya ketika berlatih pada musim dingin. Hasilnya terlihat cukup bagus, jadi saya sangat senang,” tutur Lee.

 

Lee Somi 2, Round 1 PIF Saudi Ladies International 2025.
Latihan pada musim dingin membantu Lee Somi membangun permainan solid yang ikut membawanya ke puncak klasemen hari pertama PIF Saudi Ladies International 2025. Foto: Neville Hopwood.

 

Kartu skornya memang tidak sepenuhnya bersih. Lee harus bersabar hingga hole keenamnya, yaitu hole 15 untuk menciptakan birdie pertamanya. Ia kemudian menutup sembilan hole pertama itu dengan 3-under berkat tambahan birdie di hole 16 dan 18.

Ia sudah bermain 5-under, berkat tambahan birdie di hole 1 dan 5, sampai akhirnya terpaksa mendapat bogey di hole 6. Namun, ia berhasil menutup putaran pertamanya dengan mencatatkan tiga birdie berturut-turut di tiga hole terakhirnya.

”Saya tidak ingin memikirkan hal yang sudah berlalu,” ujarnya ketika ditanya mengenai bogey di hole 6 par 3 itu. ”Saya hanya ingin memikirkan apa yang bakal terjadi dan itulah fokus utama saya.”

Pekan ini, para pegolf wanita ini tidak hanya bertanding sebagai individu. PIF Saudi Ladies International turut menerapkan format beregu. Satu tim terdiri dari empat pemain sehingga pekan ini total ada 28 tim yang juga bertanding untuk regu masing-masing. Melalui format ini, dua skor terbaik di tiap hole akan dihitung sebagai skor tim.

Penampilan cemerlang Lee, dibantu oleh skor 67 milik rekan senegaranya, Kim Minsun, membawa timnya mengoleksi 17-under. Dua rekan satu tim Lee lainnya, Nastasia Nadaud asal Perancis dan Amy Taylor dari Inggris, masing-masing, membukukan skor 72 dan 75.

 

Tim Kyriacou, Round 1 PIF Saudi Ladies International 2025.
(Ki-ka) Olivia Cowan, Stephanie Kyriacou, Sara Kouskova, dan Liz Young mencatatkan skor 18-under untuk memimpin nomor beregu pada putaran pertama PIF Saudi Ladies International 2025. Foto: Neville Hopwood.

 

Akan tetapi, Tim Lee bukanlah pemuncak klasemen untuk kategori beregu. Tim Kyriacou untuk sementara memuncaki klasemen nomor beregu dengan skor 18-under.

Team Kyriacou terdiri dari Stephanie Kyriacou (68) dari Australia sebagai kapten, Olivia Cowan (68) asal Jerman, Sara Kouskova (71) dari Ceskia, dan Liz Young (63) asal Inggris.

Kyriacou memastikan timnya memuncaki klasemen setelah membukukan empat birdie di empat hole terakhirnya. ”Saya tak berbuat banyak dalam 14 hole pertama, tapi bisa membalikkan situasi di beberapa hole terakhir yang akan membantu kami melangkah besok,” tutur pegolf berusia 24 tahun ini.

Cowan ikut berkontribusi dengan menciptakan delapan birdie dengan empat bogey untuk mencatatkan skor yang sama dengan sang kapten.

Sementara itu, April Angurasaranee dari Thailand ikut mencuri perhatian. Pegolf berusia 20 tahun ini menciptakan hole-in-one di hole 6 dengan memanfaatkan 6-iron miliknya.